LBK Terima Demo, Luruskan Informasi Jalan Sapaya–Malakaji Masuk Proyek Multiyears

Rabu, 15 Apr 2026 21:31
LBK Terima Demo, Luruskan Informasi Jalan Sapaya–Malakaji Masuk Proyek Multiyears
Anggota DPRD Sulsel, LBK menerima demonstrasi mahasiswa asal Gowa menuntut perbaikan Jalan Sapaya-Malakaji. Foto: Humas DPRD Sulsel
Comment
Share
MAKASSAR - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Gowa menggelar aksi unjuk rasa di kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Makassar pada Rabu (15/4/2026).

Massa aksi yang hadir membawa keresahan warga yang selama bertahun-tahun menghadapi akses jalan rusak.

Aksi tersebut diterima oleh Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Lukman B. Kady, yang juga merupakan wakil dari Daerah Pemilihan Gowa–Takalar. Hadir juga Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang.

Di hadapan legislator, massa aksi mendesak kejelasan rencana perbaikan jalan poros Sapaya–Malakaji yang dinilai tak kunjung tersentuh sejak lama, meski menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Menanggapi hal itu, Lukman memastikan bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya telah masuk dalam program pembangunan multiyears Pemprov Sulsel, tepatnya pada paket 2 yang direncanakan dikerjakan hingga 2027.

“Jalan Sapaya–Malakaji itu bukan tidak masuk. Justru sudah masuk dalam paket multiyears dan akan dikerjakan sampai 2027,” jelas Lukman.

Anggota Komisi D DPRD Sulsel ini bilang, ternyata para demonstran menerima informasi yang tidak utuh, bahwa Jalan Provinsi Sapaya-Malakaji tidak dikerjakan.

Menurutnya, banyak warga mengira proyek hanya mencakup ruas Sapaya–Malino, tanpa mengetahui bahwa Sapaya–Malakaji juga termasuk dalam paket pengerjaan.

“Ini lebih ke misskomunikasi. Informasi itu tidak tersampaikan dengan baik, sehingga masyarakat mengira jalan mereka tidak diperhatikan,” ujarnya.

Meski demikian, Lukman tak menampik kondisi jalan di sejumlah titik memang memprihatinkan, salah satunya di kawasan Batu Massongko yang disebut mengalami kerusakan cukup parah.

“Di Batu Massongko itu memang rusaknya berat. Mobil kecil saja sering kesulitan lewat. Ini yang menjadi keluhan utama masyarakat,” tutup Lukman.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru