Kebakaran Hanguskan Rumah Kos di Panaikang Makassar, 12 Unit Damkar Dikerahkan
Selasa, 09 Jun 2026 07:16
Situasi kebakaran di Jalan Angkasa 6, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (8/6/2026) malam. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah kos di Jalan Angkasa 6, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Senin (8/6/2026) malam.
Api yang muncul di kawasan permukiman padat penduduk itu juga merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan 12 unit armada untuk memadamkan kobaran api.
Komandan Regu (Danton) 3 Damkarmat Kota Makassar, Andi Haris, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.25 Wita dan langsung menuju lokasi kejadian.
"Kami mendapatkan laporan adanya kebakaran di Jalan Angkasa 6. Begitu kami mendapat laporan, kami langsung meluncur ke lokasi kejadian," katanya kepada wartawan.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari salah satu kamar kos. Kobaran api kemudian menyambar sebuah rumah kos panggung dan sebuah kios milik warga.
"Kalau di sini belum ada (jumlah petak), hanya dua unit rumah saja (rumah kos dan kios). Iya, infonya kos-kosan. Belum diketahui (dugaan penyebab kebakaran)," ungkapnya.
Untuk memadamkan api, Damkarmat Kota Makassar menurunkan empat unit armada dari Posko Timur dan delapan unit dari Posko Mako, sehingga total terdapat 12 unit kendaraan pemadam yang diterjunkan ke lokasi.
Andi Haris mengatakan tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman. Namun, akses menuju lokasi cukup menyulitkan karena kondisi lorong yang sempit.
"Jadi kendala tidak ada, kendalanya itu hanya akses masuk ke lorong saja karena lorongnya sempit, sehingga mobil besar sulit masuk," ujarnya.
Pemilik rumah kos, Popi (57), mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga saat dirinya sedang makan.
"Saya sementara lagi makan, terus tetanggaku berteriak ada kebakaran. Kemudian saya lihat langsung api dari lantai 2 rumahku, saya langsung menyelamatkan barang dan lari keluar rumah," tuturnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran listrik di sekitar area kebakaran sempat dipadamkan selama proses penanganan. Warga juga terlihat bergotong royong membantu petugas memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
Api yang muncul di kawasan permukiman padat penduduk itu juga merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengerahkan 12 unit armada untuk memadamkan kobaran api.
Komandan Regu (Danton) 3 Damkarmat Kota Makassar, Andi Haris, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.25 Wita dan langsung menuju lokasi kejadian.
"Kami mendapatkan laporan adanya kebakaran di Jalan Angkasa 6. Begitu kami mendapat laporan, kami langsung meluncur ke lokasi kejadian," katanya kepada wartawan.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari salah satu kamar kos. Kobaran api kemudian menyambar sebuah rumah kos panggung dan sebuah kios milik warga.
"Kalau di sini belum ada (jumlah petak), hanya dua unit rumah saja (rumah kos dan kios). Iya, infonya kos-kosan. Belum diketahui (dugaan penyebab kebakaran)," ungkapnya.
Untuk memadamkan api, Damkarmat Kota Makassar menurunkan empat unit armada dari Posko Timur dan delapan unit dari Posko Mako, sehingga total terdapat 12 unit kendaraan pemadam yang diterjunkan ke lokasi.
Andi Haris mengatakan tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman. Namun, akses menuju lokasi cukup menyulitkan karena kondisi lorong yang sempit.
"Jadi kendala tidak ada, kendalanya itu hanya akses masuk ke lorong saja karena lorongnya sempit, sehingga mobil besar sulit masuk," ujarnya.
Pemilik rumah kos, Popi (57), mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga saat dirinya sedang makan.
"Saya sementara lagi makan, terus tetanggaku berteriak ada kebakaran. Kemudian saya lihat langsung api dari lantai 2 rumahku, saya langsung menyelamatkan barang dan lari keluar rumah," tuturnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit hingga api berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran listrik di sekitar area kebakaran sempat dipadamkan selama proses penanganan. Warga juga terlihat bergotong royong membantu petugas memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Wabup Gowa Pastikan Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Berjalan Cepat
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, meninjau langsung lokasi kebakaran di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Jumat (29/5).
Jum'at, 29 Mei 2026 20:46
News
Pascakebakaran, RSUD Syekh Yusuf dan Polisi Lakukan Pendataan Kerugian
Manajemen RSUD Syekh Yusuf memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran yang terjadi di lingkungan rumah sakit tersebut, Jumat (29/5/2026).
Jum'at, 29 Mei 2026 18:44
News
Kebakaran Terkendali, Manajemen RSUD Syekh Yusuf Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Manajemen RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa memastikan seluruh pasien berhasil dievakuasi dengan aman dalam insiden kebakaran yang terjadi di area rumah sakit pada Jumat (29/5/2026) siang.
Jum'at, 29 Mei 2026 17:13
News
RSUD Syekh Yusuf Gowa Kebakaran, Sejumlah Pasien Dipindahkan ke Lokasi Aman
Kebakaran melanda RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Jumat (29/5/2026) siang. Kobaran api dilaporkan muncul dari gedung instalasi radiologi dan menyebabkan kepanikan di lingkungan rumah sakit.
Jum'at, 29 Mei 2026 16:17
Sulsel
Hari Kartini, Anggota DPR RI Meity Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Jeneponto
Anggota DPR RI, Dr. Hj. Meity Rahmatia, mengunjungi ibu-ibu dan anak-anak korban kebakaran di Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (20/4/2026).
Selasa, 21 Apr 2026 12:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
5
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PLN UID Sulselrabar Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Electrifying Agriculture
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
5
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis