Tinjau Urban Farming di Manggala, Munafri Puji Ketelatenan Warga KWT Cinta
Jum'at, 14 Agu 2026 06:10
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau Urban Farming di Griya Manggala Sejahtera, Kamis (13/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Program urban farming atau pertanian perkotaan di Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan yang kian masif dan positif, Kamis (13/8/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong agar setiap kecamatan dan kelurahan menggalakkan program ini sebagai bagian dari sirkulasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dan bermuara pada kemandirian pangan warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau langsung kegiatan Urban Farming di Griya Manggala Sejahtera, Jalan Kompleks BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketekunan warga serta siklus pengelolaan sampah yang sempurna.
"Proses dari seluruh rangkaian sirkulasi pengelolaan sampah yang baik, dan muaranya kepada urban farming. Ini siklusnya bisa sempurna. Setelah ini, akan jadi kompos lagi sisa-sisa makanan yang didapatkan dari sini. Di kelompok tani ini sudah benar-benar memperlihatkan bahwa mereka telaten mengurus," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengungkapkan perasaan bahagianya ketika melihat sejumlah hasil tani yang dihasilkan di wilayah tersebut.
"Tadi kita sudah lihat ada pakcoy, ada sawi, mereka sudah panen dan itu dimanfaatkan masyarakat sekitar juga. Hampir semua rumah-rumah masyarakatnya itu menanam. Artinya ada keinginan, ada keseragaman, ada kerukunan warga yang punya harapan yang sama. Inilah yang kita harapkan bisa tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Makanya saya kalau acara-acara begini suka sekali datang, melihat, ngobrol," ungkapnya kepada awak media.
Munafri juga menambahkan bahwa fase kegagalan dalam merintis pertanian perkotaan adalah hal yang biasa.
"Karena tidak semuanya langsung berhasil, pasti mereka mengalami fase-fase kegagalan. Persoalannya kadang-kadang fase-fase kegagalan ini membuat ada yang frustrasi lalu berhenti. Tetapi kan kayak begini, dimulai, ada yang satu gagal, dimulai lagi, dimulai lagi. Sehingga terjadilah hal yang seperti kita lihat sekarang ini. Ini yang kita berharap warga masyarakat bisa ikut berpartisipasi ber- berpartisipasi secara bersama-sama," tambahnya.
Menurutnya, program Urban Farming yang berada di wilayah tersebut mengalami kemajuan yang sesuai diinginkan oleh Pemkot Makassar.
Tidak hanya itu saja, Wali Kota juga melihat adanya potensi program tersebut yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar.
"Potensinya bagus sekali. Urban farming membutuhkan ketekunan, ketelatenan, serta pengetahuan untuk memastikan bahwa yang ditanam adalah tanaman dengan usia panen relatif pendek dan dibutuhkan oleh masyarakat," imbuhnya.
Ia menilai, kehadiran urban farming dinilai mampu menjadi bagian integral dari rantai sirkulasi pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
"Siklusnya bisa menjadi sempurna karena sisa-sisa makanan yang didapatkan dari sini, nantinya akan diolah kembali menjadi kompos. Kelompok tani di sini sudah membuktikan ketelatenan mereka dalam mengurus tanaman. Tadi kita sudah melihat tanaman pakcoy dan sawi yang berhasil dipanen, serta dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Hampir semua rumah warga di sini ikut menanam. Artinya, ada keinginan, keseragaman, dan kerukunan warga yang memiliki harapan yang sama," jabarnya.
Appi juga telah menginstruksikan kepada seluruh kecamatan untuk menjalankan program tersebut ke depan.
"Sejauh ini perkembangannya semakin bagus. Hampir semua kecamatan dan kelurahan sudah kami minta untuk menjalankan program ini. Untuk pasokan pupuknya sendiri, diharapkan dapat memanfaatkan pupuk dari program Teba, lubang biopori, dan olahan sampah organik lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, menjelaskan bahwa seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani penerima bantuan mendapatkan pengawalan serta pendampingan rutin setiap bulannya.
"Semua Kelompok Wanita Tani maupun kelompok tani yang sudah terbentuk dan menerima bantuan dari DP2 selalu kami dampingi. Apalagi ada teman-teman penyuluh dari Kementerian Pertanian yang turut membantu di lapangan. Jadi, setiap bulan kami pantau. Tim dari DP2 sendiri rutin turun ke lapangan setiap bulannya untuk mengunjungi seluruh lokasi penerima bantuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut betul-betul dimanfaatkan, tidak ada penyakit, serta semua tanaman, ikan, dan ayam dalam kondisi sehat," jelasnya.
Secara khusus, lanjut dia, KWT Cinta menerima alokasi paket bantuan lengkap dari pemerintah.
"KWT Cinta ini merupakan salah satu indikator kinerja DP2 dari 15 lokasi yang ada di Kota Makassar. Ke-15 lokasi ini berbeda dari kelompok biasa yang mungkin hanya meminta bantuan pertanian, peternakan, atau perikanan saja. Untuk 15 lokasi ini, programnya semua terintegrasi: pertanian, peternakan, perikanan, ditambah pengelolaan sampah," lanjutnya.
Aulia membeberkan, pihaknya juga menyalurkan berbagai bantuan sektor pertanian, yang mencakup benih, bibit tanaman, media tanam, kompos, hingga pupuk organik cair.
"Untuk peternakan, kami memberikan bantuan ayam petelur beserta kandang dan pakannya. Sedangkan dari sektor perikanan budidaya, ada bantuan kolam terpal bundar, bibit ikan, dan pakannya," bebernya saat dimintai keterangan.
Dia bilang, keberhasilan penerapan Urban Farming di lokasi tersebut mendapat apresiasi langsung karena dinilai telah berjalan dengan sangat baik dan produktif.
"Alhamdulillah di sini berhasil. Salah satu alasan kami memberikan bantuan adalah karena keberhasilan mereka. Kami tidak memberikan bantuan kepada kelompok yang belum berbuat apa-apa. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi kepada kelompok yang sudah aktif melaksanakan kegiatan urban farming secara mandiri. Mereka bahkan sudah memiliki pangsa pasar sendiri," kata Aulia.
Aulia menyampaikan bahwa hasil panen dari program tersebut telah berulang kali diproduksi dan tidak untuk dibagikan secara gratis.
"Sudah berkali-kali (panen). Dijual. Jadi mulai tahun ini, administrasi kelompoknya juga kami perlombakan supaya mereka lebih termotivasi. Bantuan pemerintah itu kan tidak ada setiap tahun atau dua tahun sekali. Oleh karena itu, mereka diharapkan bisa mandiri dan berkelanjutan dengan cara menjual hasil panennya. Jadi hasilnya bukan dibagi-bagikan, melainkan dijual agar uang kasnya bisa digunakan kembali untuk membeli pakan dan pupuk," tutup Aulia.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong agar setiap kecamatan dan kelurahan menggalakkan program ini sebagai bagian dari sirkulasi pengelolaan sampah yang terintegrasi dan bermuara pada kemandirian pangan warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau langsung kegiatan Urban Farming di Griya Manggala Sejahtera, Jalan Kompleks BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketekunan warga serta siklus pengelolaan sampah yang sempurna.
"Proses dari seluruh rangkaian sirkulasi pengelolaan sampah yang baik, dan muaranya kepada urban farming. Ini siklusnya bisa sempurna. Setelah ini, akan jadi kompos lagi sisa-sisa makanan yang didapatkan dari sini. Di kelompok tani ini sudah benar-benar memperlihatkan bahwa mereka telaten mengurus," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mengungkapkan perasaan bahagianya ketika melihat sejumlah hasil tani yang dihasilkan di wilayah tersebut.
"Tadi kita sudah lihat ada pakcoy, ada sawi, mereka sudah panen dan itu dimanfaatkan masyarakat sekitar juga. Hampir semua rumah-rumah masyarakatnya itu menanam. Artinya ada keinginan, ada keseragaman, ada kerukunan warga yang punya harapan yang sama. Inilah yang kita harapkan bisa tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Makanya saya kalau acara-acara begini suka sekali datang, melihat, ngobrol," ungkapnya kepada awak media.
Munafri juga menambahkan bahwa fase kegagalan dalam merintis pertanian perkotaan adalah hal yang biasa.
"Karena tidak semuanya langsung berhasil, pasti mereka mengalami fase-fase kegagalan. Persoalannya kadang-kadang fase-fase kegagalan ini membuat ada yang frustrasi lalu berhenti. Tetapi kan kayak begini, dimulai, ada yang satu gagal, dimulai lagi, dimulai lagi. Sehingga terjadilah hal yang seperti kita lihat sekarang ini. Ini yang kita berharap warga masyarakat bisa ikut berpartisipasi ber- berpartisipasi secara bersama-sama," tambahnya.
Menurutnya, program Urban Farming yang berada di wilayah tersebut mengalami kemajuan yang sesuai diinginkan oleh Pemkot Makassar.
Tidak hanya itu saja, Wali Kota juga melihat adanya potensi program tersebut yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar.
"Potensinya bagus sekali. Urban farming membutuhkan ketekunan, ketelatenan, serta pengetahuan untuk memastikan bahwa yang ditanam adalah tanaman dengan usia panen relatif pendek dan dibutuhkan oleh masyarakat," imbuhnya.
Ia menilai, kehadiran urban farming dinilai mampu menjadi bagian integral dari rantai sirkulasi pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
"Siklusnya bisa menjadi sempurna karena sisa-sisa makanan yang didapatkan dari sini, nantinya akan diolah kembali menjadi kompos. Kelompok tani di sini sudah membuktikan ketelatenan mereka dalam mengurus tanaman. Tadi kita sudah melihat tanaman pakcoy dan sawi yang berhasil dipanen, serta dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Hampir semua rumah warga di sini ikut menanam. Artinya, ada keinginan, keseragaman, dan kerukunan warga yang memiliki harapan yang sama," jabarnya.
Appi juga telah menginstruksikan kepada seluruh kecamatan untuk menjalankan program tersebut ke depan.
"Sejauh ini perkembangannya semakin bagus. Hampir semua kecamatan dan kelurahan sudah kami minta untuk menjalankan program ini. Untuk pasokan pupuknya sendiri, diharapkan dapat memanfaatkan pupuk dari program Teba, lubang biopori, dan olahan sampah organik lainnya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, menjelaskan bahwa seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani penerima bantuan mendapatkan pengawalan serta pendampingan rutin setiap bulannya.
"Semua Kelompok Wanita Tani maupun kelompok tani yang sudah terbentuk dan menerima bantuan dari DP2 selalu kami dampingi. Apalagi ada teman-teman penyuluh dari Kementerian Pertanian yang turut membantu di lapangan. Jadi, setiap bulan kami pantau. Tim dari DP2 sendiri rutin turun ke lapangan setiap bulannya untuk mengunjungi seluruh lokasi penerima bantuan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut betul-betul dimanfaatkan, tidak ada penyakit, serta semua tanaman, ikan, dan ayam dalam kondisi sehat," jelasnya.
Secara khusus, lanjut dia, KWT Cinta menerima alokasi paket bantuan lengkap dari pemerintah.
"KWT Cinta ini merupakan salah satu indikator kinerja DP2 dari 15 lokasi yang ada di Kota Makassar. Ke-15 lokasi ini berbeda dari kelompok biasa yang mungkin hanya meminta bantuan pertanian, peternakan, atau perikanan saja. Untuk 15 lokasi ini, programnya semua terintegrasi: pertanian, peternakan, perikanan, ditambah pengelolaan sampah," lanjutnya.
Aulia membeberkan, pihaknya juga menyalurkan berbagai bantuan sektor pertanian, yang mencakup benih, bibit tanaman, media tanam, kompos, hingga pupuk organik cair.
"Untuk peternakan, kami memberikan bantuan ayam petelur beserta kandang dan pakannya. Sedangkan dari sektor perikanan budidaya, ada bantuan kolam terpal bundar, bibit ikan, dan pakannya," bebernya saat dimintai keterangan.
Dia bilang, keberhasilan penerapan Urban Farming di lokasi tersebut mendapat apresiasi langsung karena dinilai telah berjalan dengan sangat baik dan produktif.
"Alhamdulillah di sini berhasil. Salah satu alasan kami memberikan bantuan adalah karena keberhasilan mereka. Kami tidak memberikan bantuan kepada kelompok yang belum berbuat apa-apa. Bantuan ini merupakan bentuk apresiasi kepada kelompok yang sudah aktif melaksanakan kegiatan urban farming secara mandiri. Mereka bahkan sudah memiliki pangsa pasar sendiri," kata Aulia.
Aulia menyampaikan bahwa hasil panen dari program tersebut telah berulang kali diproduksi dan tidak untuk dibagikan secara gratis.
"Sudah berkali-kali (panen). Dijual. Jadi mulai tahun ini, administrasi kelompoknya juga kami perlombakan supaya mereka lebih termotivasi. Bantuan pemerintah itu kan tidak ada setiap tahun atau dua tahun sekali. Oleh karena itu, mereka diharapkan bisa mandiri dan berkelanjutan dengan cara menjual hasil panennya. Jadi hasilnya bukan dibagi-bagikan, melainkan dijual agar uang kasnya bisa digunakan kembali untuk membeli pakan dan pupuk," tutup Aulia.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkot Makassar Percepat Penyerahan PSU Perumahan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan untuk menghindari kerugian jangka panjang yang dapat dirasakan masyarakat.
Selasa, 08 Sep 2026 18:48
Makassar City
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mendukung langkah Pemkot Makassar dengan memastikan penyaluran LPG 3 kg kepada pangkalan berjalan sesuai ketentuan.
Selasa, 08 Sep 2026 16:27
News
Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpotensi Jadi Percontohan di Makassar
Pengembangan urban farming di kawasan Bukit Baruga, Makassar berpeluang dikembangkan sebagai percontohan pertanian perkotaan yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.
Selasa, 08 Sep 2026 16:09
News
Warga Karuwisi Apresiasi Mobil Pickup PDAM, Bisa Jangkau Lorong Sempit
Warga Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, mengapresiasi langkah Perumda Air Minum Kota Makassar menghadirkan mobil pickup yang dilengkapi tandon air untuk mendukung penyaluran bantuan air bersih.
Selasa, 08 Sep 2026 15:31
News
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Pemerintah Kota (Penkot) Makassar mulai mencari lahan baru untuk mengantisipasi keterbatasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah kota.
Selasa, 08 Sep 2026 08:48
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
5
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
5
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying