Karantina Sulsel & Pemkab Barru Awasi Distribusi Sapi Kurban dari Pelabuhan Garongkong
Kamis, 30 Apr 2026 08:13
Petugas Karantina Sulsel dan Pemkab Barru menjalin sinergi lewat pemeriksaan ketat terhadap lalu lintas hewan kurban di Pelabuhan Garongkong. Foto/Istimewa
BARRU - Menjelang Hari Raya Iduladha, pergerakan ternak di berbagai titik distribusi utama mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tempat ratusan sapi diperiksa sebelum diberangkatkan ke luar daerah.
Sebanyak 113 ekor sapi yang akan dikirim ke Batu Licin, Kalimantan Selatan, menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas karantina. Proses ini merupakan bagian dari langkah pencegahan terhadap penyebaran penyakit hewan menular.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menjelaskan bahwa dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban, pengawasan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulsel turut diperketat dan dilakukan secara terukur.
“Setiap sapi yang akan diberangkatkan wajib melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan. Kami memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” ujarnya.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap ratusan sapi tersebut, termasuk pengambilan sampel darah untuk diuji di laboratorium. Langkah ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya paparan brucellosis, salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian dalam distribusi ternak antarwilayah.
Chadidjah menegaskan bahwa pengendalian brucellosis menjadi prioritas karena dampaknya cukup besar terhadap produktivitas ternak serta keberlanjutan usaha peternakan. Selain itu, aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi fokus untuk memberikan jaminan kepada masyarakat.
Di tengah proses tersebut, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, turut meninjau langsung kesiapan instalasi karantina hewan milik Karantina Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan seluruh prosedur berjalan optimal menjelang lonjakan distribusi ternak.
Dalam kesempatan itu, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi atas pengawasan ketat dan sistematis yang dilakukan oleh Karantina Sulawesi Selatan. Ia menilai kesiapan fasilitas karantina memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan ternak yang akan dikirim ke luar daerah.
"Jaminan kesehatan ternak dapat meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga Barru harus menjadi pemerintahan yang aware terhadap pemilik ternak dan konsumen dari hulu sampai hilir," tutur Bupati Andi Ina.
Selain pemeriksaan kesehatan, Chadidjah menambahkan bahwa petugas juga melakukan verifikasi dokumen serta pencocokan jumlah dan identitas ternak. Seluruh tahapan ini merupakan bagian dari sistem pengawasan terpadu guna mencegah penyebaran penyakit.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” tutup Chadidjah.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap hewan kurban yang didistribusikan kepada masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga dalam kondisi sehat dan aman, khususnya menjelang Iduladha.
Sebanyak 113 ekor sapi yang akan dikirim ke Batu Licin, Kalimantan Selatan, menjalani serangkaian pemeriksaan oleh petugas karantina. Proses ini merupakan bagian dari langkah pencegahan terhadap penyebaran penyakit hewan menular.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menjelaskan bahwa dengan meningkatnya kebutuhan hewan kurban, pengawasan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulsel turut diperketat dan dilakukan secara terukur.
“Setiap sapi yang akan diberangkatkan wajib melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan. Kami memastikan ternak yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan memenuhi seluruh persyaratan karantina,” ujarnya.
Petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap ratusan sapi tersebut, termasuk pengambilan sampel darah untuk diuji di laboratorium. Langkah ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya paparan brucellosis, salah satu penyakit menular yang menjadi perhatian dalam distribusi ternak antarwilayah.
Chadidjah menegaskan bahwa pengendalian brucellosis menjadi prioritas karena dampaknya cukup besar terhadap produktivitas ternak serta keberlanjutan usaha peternakan. Selain itu, aspek keamanan pangan asal hewan juga menjadi fokus untuk memberikan jaminan kepada masyarakat.
Di tengah proses tersebut, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, turut meninjau langsung kesiapan instalasi karantina hewan milik Karantina Sulawesi Selatan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan seluruh prosedur berjalan optimal menjelang lonjakan distribusi ternak.
Dalam kesempatan itu, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi atas pengawasan ketat dan sistematis yang dilakukan oleh Karantina Sulawesi Selatan. Ia menilai kesiapan fasilitas karantina memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan kesehatan ternak yang akan dikirim ke luar daerah.
"Jaminan kesehatan ternak dapat meningkatkan nilai ekonomi. Sehingga Barru harus menjadi pemerintahan yang aware terhadap pemilik ternak dan konsumen dari hulu sampai hilir," tutur Bupati Andi Ina.
Selain pemeriksaan kesehatan, Chadidjah menambahkan bahwa petugas juga melakukan verifikasi dokumen serta pencocokan jumlah dan identitas ternak. Seluruh tahapan ini merupakan bagian dari sistem pengawasan terpadu guna mencegah penyebaran penyakit.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Karantina dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas distribusi ternak. Kepatuhan terhadap prosedur karantina diharapkan dapat terus ditingkatkan oleh seluruh pelaku usaha dan peternak,” tutup Chadidjah.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap hewan kurban yang didistribusikan kepada masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga dalam kondisi sehat dan aman, khususnya menjelang Iduladha.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Siapkan 500 Paket Daging Kurban untuk Warga
Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan sekitar 500 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Iduladha tahun ini.
Rabu, 29 Apr 2026 15:40
Sulsel
BBVet Maros Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros memastikan kesiapan dalam mengawasi kesehatan hewan kurban yang akan diperdagangkan di Sulawesi Selatan.
Selasa, 28 Apr 2026 14:53
News
Penjualan Sapi Kurban di Maros Meningkat Meski Harga Naik
Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan sapi kurban di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai mengalami peningkatan. Meski harga naik, minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi.
Senin, 27 Apr 2026 17:29
News
Modernisasi Laboratorium Barantin Butuh Rp5 Triliun, Target Setara Negara Maju 2027
Salah satu upaya utamanya adalah modernisasi seluruh laboratorium karantina di Indonesia dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.
Kamis, 23 Apr 2026 17:15
News
Karantina Sulsel Amankan Kepiting Kenari di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Sulawesi Selatan menahan sebanyak 53 ekor kepiting kenari (Birgus latro) di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Kamis, 26 Mar 2026 10:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
5
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tambang Diduga Tanpa Izin Beroperasi di Bontoramba Jeneponto, Polisi Cek Lokasi
2
Siswa Athirah Belajar Sains Maritim dari Proses Pembuatan Kapal Phinisi di Tana Beru
3
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
4
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
5
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block