Petani Wanasari Beralih ke Semangka dan Melon, Omzet Kotor Tembus Rp80 Juta per Musim

Kamis, 24 Sep 2026 19:57
Petani Wanasari Beralih ke Semangka dan Melon, Omzet Kotor Tembus Rp80 Juta per Musim
Sejumlah petani di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, beralih menanam semangka dan melon setelah menilai hasilnya lebih menjanjikan dibanding padi.
Comment
Share
LUWU TIMUR - Sejumlah petani di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, beralih menanam semangka dan melon setelah menilai hasilnya lebih menjanjikan dibanding padi.

Peralihan ini berjalan sejak 2021, seiring masuknya program Kampung Pangan Adhyaksa yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

Kepala Desa Wanasari, Wayan Sardika, mengatakan perbedaan pendapatan antara padi dan buah semusim di lahan seluas sama terasa mencolok.

"Ketika masyarakat menanam padi dengan luas lahan 75 are, kemungkinan mereka hanya bisa panen sekitar Rp20 juta sampai Rp30 juta. Tetapi kalau menanam semangka atau melon di luasan yang sama, mereka bisa dapat Rp70 juta sampai Rp80 juta hanya dalam waktu dua bulan," kata Wayan.

Ia menyebutkan pendampingan dari Kejaksaan turut membuka akses anggaran desa dan edukasi tertib administrasi, yang kemudian menarik minat warga hingga perangkat desa untuk ikut bertani buah.

Salah satu petani yang merasakan langsung perubahan itu adalah Nilo Devi. Ia kini menggarap lahan seluas 25 are dengan populasi sekitar 2.300 pohon melon.

"Untuk luasan 25 are itu, sekali panen dengan siklus tanam sekitar 60 hari, penghasilan kotor yang didapat bisa mencapai Rp50 juta," ujar Nilo Devi.

Angka tersebut merupakan pendapatan kotor sebelum dikurangi biaya bibit, pupuk, dan tenaga kerja.

Nilo mengaku tantangan terbesar justru datang dari hama tikus dan lalat buah, serta serangan jamur, yang sewaktu-waktu bisa menekan hasil panen.

Meski begitu, ia menilai hasil budi daya buah masih tiga hingga empat kali lipat dibanding menanam padi di lahan yang sama.

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Wanasari berperan menopang rantai usaha ini, mulai dari penyediaan bibit dan modal tanpa bunga, pembelian hasil panen dari petani, hingga distribusi ke Makassar, Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), dan sempat merambah jaringan ritel modern.

Dari informasi yang didapati, produksi semangka dan melon dari Wanasari diperkirakan mencapai 40 ton per bulan.

Pemerintah desa berharap perhatian pemerintah daerah terus mengalir untuk mendukung sarana produksi.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru