Berkat Program TJSL PLN, Produk UMKM Rumah BUMN Selayar Tembus Pasar Modern
Kamis, 23 Apr 2026 19:23
Pendampingan rutin oleh Rumah BUMN Selayar yang dikelola oleh PLN UID Sulselrabar kepada pelaku usaha terasi To Riolo sebagai UMKM Binaan. Foto: Istimewa
SELAYAR - Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan daerah dengan gugusan pulau dimana laut menjadi denyut kehidupan sebagian besar masyarakatnya. Sejak awal tahun 2023, disana berdiri sebuah rumah produksi sederhana dari usaha yang dibangun dengan keberanian.
Di tempat kecil itulah, semerbak aroma khas terasi udang menyebar, bercampur dengan harapan dan semangat yang tak pernah padam.
Usaha itu diberi nama To Riolo, oleh Patta Nawang (45). Bukan sekadar produk olahan laut, akan tetapi ini adalah perjalanan tentang ketekunan dan komitmen kuat untuk terus berjuang ditengah kondisi yang terbatas. Sebelum menekuni usaha terasi udang ini, Patta Nawang adalah seorang pedagang pakaian, seperti baju, sepatu, dan tas. Namun kerasnya persaingan pasar membuat usahanya tidak mampu bertahan.
Di kondisi yang sulit itu, Patta Nawang memilih untuk beralih dan memulai kembali semuanya dari awal. Berdua bersama istrinya, dengan modal 7 juta rupiah sisa tabungan, dengan tekad yang kuat ia memutuskan untuk memulai usaha baru.
“Waktu itu kami tidak punya banyak pilihan. Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba, tidak akan pernah tahu hasilnya. Jadi kami mulai saja, pelan-pelan dari rumah,” ujar Patta Nawang.
Nama To Riolo yang berarti orang terdahulu atau leluhur menjadi filosofi yang ia pegang, bahwa kualitas dan kejujuran rasa adalah hal utama yang tidak boleh ditawar.
Dengan modal yang ada awalnya ia memproduksi terasi sebanyak 50 botol, sebagian terasi dibagikan ke tetangga, teman, dan kerabat sebagai bentuk promosi. Dari situlah produknya kemudian dikenal, disukai, dan kepercayaan mulai tumbuh.
Perjalanan usaha ini tentunya tidak selalu mulus. Bahan baku terasi yang berasal dari laut dan tidak selalu ada serta proses pengeringan yang sangat bergantung panas matahari menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, Patta Nawang pernah mengalami kerugian karena mendapat bahan baku yang kualitasnya kurang baik, sehingga tidak ia gunakan.
“Pernah dapat kualitas udangnya tidak bagus, saya tidak mau pakai. Tak apa rugi daripada mengecewakan pelanggan,” tegasnya.
Keteguhan itu membuahkan hasil. Kini, Patta Nawang mampu memproduksi terasi To Riolo setiap harinya paling sedikit 300 hingga 500 botol tergantung cuaca, dengan total produksi mencapai kurang lebih 12 ton per tahun. Usaha yang awalnya hanya dikelola dengan istrinya kini telah memperkerjakan sebanyak 7 orang yang berasal dari lingkungan disekitarnya. Omzet yang dihasilkan kini telah mencapai kurang lebih 70 juta rupiah per bulan.
Produk terasi To Riolo juga memiliki daya tahan cukup lama, mampu tahan hingga satu tahun dan telah berhasil menembus pasar modern, tersedia di beberapa minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kota Makassar.
Di balik usaha yang berkembang perlahan tapi pasti tersebut, terdapat peran penting Rumah BUMN Selayar yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Melalui Rumah BUMN Selayar, Patta Nawang menjadi salah satu UMKM binaan yang kemudian mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, sertifikasi, hingga bantuan alat produksi yang tentunya dapat mendorong peningkatan usahanya.
“Menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar, saya merasa sangat terbantu. Saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, sampai akhirnya produk saya bisa masuk ke supermarket. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui program TJSL PLN Peduli, kami ingin memastikan UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Rumah BUMN hadir sebagai fasilitator agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pasar yang lebih luas," ujar Edyansyah.
Edyansyah pun menambahkan produk UMKM seperti terasi To Riolo ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal pun mampu bersaing.
"Dengan komitmen yang kuat untuk tetap mempertahankan kualitas ditengah keterbatasan yang ada, produk terasi To Riolo ini mampu bersaing dan bertahan, bahkan terus berkembang," tambahnya.
Kini, bagi Patta Nawang, usaha ini bukan sekadar ladang penghasilan, tetapi juga tentang harapan yang terus berkembang dan bisa memberikan dampak.
Di tempat kecil itulah, semerbak aroma khas terasi udang menyebar, bercampur dengan harapan dan semangat yang tak pernah padam.
Usaha itu diberi nama To Riolo, oleh Patta Nawang (45). Bukan sekadar produk olahan laut, akan tetapi ini adalah perjalanan tentang ketekunan dan komitmen kuat untuk terus berjuang ditengah kondisi yang terbatas. Sebelum menekuni usaha terasi udang ini, Patta Nawang adalah seorang pedagang pakaian, seperti baju, sepatu, dan tas. Namun kerasnya persaingan pasar membuat usahanya tidak mampu bertahan.
Di kondisi yang sulit itu, Patta Nawang memilih untuk beralih dan memulai kembali semuanya dari awal. Berdua bersama istrinya, dengan modal 7 juta rupiah sisa tabungan, dengan tekad yang kuat ia memutuskan untuk memulai usaha baru.
“Waktu itu kami tidak punya banyak pilihan. Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba, tidak akan pernah tahu hasilnya. Jadi kami mulai saja, pelan-pelan dari rumah,” ujar Patta Nawang.
Nama To Riolo yang berarti orang terdahulu atau leluhur menjadi filosofi yang ia pegang, bahwa kualitas dan kejujuran rasa adalah hal utama yang tidak boleh ditawar.
Dengan modal yang ada awalnya ia memproduksi terasi sebanyak 50 botol, sebagian terasi dibagikan ke tetangga, teman, dan kerabat sebagai bentuk promosi. Dari situlah produknya kemudian dikenal, disukai, dan kepercayaan mulai tumbuh.
Perjalanan usaha ini tentunya tidak selalu mulus. Bahan baku terasi yang berasal dari laut dan tidak selalu ada serta proses pengeringan yang sangat bergantung panas matahari menjadi tantangan tersendiri. Bahkan, Patta Nawang pernah mengalami kerugian karena mendapat bahan baku yang kualitasnya kurang baik, sehingga tidak ia gunakan.
“Pernah dapat kualitas udangnya tidak bagus, saya tidak mau pakai. Tak apa rugi daripada mengecewakan pelanggan,” tegasnya.
Keteguhan itu membuahkan hasil. Kini, Patta Nawang mampu memproduksi terasi To Riolo setiap harinya paling sedikit 300 hingga 500 botol tergantung cuaca, dengan total produksi mencapai kurang lebih 12 ton per tahun. Usaha yang awalnya hanya dikelola dengan istrinya kini telah memperkerjakan sebanyak 7 orang yang berasal dari lingkungan disekitarnya. Omzet yang dihasilkan kini telah mencapai kurang lebih 70 juta rupiah per bulan.
Produk terasi To Riolo juga memiliki daya tahan cukup lama, mampu tahan hingga satu tahun dan telah berhasil menembus pasar modern, tersedia di beberapa minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kota Makassar.
Di balik usaha yang berkembang perlahan tapi pasti tersebut, terdapat peran penting Rumah BUMN Selayar yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.
Melalui Rumah BUMN Selayar, Patta Nawang menjadi salah satu UMKM binaan yang kemudian mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, sertifikasi, hingga bantuan alat produksi yang tentunya dapat mendorong peningkatan usahanya.
“Menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar, saya merasa sangat terbantu. Saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, sampai akhirnya produk saya bisa masuk ke supermarket. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui program TJSL PLN Peduli, kami ingin memastikan UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Rumah BUMN hadir sebagai fasilitator agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pasar yang lebih luas," ujar Edyansyah.
Edyansyah pun menambahkan produk UMKM seperti terasi To Riolo ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal pun mampu bersaing.
"Dengan komitmen yang kuat untuk tetap mempertahankan kualitas ditengah keterbatasan yang ada, produk terasi To Riolo ini mampu bersaing dan bertahan, bahkan terus berkembang," tambahnya.
Kini, bagi Patta Nawang, usaha ini bukan sekadar ladang penghasilan, tetapi juga tentang harapan yang terus berkembang dan bisa memberikan dampak.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
PLN UIP Sulawesi Perkuat Integritas, Keselamatan Kerja, dan Pelayanan Inklusif
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menggelar sosialisasi kepada Tenaga Alih Daya (TAD) di lingkungan kerja PLN UIP Sulawesi, Kamis (16/4/2026), di Kantor PLN UIP Sulawesi.
Rabu, 22 Apr 2026 13:06
Makassar City
PLN UIP Sulawesi Raih Penghargaan atas Program Siaga Bencana di Makassar
PLN UIP Sulawesi menerima penghargaan dari Pemkot Makassar atas kontribusinya dalam program Kampung Siaga Bencana melalui inisiatif Katimbang Siaga Bencana.
Jum'at, 17 Apr 2026 18:39
News
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mandiri Donor Darah yang dilaksanakan di lebih dari 10 kota dan kabupaten di Indonesia, dengan melibatkan sekitar 2.800 pendonor secara nasional.
Jum'at, 17 Apr 2026 08:08
Ekbis
Audiensi GM PLN UIP Sulawesi, Gubernur Perkuat Dukungan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, bersama jajaran melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman
Kamis, 16 Apr 2026 11:29
News
PLN dan Warga Katimbang Tanam 400 Pohon untuk Cegah Banjir
Melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi dan masyarakat yang tergabung dalam Katimbang Siaga Bencana (KSB), sebanyak 400 pohon ditanam di kawasan tersebut pada Jumat (10/4).
Selasa, 14 Apr 2026 15:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PW PARMUSI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi Bela Nama Baik Jusuf Kalla
2
Pupuk Indonesia Gandeng Media Tekan Hoaks Penyaluran Pupuk Subsidi
3
NIPAH PARK Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Sosial di Momentum HUT ke-8
4
Milad ke-42 Athirah: Tumbuh Pesat, Prestasi Kian Melesat
5
Tiga Kandidat Bertarung di PKB Maros, Havid S Fasha Jadi Figur Terkuat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PW PARMUSI Sulsel Tegaskan Sikap Resmi Bela Nama Baik Jusuf Kalla
2
Pupuk Indonesia Gandeng Media Tekan Hoaks Penyaluran Pupuk Subsidi
3
NIPAH PARK Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian Sosial di Momentum HUT ke-8
4
Milad ke-42 Athirah: Tumbuh Pesat, Prestasi Kian Melesat
5
Tiga Kandidat Bertarung di PKB Maros, Havid S Fasha Jadi Figur Terkuat