Satgas MBG Parepare Instruksikan Dapur SPPG Serap Telur Peternak Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 13:33
Satgas MBG Parepare Instruksikan Dapur SPPG Serap Telur Peternak Lokal
Seorang Peternak yang tengah menyusun telur di gudang penyimpanannya. Foto: Istimewa
Comment
Share
PAREPARE - Keluhan peternak ayam petelur terkait minimnya penyerapan bahan baku oleh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Parepare mendapat respons dari tim percepatan program MBG setempat.

Ketua Satgas Percepatan MBG Kota Parepare, Hermanto, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengutamakan penyerapan bahan baku dari peternak lokal.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh dapur MBG untuk melakukan penyerapan bahan baku dari peternak lokal,” ujar Hermanto.

Namun demikian, ia juga meminta peternak lokal melakukan penyesuaian harga agar tetap kompetitif dibanding harga pasaran di daerah lain.

“Dengan catatan, harga yang ditawarkan tidak terlalu jauh dari harga yang ada di daerah lain,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah peternak di Parepare mengeluhkan stok telur yang menumpuk di gudang akibat menurunnya permintaan pasar, termasuk dari dapur MBG.

Salah seorang peternak ayam petelur, Jamil mengaku penyerapan telur oleh dapur MBG saat ini jauh berkurang dibanding awal program berjalan.

“Dulu telur dari peternak lokal masih diserap oleh dapur-dapur MBG. Namun sekarang, dengan kabar banyaknya dapur MBG yang tidak beroperasi membuat penyerapan telur di peternak sudah tidak ada lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat peternak harus mencari cara agar stok telur tidak menumpuk terlalu lama di gudang dan menyebabkan kerugian lebih besar.

Jamil menuturkan sebagian telur terpaksa didistribusikan lebih dahulu kepada pelanggan tetap dengan sistem pembayaran tempo.

“Lebih baik diberikan dulu kepada pelanggan dan dibayar belakangan. Kalau tidak seperti itu, kami bisa rugi besar karena stok terus menumpuk di gudang,” katanya.

Ia juga mengaku harus meminjam dana dari keluarga untuk menutupi biaya operasional usaha di tengah tingginya harga pakan dan lemahnya penyerapan pasar.

Isu ini menunjukkan tantangan dalam implementasi rantai pasok lokal program MBG. Di satu sisi pemerintah mendorong pelibatan peternak daerah, tetapi di sisi lain keberlanjutan penyerapan bahan baku masih bergantung pada operasional dapur, harga pasar, dan mekanisme distribusi di lapangan.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru