Kunjungi Sulsel, Ketua Bawaslu RI Ingatkan Tahapan Dimulai Tahun Depan
Selasa, 05 Mei 2026 22:07
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, melakukan kunjungan supervisi ke Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (05/05/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, melakukan kunjungan supervisi ke Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan kesiapan jajaran pasca-pelantikan staf baru dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dalam kunjungan tersebut, Bagja memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika regulasi dan rencana penguatan kelembagaan ke depan.
Di hadapan jajaran Bawaslu Sulsel, Rahmat Bagja mengungkapkan bahwa saat ini proses pembahasan perubahan Undang-Undang Pemilu masih dalam tahap menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Ia menyoroti adanya usulan dari kalangan NGO serta kajian di Bappenas yang mewacanakan transformasi Bawaslu menjadi badan peradilan pemilu.
Namun, ia menepis isu pembubaran Bawaslu. Menurutnya, peran pengawasan masih sangat vital karena partisipasi pengawasan dari masyarakat luas belum mencapai titik ideal untuk berdiri sendiri tanpa pendampingan lembaga resmi.
"Saat ini kita masih menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2017 sebagai acuan utama. Terkait wacana transformasi lembaga, kita akan melihat perkembangannya di Komisi II DPR RI. Yang jelas, eksistensi pengawasan tetap menjadi harga mati karena pengawasan masyarakat saat ini belum cukup kuat untuk menopang demokrasi sendirian," ujar Bagja.
Bagja juga memaparkan sejumlah usulan krusial, di antaranya sinkronisasi jadwal seleksi anggota yang direncanakan ditarik ke tahun 2027 dengan kompensasi uang kehormatan bagi masa jabatan yang ditinggalkan. Selain itu, terdapat wacana penambahan jumlah anggota Bawaslu menjadi 7 atau 9 orang guna memperkuat fungsi pengawasan.
Ia juga mengungkapkan terkait efisiensi birokrasi, di mana muncul usulan agar proses fit and proper test Bawaslu Kabupaten/Kota ditarik ke tingkat Provinsi guna menghindari keterlambatan pelantikan. Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), Bagja memberikan lampu hijau bagi PNS yang ingin mendaftar dengan syarat berhenti sementara dan menduduki jabatan setara atau di bawah eselon sebelumnya.
Mengingat pemungutan suara Pemilu diproyeksikan jatuh pada Februari 2029, Bagja mengingatkan bahwa tahapan awal sudah akan dimulai pada Juni atau Juli tahun depan. Ia meminta jajaran untuk tetap aktif melakukan sosialisasi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, guna menjaga eksistensi dan citra lembaga.
Dalam arahannya, ia meminta pimpinan Bawaslu di daerah untuk konsisten menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat melalui konsolidasi demokrasi dan tetap kreatif dalam berkegiatan meskipun program rutin tertentu telah berakhir.
"Saya instruksikan kepada seluruh pimpinan, jika ada undangan kegiatan, usahakan Ketua atau Anggota hadir langsung. Jangan diwakilkan. Ini penting untuk menunjukkan komitmen dan kehadiran negara melalui Bawaslu di tengah masyarakat," tegas Bagja menutup arahannya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, melaporkan bahwa pihaknya terus bergerak masif dalam melakukan literasi politik ke berbagai segmen masyarakat. Ia menegaskan bahwa Bawaslu Sulsel berkomitmen penuh menjalankan instruksi pusat, terutama dalam memperkuat basis dukungan publik di tingkat akademisi.
"Kami terus memastikan bahwa setiap jajaran di Sulawesi Selatan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga menjadi duta lembaga yang aktif melakukan sosialisasi ke kampus-kampus. Kehadiran Ketua Bawaslu RI hari ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus menjaga integritas dan eksistensi lembaga di mata publik," pungkas Mardiana Rusli.
Di hadapan jajaran Bawaslu Sulsel, Rahmat Bagja mengungkapkan bahwa saat ini proses pembahasan perubahan Undang-Undang Pemilu masih dalam tahap menyerap aspirasi dari berbagai pihak. Ia menyoroti adanya usulan dari kalangan NGO serta kajian di Bappenas yang mewacanakan transformasi Bawaslu menjadi badan peradilan pemilu.
Namun, ia menepis isu pembubaran Bawaslu. Menurutnya, peran pengawasan masih sangat vital karena partisipasi pengawasan dari masyarakat luas belum mencapai titik ideal untuk berdiri sendiri tanpa pendampingan lembaga resmi.
"Saat ini kita masih menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2017 sebagai acuan utama. Terkait wacana transformasi lembaga, kita akan melihat perkembangannya di Komisi II DPR RI. Yang jelas, eksistensi pengawasan tetap menjadi harga mati karena pengawasan masyarakat saat ini belum cukup kuat untuk menopang demokrasi sendirian," ujar Bagja.
Bagja juga memaparkan sejumlah usulan krusial, di antaranya sinkronisasi jadwal seleksi anggota yang direncanakan ditarik ke tahun 2027 dengan kompensasi uang kehormatan bagi masa jabatan yang ditinggalkan. Selain itu, terdapat wacana penambahan jumlah anggota Bawaslu menjadi 7 atau 9 orang guna memperkuat fungsi pengawasan.
Ia juga mengungkapkan terkait efisiensi birokrasi, di mana muncul usulan agar proses fit and proper test Bawaslu Kabupaten/Kota ditarik ke tingkat Provinsi guna menghindari keterlambatan pelantikan. Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), Bagja memberikan lampu hijau bagi PNS yang ingin mendaftar dengan syarat berhenti sementara dan menduduki jabatan setara atau di bawah eselon sebelumnya.
Mengingat pemungutan suara Pemilu diproyeksikan jatuh pada Februari 2029, Bagja mengingatkan bahwa tahapan awal sudah akan dimulai pada Juni atau Juli tahun depan. Ia meminta jajaran untuk tetap aktif melakukan sosialisasi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, guna menjaga eksistensi dan citra lembaga.
Dalam arahannya, ia meminta pimpinan Bawaslu di daerah untuk konsisten menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat melalui konsolidasi demokrasi dan tetap kreatif dalam berkegiatan meskipun program rutin tertentu telah berakhir.
"Saya instruksikan kepada seluruh pimpinan, jika ada undangan kegiatan, usahakan Ketua atau Anggota hadir langsung. Jangan diwakilkan. Ini penting untuk menunjukkan komitmen dan kehadiran negara melalui Bawaslu di tengah masyarakat," tegas Bagja menutup arahannya.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, melaporkan bahwa pihaknya terus bergerak masif dalam melakukan literasi politik ke berbagai segmen masyarakat. Ia menegaskan bahwa Bawaslu Sulsel berkomitmen penuh menjalankan instruksi pusat, terutama dalam memperkuat basis dukungan publik di tingkat akademisi.
"Kami terus memastikan bahwa setiap jajaran di Sulawesi Selatan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga menjadi duta lembaga yang aktif melakukan sosialisasi ke kampus-kampus. Kehadiran Ketua Bawaslu RI hari ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus menjaga integritas dan eksistensi lembaga di mata publik," pungkas Mardiana Rusli.
(UMI)
Berita Terkait
News
Bawaslu Maros Usul Pembentukan Paralegal Pengawas Pemilu
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maros melakukan audiens ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) terkait usulan pembentukan Paralegal Pengawas Pemilu
Rabu, 17 Jun 2026 19:16
Sulsel
Peserta P2P Bantaeng Dibekali Deteksi Pelanggaran Teknis Pemilu
Pengawasan pemilu tidak hanya berkaitan dengan praktik politik uang, tetapi juga mencakup berbagai aspek teknis yang berpotensi menimbulkan pelanggaran apabila tidak diawasi dengan baik.
Selasa, 02 Jun 2026 19:17
Sulsel
Bawaslu Sulsel Siapkan Generasi Pengawas Pemilu Menuju 2029
Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan rangkaian kegiatan luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan kali ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Rabu (20/05/2026).
Rabu, 20 Mei 2026 15:25
News
DKPP Gembleng TPD, Perkuat Kualitas Penanganan Pelanggaran Pemilu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menggelar kegiatan Diseminasi Penguatan Kapasitas Tim Pemeriksa Daerah (TPD) di Hotel Claro Makassar pada Ahad (10/05/2026).
Senin, 11 Mei 2026 09:41
Sulsel
Tak Sekadar Teori, Bawaslu Selayar Bakal Hadirkan Edukasi Pemilu di Kelas SMK
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Selayar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran politik, khususnya bagi pemilih pemula. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui koordinasi dengan SMKN 1 Selayar pada Senin (20/04/2026).
Senin, 20 Apr 2026 13:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Polres Gowa Tetapkan Kadis Perkimtan Jadi Tersangka Korupsi, Langsung Ditahan
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
5
Laba Bersih PJM Wilayah 2 Lampaui Target hingga 206 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Polres Gowa Tetapkan Kadis Perkimtan Jadi Tersangka Korupsi, Langsung Ditahan
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
5
Laba Bersih PJM Wilayah 2 Lampaui Target hingga 206 Persen