40 Hari Mengabdi, 764 Mahasiswa KKN Unhas Tinggalkan Bantaeng

Jum'at, 14 Agu 2026 06:21
40 Hari Mengabdi, 764 Mahasiswa KKN Unhas Tinggalkan Bantaeng
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin mengikuti agenda penanaman yang digelar KKN Unhas. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Comment
Share
BANTAENG - Sebanyak 764 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di Kabupaten Bantaeng.

Mereka dilepas Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan penanaman 3.000 bibit pohon di Wisata Hutan Pinus Rombeng, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai; Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis; pembimbing KKN Tematik Unhas, Putri Fatima Nurdin, bersama pembimbing KKN lainnya; kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng; serta pimpinan wilayah setempat.

Bupati Bantaeng mengapresiasi mahasiswa KKN Unhas yang telah terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

"Saya selalu mendapat laporan dari masyarakat, bahwa keterlibatan kalian dalam setiap kegiatan sangat berdampak positif," kata Bupati.

M. Fathul Fauzy Nurdin juga menilai penanaman bibit pohon menjadi langkah penting untuk menjaga lingkungan di Kabupaten Bantaeng. Menurutnya, aktivitas penebangan pohon untuk kebutuhan perkebunan dapat berdampak terhadap wilayah di dataran rendah.

"Ketika pohon-pohon dihabiskan di daerah pegunungan, masyarakat di dataran rendah sangat berdampak atau kebanjiran. Jadi saya meminta jajaran saya untuk mengontrol bibit ini agar tumbuh dengan baik," katanya.

Sementara itu, Koordinator KKN Unhas, Putri Nurdin, mengatakan seluruh program mahasiswa KKN Unhas di Bantaeng berjalan lancar.

Salah satu program yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat adalah pengolahan sampah melalui pembuatan mesin pencacah sampah plastik.

"Ada juga yang mengajarkan hidroponik. Bahkan ada yang membuat komunitas tanggap bencana. Alhamdulillah banyak sekali program-program yang mereka lakukan yang diapresiasi langsung oleh masyarakat," katanya.

Putri menambahkan, pendidikan di Unhas tidak hanya berorientasi pada kelulusan dan ijazah. Mahasiswa juga didorong memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

"Alumni Unhas harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Itu jauh lebih penting dari sekedar mengandalkan ijazah," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru