Suara DPD II Mulai Terbelah, Diskresi IAS jadi Magnet Kuat Galang Dukungan

Senin, 29 Jun 2026 11:22
Suara DPD II Mulai Terbelah, Diskresi IAS jadi Magnet Kuat Galang Dukungan
IAS telah mengumpulkan DPD Golkar kabupaten/kota di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar pada Ahad (28/06/2026). Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Suara DPD II kabupaten/kota mulai terbelah menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang mengantongi diskresi menjadi magnet kuat untuk menarik sejumlah dukungan pemilik suara.

IAS telah mengumpulkan DPD Golkar kabupaten/kota di kediamannya di Jalan Batu Putih, Makassar pada Ahad (28/06/2026). Sekira 11 DPD II hadir dan juga sayap partai yakni MKGR, AMPG hingga Soksi.

Di antaranya Ketua Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin. Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso (RMB), Ketua Golkar Barru Rahman Pina, Ketua Golkar Tana Toraja Victor Datuan Batara (VDB).

Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, Ketua Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, Ketua Golkar Bone, Andi Fahsar Padjalangi dan Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin.

Sementara Golkar Bulukumba, Sidrap, Maros mengutus sekretarisnya. Hadir juga Ketua MKGR Sulsel yang juga Eks Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe.

"Pertemuan hari ini adalah bagian dari proses konsolidasi yang saya lakukan, karena mengingat keterbatasan waktu saya untuk keliling ke-24 daerah bertemu dengan ketua-ketua DPD II. Sehingga saya coba mencari ruang," kata IAS kepada awak media usai pertemuan.

IAS membeberkan, Musda baru akan digelar bila dirinya sudah melakukan konsolidasi terlebih dahulu dengan kader di Sulsel. Ia bilang, pernyataan itu merupakan salah satu pesan Ketua Umum, Bahlil Lahadalia.

"Ini kita sudah sampaikan tadi, Pak Ketum (Bahlil) bilang, 'Gini Kak Aco, konsolidasi dulu'. Jadi hasil pertemuan ini yang saya akan sampaikan kepada Ketum. Mungkin kalau dia sudah siap, dia menyesuaikan waktunya, karena beliau yang mau hadir di Musda Golkar Sulsel," beber IAS.

"Jadi Pak Ketum memerintahkan saya untuk konsolidasi dulu makanya pertemuan bersama DPD II dan ormas Golkar dilakukan hari ini," lanjutnya.

Dalam pertemuan formal yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu, IAS juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pengurus DPD II yang hadir atau yang diwakilkan, untuk hadir pada pertemuan tersebut.

"Teman-teman juga memberi apresiasi. Kedua, saya mencoba memberikan gambaran bahwa tantangan kita ke depan ini tidak mudah, sehingga yang kita perlu bangun adalah kolaborasi kebersamaan dan tidak hanya pada tatanan DPD I Golkar Sulsel dan DPD II Kabupaten dan Kota, tetapi sampai pada akar rumputnya," bebernya.

Hadirnya DPD II kabupaten/kota dalam kondolidasi IAS membuat suara dukungan menjadi terbelah jelang Musda Golkar Sulsel. Munafri Arifuddin sebelumnya mengklaim telah mengantongi 21 dukungan. Hanya saja sebagian, juga hadir dalam pertemuan IAS.

Sebelumnya, IAS telah bertemu dengan Appi di di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar, pada Jumat (26/6/2026) malam. Ia melaporkan hasil surat rekomendasi diskresi yang diterimanya dari Ketum Bahlil Lahadalia pada dua hari sebelumya.

"Saya menyampaikan (kepada Appi) sebagai rasa hormat saya sebagai kader yang diberi amanah oleh pengurus pusat (DPP Golkar)," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, IAS mengajak Appi untuk berkolaborasi pada musda mendatang. Hanya saja, kata IAS, Appi memilih jalan berbeda. Appi disebut masih ingin maju juga sebagai kandidat.

"Saya menyampaikan dan saya mengajak. Tapi beliau bilang ‘saya juga punya suara, tetapi saya masih dapat dukungan dari teman-teman (DPD II), jadi biarkanlah kita berjalan'. Saya bilang oke kalau begitu," bebernya.

Terkait isi surat rekomendasi diskresi, IAS mengaku sifatnya normatif. Menurutnya, diskresi memang diberikan kepada mereka yang punya batu sandungan untuk memenuhi syarat formal maju sebagai bakal calon.

"Tetapi sebenarnya itu menjadi sebuah simbol bahwa DPP Golkar menginginkan ini. Karena kalau tidak, kan tidak dikeluarkan. Dan tidak pernah ada diskresi itu lebih dari satu. Kalau orang bilang yang lalu ada dua, ya memang dua, tapi kan batal satunya, begitu muncul dibatalkan yang satu," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut IAS, pada pertemuan tertutup dengan sejumlah pengurus DPD II dan kader senior Golkar di kediamannya, sejumlah senior Golkar memberikan penjelaskan kepada peserta yang hadir.

"Makanya senior-senior Golkar, ketua-ketua DPD II yang paham betul tentang mekanisme itu, ya ini semua seperti Ketua Golkar Soppeng, Ketua Golkar Bone, Ketua Golkar Tana Toraja, itu kan orang-orang yang paham semua bagaimana proses dinamikanya dalam berpartai sehingga dia harus mengambil sikap dan kita tegak lurus atas keputusan DPP Golkar," tandasnya.

Sementara itu, menjelang pelaksanaan Musda ke‑XI Partai Golkar Sulsel, panitia penyelenggara semakin memperketat dan mempercepat seluruh tahapan persiapan.

Secara keseluruhan teknis rangkaian kegiatan dinyatakan sudah hampir selesai, mulai dari rencana penjemputan ketua umum dan pengurus pusat hingga teknis pelaksanaan acara yang direncanakan akan berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar dalam waktu dekat ini.

Ketua Panitia, Lukman B. Kady, menegaskan bahwa pelaksanaan sudah sangat dekat. Penetapan tanggal pasti memang belum ada , tapi aromanya sudah tercium. Selanjutnya sisa menanti tanggal resmi dengan menunggu arahan DPP.

“Secara teknis seluruh persiapan sudah kami siapkan sepenuhnya. Lokasi pelaksanaan sudah ditetapkan di Hotel Claro. Saat ini kita tinggal menunggu momen resmi yang akan ditetapkan oleh pimpinan pusat,” jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru