WA Wabup Luwu Timur Dibajak, Pelaku Minta Pinjaman Rp2 Juta

Rabu, 02 Sep 2026 18:43
WA Wabup Luwu Timur Dibajak, Pelaku Minta Pinjaman Rp2 Juta
Tangkapan layar kontatk yang mangatasnamakan Wabup Lutim meminta pinjaman Rp2 juta. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Masyarakat Luwu Timur diminta waspada terhadap modus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat daerah. Akun WhatsApp yang mencatut nama Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, diduga mengalami penyadapan atau pengambilalihan.

Dalam percakapan yang beredar, akun tersebut menghubungi sejumlah pihak dan meminta pinjaman uang sebesar Rp2 juta dengan alasan akan dikembalikan keesokan harinya.

Untuk meyakinkan calon korban, akun tersebut bahkan mengirimkan informasi rekening Allo Bank atas nama Puspawati. Kondisi ini dinilai berpotensi membuat penerima pesan percaya bahwa komunikasi tersebut benar-benar berasal dari Wakil Bupati Luwu Timur.

Puspawati pun meminta masyarakat tidak langsung mempercayai pesan WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya, terutama jika berisi permintaan uang.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan WhatsApp yang mengatasnamakan saya atau meminta sejumlah uang. Sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu melalui komunikasi langsung, karena saat ini modus penipuan online semakin beragam," ujar Puspawati.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan seiring berkembangnya teknologi dan semakin beragamnya modus kejahatan siber.

Ia meminta masyarakat tidak menjadikan nama maupun foto profil sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai identitas pengirim pesan.

"Masyarakat juga harus semakin cerdas dan melek digital. Jangan hanya melihat nama atau foto profil, tetapi pastikan terlebih dahulu siapa yang mengirim pesan dan ke mana uang akan ditransfer. Jangan sampai karena percaya, kita justru menjadi korban penipuan," katanya.

Puspawati juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data penting kepada pihak yang tidak dikenal, termasuk kode OTP, PIN, kata sandi maupun informasi pribadi.

"Kalau ada yang menghubungi dan meminta uang atas nama saya, jangan langsung ditanggapi. Silakan dikonfirmasi terlebih dahulu," tegasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru