Peringatan Harganas di Bantaeng Soroti Pengasuhan Anak dan Pencegahan Stunting
Senin, 29 Jun 2026 19:41
Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Harganas 2026. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
BANTAENG - Pemerintah Kabupaten Bantaeng menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Senin (29/6/2026).
Dalam pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang dibacakan Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, keluarga disebut sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan era VUCA yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan kebingungan arah.
"Dalam era VUCA, yang ditandai dengan perubahan yang cepat (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan kebingungan arah (ambiguity), transformasi kualitas sumber daya manusia tidak boleh ditunda. Pembangunan SDM harus dimulai sejak dalam kandungan melalui pengasuhan keluarga yang berkualitas," tuturnya.
Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa pembangunan keluarga bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi perhatian. Disebutkan bahwa tanggung jawab pengasuhan tidak hanya berada pada ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan ayah baik secara fisik maupun emosional untuk mendukung perkembangan karakter dan kepribadian anak.
Pada momentum Harganas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yakni Korpri, Baznas, IDI, SMK Negeri 1 Bantaeng, Klinik Utama DOI 79 Bantayan, dan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB).
Penghargaan turut diberikan kepada PAUD Kartini yang menjadi pemenang Apresiasi Gerakan Asri Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Program TAMASYA merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui lingkungan penitipan anak yang ramah dan berkualitas.
Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang dibacakan Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, keluarga disebut sebagai fondasi utama pembangunan bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan era VUCA yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan kebingungan arah.
"Dalam era VUCA, yang ditandai dengan perubahan yang cepat (volatility), ketidakpastian (uncertainty), kompleksitas (complexity), dan kebingungan arah (ambiguity), transformasi kualitas sumber daya manusia tidak boleh ditunda. Pembangunan SDM harus dimulai sejak dalam kandungan melalui pengasuhan keluarga yang berkualitas," tuturnya.
Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa pembangunan keluarga bertumpu pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menjadi perhatian. Disebutkan bahwa tanggung jawab pengasuhan tidak hanya berada pada ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan ayah baik secara fisik maupun emosional untuk mendukung perkembangan karakter dan kepribadian anak.
Pada momentum Harganas tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yakni Korpri, Baznas, IDI, SMK Negeri 1 Bantaeng, Klinik Utama DOI 79 Bantayan, dan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPKB).
Penghargaan turut diberikan kepada PAUD Kartini yang menjadi pemenang Apresiasi Gerakan Asri Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Program TAMASYA merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui lingkungan penitipan anak yang ramah dan berkualitas.
Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
(MAN)
Berita Terkait
News
Bupati dan Wabup Bantaeng Ikuti Sidang Tahunan MPR Secara Virtual
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI serta menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.
Jum'at, 14 Agu 2026 19:48
Sulsel
40 Hari Mengabdi, 764 Mahasiswa KKN Unhas Tinggalkan Bantaeng
Sebanyak 764 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di Kabupaten Bantaeng.
Jum'at, 14 Agu 2026 06:21
Sulsel
Bupati Bantaeng Resmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap III
Jembatan Perintis Garuda Tahap III Tahun 2026 di Kampung Libboa, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng, resmi digunakan.
Kamis, 13 Agu 2026 23:33
Sulsel
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama DPRD Kabupaten Bantaeng menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Rabu, 12 Agu 2026 22:01
Sulsel
409 Mahasiswa UIN Alauddin Mengabdi di Bantaeng
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menerima 409 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan ke-79 di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (12/8).
Rabu, 12 Agu 2026 21:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
2
Administrasi Rampung, Pemkot Makassar Siapkan Job Fit Eselon II
3
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
4
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
5
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar