Matano Belt Road, Bukti Nyata Kontribusi PT Vale untuk Luwu Timur

Selasa, 23 Des 2025 14:17
Matano Belt Road, Bukti Nyata Kontribusi PT Vale untuk Luwu Timur
Proyek jalan lingkar Matano Belt Road dari PT Vale ini dirancang menyusuri pesisir Danau Matano. Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Upaya memperkuat konektivitas di wilayah timur Sulawesi Selatan kini memasuki babak baru melalui pembangunan Matano Belt Road (MBR). Proyek jalan lingkar sepanjang 35 kilometer ini dirancang menyusuri pesisir Danau Matano, menghubungkan Desa Ussu di Malili hingga Nuha, sekaligus membuka akses darat yang selama ini terbatas.

Matano Belt Road bukan sekadar pembangunan jalan biasa. Infrastruktur ini digagas untuk menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap penyeberangan feri di Danau Matano, sekaligus mempercepat mobilitas antarwilayah, termasuk koneksi menuju Sulawesi Tengah. Proyek ini juga diharapkan menjadi penggerak baru bagi sektor ekonomi lokal, mulai dari pariwisata hingga UMKM.

Pembangunan MBR didanai sepenuhnya melalui program CSR PT Vale Indonesia, sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap pengembangan wilayah jangka panjang di Luwu Timur. Groundbreaking proyek ini telah dilaksanakan pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Peresmian dimulainya pembangunan dilakukan di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Senin (22/12/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, bersama jajaran pemerintah daerah.

Groundbreaking ini dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang ditandai dengan penekanan tombol bel sebagai simbol dimulainya pembangunan jalan strategis tersebut.

Matano Belt Road merupakan ruas jalan vital yang menghubungkan Malili dengan kawasan Matano serta menjadi bagian dari koridor penghubung menuju Provinsi Sulawesi Tengah.

Kehadiran jalan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, sekaligus memperkuat keselamatan dan efisiensi lalu lintas melalui penyediaan infrastruktur jalan yang memenuhi standar teknis dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan jalan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa seluruh anggaran pembangunan ruas jalan sepanjang 35 kilometer ini berasal dari CSR PT. Vale Indonesia. “Jadi kita mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Vale karena ini salah satu kontribusi paling besar nantinya untuk Luwu Timur. Jalan ini menghubungkan Malili menuju Nuha yang tadinya harus menyeberang, namun sekarang sudah ada alternatif yang bisa menjadi akses utama ke depannya,” ujar Gubernur Sudirman.

Gubernur Sudirman juga berharap, kehadiran Matano Belt Road dapat mempermudah akses masyarakat, menghubungkan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan ke Sulawesi Tengah, serta menjadi pilihan jalur utama bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan di Kota Malili.

“Soal target penyelesaian, semoga tahun 2026 sudah selesai dan bisa diakses. Yang jelas, kalau bisa lebih cepat, tentu lebih bagus lagi,” harap dia.

Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menilai proyek ini memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar pembangunan jalan. Ia menegaskan bahwa kawasan pesisir Danau Matano yang selama ini belum terhubung optimal akan mulai terbuka.

“Pembangunan jalan di sepanjang pesisir Danau Matano tidak hanya memperpendek jarak dan waktu tempuh, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka ruang-ruang ekonomi baru berbasis pariwisata alam, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal,” tutur Hj. Puspawati.

Dari sisi pelaksana, Chief of Operation PT Vale Indonesia Tbk, Abu Ashar, menyampaikan harapannya agar proyek ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Ini adalah bukti komitmen PT Vale Indonesia. Kami melihat bahwa dengan pembangunan ini nantinya dapat digunakan dengan baik, meningkatkan perekonomian di Luwu Timur karena jalur transportasi yang semakin bagus dan efisien,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, meskipun suatu saat PT Vale Indonesia tidak lagi beroperasi di Luwu Timur, setidaknya akan ada infrastruktur yang tertinggal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semoga ke depannya pembangunan ini benar-benar bermanfaat. Walaupun nantinya PT Vale sudah tidak lagi ada di Luwu Timur, paling tidak ada yang tertinggal dan bisa kita kenang,” tutupnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Vale Indonesia Tbk dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pembangunan Matano Belt Road di Kabupaten Luwu Timur.

(TRI)
Berita Terkait
Jalan Hertasning-Aroepala Digenjot, Penanganan Aspal dan Beton Segera Dikerjakan
News
Jalan Hertasning-Aroepala Digenjot, Penanganan Aspal dan Beton Segera Dikerjakan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Minggu, 29 Mar 2026 17:14
Produksi dan Laba Naik, PT Vale Bukukan Kinerja Solid Sepanjang 2025
Ekbis
Produksi dan Laba Naik, PT Vale Bukukan Kinerja Solid Sepanjang 2025
PT Vale Indonesia Tbk menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang relatif kuat di tengah dinamika pasar komoditas global. Produksi dan laba perusahaan naik.
Senin, 16 Mar 2026 22:58
PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Sepakati Penyelesaian Lahan Old Camp
Sulsel
PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Sepakati Penyelesaian Lahan Old Camp
Komitmen menghadirkan kepastian bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Jum'at, 13 Mar 2026 10:21
PT Vale Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka
News
PT Vale Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka
Program ini merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Senin, 09 Mar 2026 22:14
Di Tengah Tekanan Harga Nikel Global, PT Vale Tegaskan Industri Harus Jadi Solusi untuk Indonesia
News
Di Tengah Tekanan Harga Nikel Global, PT Vale Tegaskan Industri Harus Jadi Solusi untuk Indonesia
Di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan sorotan publik terhadap dampak industri tambang, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, memilih berdiri dengan satu pesan yang jelas: industri harus menjadi solusi, bukan beban
Selasa, 03 Mar 2026 11:49
Berita Terbaru