Peringati 10 Muharram, Warga Parepare Borong Baskom hingga Ember
Kamis, 25 Jun 2026 11:22
Setiap memperingati 10 muharram, masyarakat Kota Parepare berbondong-bondong untuk membeli perlengkapan yang baru sebagai simbol menampung rezeki. Foto: Istimewa
PAREPARE - Setiap memperingati 10 muharram, masyarakat Kota Parepare berbondong-bondong untuk membeli perlengkapan yang baru sebagai simbol menampung rezeki. Hal tersebut sudah menjadi tradisi yang dilakukan sejak dulu.
Membeli wadah tempat penyimpanan memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat Bugis. Wadah yang dibeli berupa baskom, gayung hingga ember.
Salah satu masyarakat Kota Parepare yang sedang berbelanja di hari 10 muharram, Hj Marwah mengatakan bahwa membeli barang yang baru merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang sudah sejak lama dilakukan masyarakat Bugis di hari 10 muharram.
"Orang tua dulu mengatakan bahwa membeli wadah di 10 muharram merupakan tempat untuk menimba rezeki," katanya pada Kamis (25/06/2026).
Hj Marwah mengatakan, tiap tahunnya pasti membeli wadah berupa ember, gayung, baskom dan wadah lainnya yang dapat menjadi simbol penampung rezeki.
"Tiap tahun kita pasti beli. Kalau bukan ember, baskom, atau gayung. Ini sudah menjadi tradisi kita sebagai orang bugis," ujar Hj Marwah.
Sama halnya dengan pedagang perlengkapan rumah tangga, Hj Suriani mengatakan bahwa masyarakat Bugis pasti akan membeli wadah baru di 10 muharram yang merupakan sebuah tradisi.
"Kalau orang Bugis itu setiap 10 muharram pasti membeli barang-barang yang baru. Dan itu sudah menjadi tradisi kami di suku Bugis," ungkap Hj Suriani.
Dia menjelaskan bahwa tradisi 10 muharram di suku Bugis pastinya akan membeli minimal satu barang. Yang paling banyak menjadi incaran para pembelian biasanya yang berupa wadah penyimpanan.
"Yang paling banyak biasanya di beli itu seperti panci, rantang, baskom. Yang jelasnya, bisa dijadikan tempat penyimpanan," tegasnya.
Membeli wadah tempat penyimpanan memiliki arti yang mendalam bagi masyarakat Bugis. Wadah yang dibeli berupa baskom, gayung hingga ember.
Salah satu masyarakat Kota Parepare yang sedang berbelanja di hari 10 muharram, Hj Marwah mengatakan bahwa membeli barang yang baru merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang sudah sejak lama dilakukan masyarakat Bugis di hari 10 muharram.
"Orang tua dulu mengatakan bahwa membeli wadah di 10 muharram merupakan tempat untuk menimba rezeki," katanya pada Kamis (25/06/2026).
Hj Marwah mengatakan, tiap tahunnya pasti membeli wadah berupa ember, gayung, baskom dan wadah lainnya yang dapat menjadi simbol penampung rezeki.
"Tiap tahun kita pasti beli. Kalau bukan ember, baskom, atau gayung. Ini sudah menjadi tradisi kita sebagai orang bugis," ujar Hj Marwah.
Sama halnya dengan pedagang perlengkapan rumah tangga, Hj Suriani mengatakan bahwa masyarakat Bugis pasti akan membeli wadah baru di 10 muharram yang merupakan sebuah tradisi.
"Kalau orang Bugis itu setiap 10 muharram pasti membeli barang-barang yang baru. Dan itu sudah menjadi tradisi kami di suku Bugis," ungkap Hj Suriani.
Dia menjelaskan bahwa tradisi 10 muharram di suku Bugis pastinya akan membeli minimal satu barang. Yang paling banyak menjadi incaran para pembelian biasanya yang berupa wadah penyimpanan.
"Yang paling banyak biasanya di beli itu seperti panci, rantang, baskom. Yang jelasnya, bisa dijadikan tempat penyimpanan," tegasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Peringati Tahun Baru Islam, Pemkab Bantaeng Gelar Pawai dan Taban Pohon
Pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng dan Pengurus Masjid Agung Syekh Abdul Gani menggelar Pawai Hijraturrasul.
Selasa, 16 Jun 2026 16:25
News
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
SETIAP 1 Muharram, linimasa dipenuhi ucapan “Selamat Tahun Baru Islam.” Masjid ramai. Spanduk terbentang. Ceramah digelar. Doa dipanjatkan. Tetapi setelah itu, kita kembali menjadi pribadi yang sama. Yang berubah hanya angka di kalender, bukan karakter.
Selasa, 16 Jun 2026 10:09
Sulsel
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Parepare
Polemik tunjangan perumahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare terus bergulir. Dari hasil audit yang dilakukan pihak kepolisian, ditemukan kerugian negara mencapai Rp4 milyar rupiah.
Senin, 15 Jun 2026 18:57
Sulsel
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Parepare tidak hanya hadir sebagai tempat pengisian daya, tetapi juga berkembang menjadi ruang tunggu yang nyaman bagi pengguna.
Rabu, 10 Jun 2026 15:29
Sulsel
Dinkes Periksa Dapur dan Depot Air Lapas Parepare, Hasilnya Kategori Baik
Dinkes Kota Parepare bersama dengan Puskesmas Lompoe melaksanakan inspeksi higiene dan sanitasi terhadap depot air minum dan dapur di lingkungan Lapas Kelas IIA Parepare.
Rabu, 10 Jun 2026 11:50
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
2
OJK Perkuat Sinergi dengan Polisi & Jaksa Tangani Kejahatan Keuangan
3
Pendampingan Astra Bantu Rumah Koran Kembangkan Kanreapia hingga Raih Kalpataru
4
Anggota DPRD Jeneponto Digugat ke PN atas Dugaan Wanprestasi Investasi Batu Bara
5
Tanggapi Gugatan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Jeneponto Sebut Murni Sengketa Bisnis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
2
OJK Perkuat Sinergi dengan Polisi & Jaksa Tangani Kejahatan Keuangan
3
Pendampingan Astra Bantu Rumah Koran Kembangkan Kanreapia hingga Raih Kalpataru
4
Anggota DPRD Jeneponto Digugat ke PN atas Dugaan Wanprestasi Investasi Batu Bara
5
Tanggapi Gugatan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Jeneponto Sebut Murni Sengketa Bisnis