Bawaslu Sulsel Perketat Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan, Cegah Data Ganda

Selasa, 31 Mar 2026 14:17
Bawaslu Sulsel Perketat Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan, Cegah Data Ganda
Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan langkah proaktif dalam mengawal akurasi data pemilih. Melalui rapat koordinasi Bawaslu menekankan pentingnya pengawasan Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPPB) Triwulan I di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, yang digelar di Kantor Bawaslu Sulsel, Selasa (31/03/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Sulsel Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Saiful Jihad, ini menjadi momentum krusial menjelang pelaksanaan pleno serentak di tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 2 April mendatang.

Dalam arahannya, Saiful Jihad menyoroti sejumlah temuan signifikan di lapangan selama proses pemutakhiran data. Beberapa poin kritis yang menjadi perhatian antara lain adanya data pemilih ganda, penduduk yang telah meninggal dunia namun masih tercatat, serta lonjakan signifikan jumlah pemilih baru.

"Data yang akurat adalah fondasi integritas pemilu. Kita tidak hanya sekadar hadir dan mendengar dalam pleno nanti, tetapi pengawas harus membawa data pembanding sebagai instrumen validasi yang kuat," tegas Saiful.

Ia juga memaparkan tantangan unik di Sulawesi Selatan, khususnya terkait kearifan lokal. Di beberapa wilayah, terdapat kendala administratif di mana warga yang telah meninggal dunia secara fisik belum bisa dihapus dari data legal karena belum dilaksanakan upacara adat. Hal ini menjadi catatan khusus bagi Bawaslu untuk tetap mengedepankan komunikasi persuasif dengan instansi terkait.

Sebagai langkah konkret, Bawaslu Sulsel menginstruksikan jajaran di kabupaten/kota untuk memperluas jangkauan pengawasan. Pertama melalui uji petik dan verifikasi langsung dengan melakukan validasi data secara faktual di lapangan.

Posko pemilih pemula yakni membuka posko pendaftaran di sekolah-sekolah dan tempat strategis guna menjaring pemilih yang baru memasuki usia hak pilih.

Dan sinergi antarlembaga, dengan memperkuat koordinasi dengan Disdukcapil, Polri, pihak sekolah, dan lembaga terkait lainnya.

Menyadari bahwa pengelolaan DPPB tidak memiliki sanksi hukum yang seketat tahapan pemilu resmi, Saiful Jihad menekankan pentingnya dokumentasi pengawasan yang terstruktur. Menurutnya, dokumentasi laporan, foto, dan kegiatan edukasi bukan sekadar administrasi, melainkan bukti peran aktif Bawaslu dalam menjaga hak pilih rakyat.

"Meskipun ada keterbatasan regulasi terkait sanksi dalam tahapan non-pemilu ini, kita harus menutup celah tersebut dengan koordinasi yang intensif. Komunikasi adalah kunci penyelesaian masalah saat ini," tambahnya.

Hasil pengawasan dari 24 kabupaten/kota ini nantinya akan dikompilasi dan dilaporkan dalam rapat pleno tingkat provinsi. Bawaslu Sulsel berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan data kepada KPU sebelum pleno kabupaten dilaksanakan, guna memastikan proses demokrasi di Sulawesi Selatan berjalan dengan data yang bersih, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(UMI)
Berita Terkait
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
Sulsel
Program Podium Sisoppengi jadi Inovasi Pengawasan Pemilu Berbasis Diskusi dan Nilai Budaya Lokal
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Soppeng resmi melaunching program inovatif bertajuk Podium Sisoppengi, yang merupakan akronim dari Podcast–Diskusi Pemilihan Umum–Sharing–Sosialisasi Pengawasan Pemilu Terintegrasi.
Rabu, 04 Mar 2026 14:33
Bawaslu Luwu Timur Sebut Pendidikan Politik Kunci Hentikan Pemilih Jual Suara
Sulsel
Bawaslu Luwu Timur Sebut Pendidikan Politik Kunci Hentikan Pemilih Jual Suara
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa kualitas pemilih masih menjadi tantangan serius dalam demokrasi. Salah satunya masih adanya pemilih yang bersedia menggadaikan hak pilihnya.
Rabu, 21 Jan 2026 10:14
Bawaslu Bantaeng Dorong Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula
Sulsel
Bawaslu Bantaeng Dorong Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula
Menanamkan nilai demokrasi sejak dini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas pemilu. Atas dasar ini Bawaslu Kabupaten Bantaeng hadir di SMA Negeri 1 Bantaeng dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi, Senin (12/01/2026).
Senin, 12 Jan 2026 13:50
Pawennari Sebut Pendidikan Politik Kunci Wujudkan Pemilih Berkualitas
Sulsel
Pawennari Sebut Pendidikan Politik Kunci Wujudkan Pemilih Berkualitas
Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Pawennari, menilai pendidikan politik memiliki peran penting dalam membentuk pemilih yang sadar dan kritis, sehingga berpengaruh langsung terhadap kualitas Pemilu.
Senin, 29 Des 2025 13:51
Bawaslu Soppeng Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan
Sulsel
Bawaslu Soppeng Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan
KPU Soppeng memyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Data Parpol Berkelanjutan dan Peraturan KPU 3 Tahun 2025 Tentang Penggantian Antar Waktu Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Jum'at, 19 Des 2025 20:54
Berita Terbaru