PLN Bangun Greenhouse & Rumah Kompos, Dorong Produktivitas KWT di Luwu Timur

Minggu, 02 Agu 2026 20:03
PLN Bangun Greenhouse & Rumah Kompos, Dorong Produktivitas KWT di Luwu Timur
PLN UIP Sulawesi memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar pembangunan SUTET 275 kV Wotu–Bungku melalui pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi KWT Wulasi Mandiri. Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Wotu–Bungku melalui pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Wulasi Mandiri di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian organik sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Peresmian bantuan yang berlangsung pada Selasa (28/7) dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Dra. Hj. Puspawati Husler, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dr. Ani Nurbani, MARS, Kepala Desa Manurung, sejumlah kepala desa di wilayah sekitar, serta jajaran PLN UIP Sulawesi.

Melalui program tersebut, PLN membangun greenhouse sebagai fasilitas pembibitan tanaman, rumah kompos, sistem pengairan sederhana, serta sanggar tani. Selain itu, kelompok juga menerima bantuan benih, media tanam, dan berbagai peralatan pertanian untuk menunjang kegiatan budidaya. Sebanyak 12 anggota KWT Wulasi Mandiri turut mendapatkan pelatihan pembuatan kompos guna mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan program TJSL ini merupakan wujud komitmen PLN agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya menghadirkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"PLN ingin memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, program TJSL kami diarahkan untuk memperkuat potensi lokal yang telah berkembang agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Aditya.

Ia berharap dukungan fasilitas dan peningkatan kapasitas tersebut mampu meningkatkan kualitas pembibitan, memperkuat pengembangan pertanian organik, serta membuka peluang usaha dan pemasaran hasil pertanian yang lebih luas bagi anggota KWT Wulasi Mandiri.

Wakil Bupati Luwu Timur, Dra. Hj. Puspawati Husler, mengapresiasi kontribusi PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

"Kami mengapresiasi PLN UIP Sulawesi atas dukungannya kepada Kelompok Wanita Tani di Desa Manurung. Fasilitas yang telah diberikan hendaknya dimanfaatkan dengan baik, dirawat bersama, dan terus dikembangkan agar memberikan manfaat dalam jangka panjang," katanya.

Puspawati juga berharap greenhouse dan rumah kompos tersebut dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran pertanian organik bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

"Jadikan tempat ini sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan melahirkan berbagai inovasi dalam pengembangan pertanian organik," tambahnya.

Ketua KWT Wulasi Mandiri, Nurhapidah, menyambut baik dukungan PLN yang dinilai akan membantu kelompoknya menjawab tingginya permintaan pasar terhadap sayuran organik.

"Permintaan terhadap sayuran organik terus meningkat, sementara fasilitas yang kami miliki sebelumnya masih terbatas. Bantuan dari PLN UIP Sulawesi memberi kesempatan bagi kami untuk meningkatkan kualitas pembibitan, memproduksi kompos secara mandiri, dan mengembangkan usaha pertanian dengan lebih baik. Terima kasih PLN," tuturnya.

Program pembangunan greenhouse dan rumah kompos bagi KWT Wulasi Mandiri merupakan bagian dari implementasi TJSL PLN UIP Sulawesi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan usaha produktif masyarakat di sekitar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru