Bawaslu Luwu Timur Sebut Pendidikan Politik Kunci Hentikan Pemilih Jual Suara
Rabu, 21 Jan 2026 10:14
Konsolidasi demokrasi antara Bawaslu Luwu Timur dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Selasa (20/1/2026). Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa kualitas pemilih masih menjadi tantangan serius dalam demokrasi. Salah satunya masih adanya pemilih yang bersedia menggadaikan hak pilihnya.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, menegaskan bahwa persoalan tersebut hanya dapat diatasi melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.
"Masih ada pemilih yang mau menggadaikan suaranya. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, dan solusinya hanya satu, yaitu pendidikan politik," tegas Pawennari.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan konsolidasi demokrasi antara Bawaslu Luwu Timur dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang tugas konsolidasi demokrasi dalam memperkuat penyelenggaraan pemilu di luar tahapan.
Koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Pawennari, didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Sulkifli, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib, serta Kasubbag Administrasi Dedy Sutaryo bersama CPNS/PPPK Bawaslu Luwu Timur.
Pawennari menjelaskan, masa non-tahapan pemilu dimanfaatkan Bawaslu untuk memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif serta pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi.
"Kesadaran pemilih tidak bisa hanya ditunggu, tetapi harus ditumbuhkan dan diikhtiarkan melalui pendidikan politik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bawaslu secara nasional telah melaksanakan pendidikan pengawasan partisipatif, termasuk di Kabupaten Luwu Timur, dan akan terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta masyarakat sipil.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Luwu Timur Salam Latief menyambut baik langkah konsolidasi tersebut.
"Pendidikan politik ke depan harus menjadi kolaborasi bersama, tidak hanya Bawaslu dan Kesbangpol, tetapi juga partai politik,” tandasnya.
Ketua Bawaslu Luwu Timur, Pawennari, menegaskan bahwa persoalan tersebut hanya dapat diatasi melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.
"Masih ada pemilih yang mau menggadaikan suaranya. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, dan solusinya hanya satu, yaitu pendidikan politik," tegas Pawennari.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan konsolidasi demokrasi antara Bawaslu Luwu Timur dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Luwu Timur, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang tugas konsolidasi demokrasi dalam memperkuat penyelenggaraan pemilu di luar tahapan.
Koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Pawennari, didampingi Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Sulkifli, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib, serta Kasubbag Administrasi Dedy Sutaryo bersama CPNS/PPPK Bawaslu Luwu Timur.
Pawennari menjelaskan, masa non-tahapan pemilu dimanfaatkan Bawaslu untuk memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif serta pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai upaya meningkatkan kualitas demokrasi.
"Kesadaran pemilih tidak bisa hanya ditunggu, tetapi harus ditumbuhkan dan diikhtiarkan melalui pendidikan politik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bawaslu secara nasional telah melaksanakan pendidikan pengawasan partisipatif, termasuk di Kabupaten Luwu Timur, dan akan terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta masyarakat sipil.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Luwu Timur Salam Latief menyambut baik langkah konsolidasi tersebut.
"Pendidikan politik ke depan harus menjadi kolaborasi bersama, tidak hanya Bawaslu dan Kesbangpol, tetapi juga partai politik,” tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Kasus Bullying di Luwu Timur Viral, Bupati Irwan Tegaskan Peran Guru dan Sekolah
Kasus dugaan bullying atau perundungan yang terjadi di Kabupaten Luwu Timur dan viral di media sosial mendapat perhatian serius dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Selasa, 20 Jan 2026 13:32
Sulsel
Taekwondo Luwu Timur Dominasi Kejuaraan Nasional, Sabet Juara Umum di Makassar
Pada ajang Battle Of The Maestro Taekwondo Championship yang digelar di Unhas Hotel and Convention Centre, Kota Makassar, 16–18 Januari 2026, kontingen Luwu Timur tampil impresif dan berhasil keluar sebagai juara umum.
Senin, 19 Jan 2026 13:33
Sulsel
Bupati Irwan Sidak Sejumlah OPD Lutim, Tegaskan Kepatuhan Jam Kerja
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam sidak di empat instansi, yakni Disdukcapil, Depot Arsip Dinas Perpustakaan, Badan Kesbangpol, serta DLH Kabupaten Luwu Timur, Rabu (14/01/2026).
Rabu, 14 Jan 2026 14:22
Sulsel
KPU Luwu Timur Gandeng Disdukcapil Perkuat Akurasi Data Pemilih Berkelanjutan
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Luwu Timur, Hamdan menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menjalankan Program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan.
Selasa, 13 Jan 2026 17:41
Sulsel
Atlet Dayung Luwu Timur Bidik Lima Emas di Pra Porprov Mendatang
Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Kabupaten Luwu Timur menargetkan lima medali emas pada ajang Praporprov (Pra Pekan Olahraga Provinsi) mendatang.
Selasa, 13 Jan 2026 14:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
2
Slow Communication di Tengah Histeria Media Sosial
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
5
Kasus Bullying di Luwu Timur Viral, Bupati Irwan Tegaskan Peran Guru dan Sekolah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
2
Slow Communication di Tengah Histeria Media Sosial
3
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
4
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
5
Kasus Bullying di Luwu Timur Viral, Bupati Irwan Tegaskan Peran Guru dan Sekolah