Raker UIN Alauddin Makassar Bahas Strategi Transformasi Menuju Keunggulan 2027

Jum'at, 23 Jan 2026 12:00
Raker UIN Alauddin Makassar Bahas Strategi Transformasi Menuju Keunggulan 2027
Rektor UIN Alauddin Makassar. Prof Hamdan Juhannis saat memberikan sambutannya. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker) bertema Akselerasi Transformasi UIN Alauddin Makassar: Refleksi Capaian 2025, Penguatan Konsolidasi 2026, dan Strategi Inovatif Menyongsong Keunggulan 2027. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 20–21 Januari 2026, di Sultan Alauddin Hotel & Convention.

Raker tersebut dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi berbagai capaian dan inovasi yang dilakukan pimpinan UIN Alauddin Makassar.

“Saya mengapresiasi berbagai gebrakan yang dilakukan pimpinan UIN Alauddin Makassar. Ini menunjukkan bahwa kampus ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Agama tengah merancang pengembangan minimal satu center of excellence di setiap wilayah Indonesia, termasuk di kawasan timur. Menurutnya, UIN Alauddin Makassar menjadi salah satu perguruan tinggi yang dinilai layak untuk peran tersebut.

“Pengembangan ini tentu dilakukan bertahap. Tidak semua perguruan tinggi bisa dikembangkan sekaligus, sehingga harus dipilih kampus yang paling siap dan potensial,” ujarnya.

Sahiron menilai UIN Alauddin memiliki modal kuat, mulai dari keberagaman fakultas hingga keberadaan fakultas kedokteran yang dilengkapi rumah sakit pendidikan. Hal ini dinilai dapat mendukung pengembangan keilmuan, khususnya di kawasan Indonesia timur.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan atas soliditas yang terjaga selama masa kepemimpinannya.

Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema mempersiapkan masa depan umat, yang merupakan turunan dari Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama pada Desember 2025. Menurutnya, mahasiswa menjadi bagian penting dalam konteks tersebut.

“Tema Rakernas ini harus kita turunkan dalam kerja-kerja konkret kampus, dan titik paling strategisnya adalah mempersiapkan masa depan mahasiswa, karena mahasiswa adalah bagian dari umat itu sendiri,” ujar Prof. Hamdan.

Ia menjelaskan, kesiapan mahasiswa menghadapi masa depan dapat dilihat dari kejelasan arah hidup, perencanaan jangka pendek dan panjang, serta kemampuan untuk terus berkembang dengan pola pikir yang bertumbuh.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penguasaan keterampilan non-akademik, seperti komunikasi efektif dan retorika publik.

“Mahasiswa hari ini tidak cukup hanya mengandalkan transkrip nilai, tetapi harus memiliki portofolio dan keterampilan yang dapat menunjukkan kapasitas dirinya di ruang publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Hamdan menyoroti pentingnya penguatan kurikulum yang adaptif, penerapan pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE), serta peningkatan keterlibatan riset antara dosen dan mahasiswa.

Ia juga menilai penguatan karakter, etika, semangat pengabdian, serta peran aktif career center menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi.

“Perguruan tinggi harus menjadi ruang pembentukan karakter dan pengabdian, agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru