Kinerja ESG Menguat, PT Vale Pertegas Arah Bisnis Berkelanjutan
Jum'at, 01 Mei 2026 15:07
PT Vale menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menjadikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai inti dari penciptaan nilai jangka panjang, bukan sekadar pelengkap. Foto/IST
MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk (“Perseroan”) menutup tahun 2025 dengan pijakan yang semakin kuat dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya. Di tengah dinamika industri pertambangan yang kian kompleks serta tuntutan global terhadap praktik yang lebih bertanggung jawab, Perseroan menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menjadikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai inti dari penciptaan nilai jangka panjang, bukan sekadar pelengkap.
Arah tersebut tergambar dalam Laporan Keberlanjutan 2025 dan Laporan Tahunan 2025 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua laporan ini tidak hanya memuat capaian kinerja, tetapi juga menegaskan langkah transformasi menuju operasional yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun tersebut, PT Vale meningkatkan investasi di sektor lingkungan sebesar 54,3% menjadi US$43,79 juta. Peningkatan ini menjadi sinyal percepatan upaya dekarbonisasi sekaligus efisiensi operasional. Hasilnya mulai terlihat melalui perbaikan kinerja energi, termasuk penurunan intensitas energi yang memperkuat arah transisi menuju operasi rendah karbon.
Upaya menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui pendekatan rehabilitasi berbasis lanskap. Pada 2025, Perseroan berhasil merehabilitasi 156,67 hektare lahan pascatambang di Sorowako. Tidak hanya itu, dampak program diperluas melalui pemulihan daerah aliran sungai seluas 2.988 hektare di lima provinsi. Langkah ini mencerminkan strategi yang melampaui kewajiban operasional, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekosistem secara menyeluruh sebagai bagian dari nilai jangka panjang.
Dari sisi sosial, Perseroan terus mendorong pertumbuhan inklusif dengan mengalokasikan investasi pengembangan masyarakat sebesar US$4,73 juta, meningkat 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Program difokuskan pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pembangunan infrastruktur dasar. Komitmen terhadap inklusi juga tercermin dari komposisi tenaga kerja, di mana 83,3% berasal dari masyarakat lokal, serta peningkatan partisipasi perempuan hingga 12,1% di seluruh organisasi.
Sementara itu, penguatan tata kelola turut menjadi sorotan. Peringkat Risiko ESG dari Sustainalytics membaik ke angka 23,7, menunjukkan penurunan eksposur risiko sebesar 19,4% dan menempatkan PT Vale di jajaran perusahaan pertambangan dengan kinerja ESG yang kompetitif secara global. Capaian ini diperkuat oleh skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 99,53 yang mencerminkan standar tinggi dalam transparansi dan akuntabilitas.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi perusahaan, tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis.
"Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil, membentuk cara kami beroperasi, menciptakan nilai, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Kami meyakini bahwa keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai ketika pertumbuhan dan keberlanjutan berjalan beriringan," ungkap dia.
Ke depan, PT Vale berkomitmen memperdalam integrasi ESG dalam proyek-proyek strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda hilirisasi nasional sekaligus mendukung transisi energi global.
Dengan fondasi yang kian solid, PT Vale terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.
Arah tersebut tergambar dalam Laporan Keberlanjutan 2025 dan Laporan Tahunan 2025 yang telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kedua laporan ini tidak hanya memuat capaian kinerja, tetapi juga menegaskan langkah transformasi menuju operasional yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun tersebut, PT Vale meningkatkan investasi di sektor lingkungan sebesar 54,3% menjadi US$43,79 juta. Peningkatan ini menjadi sinyal percepatan upaya dekarbonisasi sekaligus efisiensi operasional. Hasilnya mulai terlihat melalui perbaikan kinerja energi, termasuk penurunan intensitas energi yang memperkuat arah transisi menuju operasi rendah karbon.
Upaya menjaga lingkungan juga diwujudkan melalui pendekatan rehabilitasi berbasis lanskap. Pada 2025, Perseroan berhasil merehabilitasi 156,67 hektare lahan pascatambang di Sorowako. Tidak hanya itu, dampak program diperluas melalui pemulihan daerah aliran sungai seluas 2.988 hektare di lima provinsi. Langkah ini mencerminkan strategi yang melampaui kewajiban operasional, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekosistem secara menyeluruh sebagai bagian dari nilai jangka panjang.
Dari sisi sosial, Perseroan terus mendorong pertumbuhan inklusif dengan mengalokasikan investasi pengembangan masyarakat sebesar US$4,73 juta, meningkat 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Program difokuskan pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pembangunan infrastruktur dasar. Komitmen terhadap inklusi juga tercermin dari komposisi tenaga kerja, di mana 83,3% berasal dari masyarakat lokal, serta peningkatan partisipasi perempuan hingga 12,1% di seluruh organisasi.
Sementara itu, penguatan tata kelola turut menjadi sorotan. Peringkat Risiko ESG dari Sustainalytics membaik ke angka 23,7, menunjukkan penurunan eksposur risiko sebesar 19,4% dan menempatkan PT Vale di jajaran perusahaan pertambangan dengan kinerja ESG yang kompetitif secara global. Capaian ini diperkuat oleh skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 99,53 yang mencerminkan standar tinggi dalam transparansi dan akuntabilitas.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi perusahaan, tidak hanya dalam menghadapi tantangan, tetapi juga dalam memperkuat peran keberlanjutan sebagai penggerak bisnis.
"Di PT Vale, ESG tertanam dalam setiap keputusan yang kami ambil, membentuk cara kami beroperasi, menciptakan nilai, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia. Kami meyakini bahwa keberhasilan jangka panjang hanya dapat dicapai ketika pertumbuhan dan keberlanjutan berjalan beriringan," ungkap dia.
Ke depan, PT Vale berkomitmen memperdalam integrasi ESG dalam proyek-proyek strategis di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Perseroan terhadap agenda hilirisasi nasional sekaligus mendukung transisi energi global.
Dengan fondasi yang kian solid, PT Vale terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
News
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
News
Jejak Lestari Danau Purba Matano di Tengah Denyut Industri Nikel
Dikelola PT Vale, LGS menjadi salah satu benteng ekologis yang menjaga agar aktivitas industri nikel tetap berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 22:27
Ekbis
IPCM dan Jalan Panjang Membangun Ekosistem Pelabuhan yang Berkelanjutan
Karena itu, IPCM juga memasukkan kesejahteraan, pengembangan kompetensi, keselamatan dan kesehatan kerja, serta inklusi ke dalam agenda sosial perusahaan.
Kamis, 24 Sep 2026 08:47
News
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 07:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
2
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
3
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
4
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
5
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
2
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
3
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
4
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
5
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE