Pemkab Maros Siapkan Rp5 Miliar untuk Program Satu Desa Satu Hafiz
Rabu, 28 Okt 2026 17:08
Bupati Maros, AS Chaidir Syam memaparkan rencana pelaksanaan program Satu Desa Satu Hafiz. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten Maros meluncurkan program Satu Desa Satu Hafiz bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Program ini ditujukan untuk memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam kegiatan keagamaan di desa.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, program tersebut merupakan salah satu janji politiknya bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur. Pemerintah berharap setiap desa memiliki hafiz yang dapat membina generasi muda, memimpin salat, dan mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an.
“Ini kita berharap semoga ada pemuda di satu desa itu yang bisa menjadi hafiz dan bisa membina pemuda-pemudi yang ada di situ. Paling tidak menjadi pemimpin salat di masjid-masjid, kemudian membina anak-anak kita mengaji,” kata mantan Ketua DPRD Maros ini.
Menurut Chaidir, program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada keberlanjutan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa akan menentukan calon hafiz dari kalangan penduduk setempat. Sementara itu, guru tahfiz dapat direkrut dari lulusan pesantren, lembaga pendidikan tahfiz, maupun warga yang telah menyelesaikan pendidikan hafalan Al-Qur’an di luar daerah.
Chaidir mengatakan, pemerintah kabupaten akan memberikan dukungan anggaran melalui APBD kepada pemerintah desa. Pelaksanaan program juga diharapkan melibatkan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memantau perkembangan pembinaan.
“Kita berharap ini kerja sama dengan Kemenag dan MUI supaya bisa melihat perkembangannya,” ujarnya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Maros, Idrus, menjelaskan program tersebut akan dijalankan melalui pembentukan rumah tahfiz. Pemerintah menyiapkan insentif bagi guru tahfiz sebesar Rp2 juta per bulan.
Menurut Idrus, guru tahfiz dapat direkrut sesuai kebutuhan program. Adapun tempat pembelajaran bersifat fleksibel, mulai dari masjid, taman pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga rumah guru tahfiz.
“Desa bertugas memfasilitasi pelaksanaannya. Tempatnya fleksibel, bisa di masjid, TPA, atau rumah guru tahfiz,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Maros menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) pajak dan retribusi daerah. Anggaran itu dialokasikan untuk pelaksanaan program di 80 desa.
Pada tahap awal, program akan diuji coba di 10 desa. Penentuan desa percontohan mempertimbangkan besaran penerimaan DBH pajak dan retribusi yang diperoleh masing-masing desa.
Setiap desa ditargetkan membina sekitar lima hingga enam peserta didik. Rentang usia peserta diserahkan kepada guru tahfiz dengan mempertimbangkan kebutuhan dan metode pembelajaran.
Program ini dirancang berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun. Keberadaan rumah tahfiz diharapkan menjadi sarana pembinaan Al-Qur’an yang terus berkembang di desa-desa Kabupaten Maros.
Adapun 10 desa yang menjadi lokasi percontohan yakni Desa Baji Mangai, Desa Bonto Matene di Kecamatan Mandai, Desa Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Bulu, Desa Moncongloe di Kecamatan Moncongloe, Desa Pucak di Kecamatan Tompobulu, Desa Toddopulia di Kecamatan Tanralili, Desa Marumpa, Desa Temmapaduae, dan Desa Pabbentengan di Kecamatan Marusu.
“Anggarannya Rp2 juta perbulan per desa, jadi hanya Rp4 juta selama 2026 karena kan sudah mau habis ini 2026, kemudian lanjut di 2027,” pungkasnya.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, program tersebut merupakan salah satu janji politiknya bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur. Pemerintah berharap setiap desa memiliki hafiz yang dapat membina generasi muda, memimpin salat, dan mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an.
“Ini kita berharap semoga ada pemuda di satu desa itu yang bisa menjadi hafiz dan bisa membina pemuda-pemudi yang ada di situ. Paling tidak menjadi pemimpin salat di masjid-masjid, kemudian membina anak-anak kita mengaji,” kata mantan Ketua DPRD Maros ini.
Menurut Chaidir, program tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada keberlanjutan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa akan menentukan calon hafiz dari kalangan penduduk setempat. Sementara itu, guru tahfiz dapat direkrut dari lulusan pesantren, lembaga pendidikan tahfiz, maupun warga yang telah menyelesaikan pendidikan hafalan Al-Qur’an di luar daerah.
Chaidir mengatakan, pemerintah kabupaten akan memberikan dukungan anggaran melalui APBD kepada pemerintah desa. Pelaksanaan program juga diharapkan melibatkan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memantau perkembangan pembinaan.
“Kita berharap ini kerja sama dengan Kemenag dan MUI supaya bisa melihat perkembangannya,” ujarnya.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Maros, Idrus, menjelaskan program tersebut akan dijalankan melalui pembentukan rumah tahfiz. Pemerintah menyiapkan insentif bagi guru tahfiz sebesar Rp2 juta per bulan.
Menurut Idrus, guru tahfiz dapat direkrut sesuai kebutuhan program. Adapun tempat pembelajaran bersifat fleksibel, mulai dari masjid, taman pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga rumah guru tahfiz.
“Desa bertugas memfasilitasi pelaksanaannya. Tempatnya fleksibel, bisa di masjid, TPA, atau rumah guru tahfiz,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Maros menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar yang bersumber dari dana bagi hasil (DBH) pajak dan retribusi daerah. Anggaran itu dialokasikan untuk pelaksanaan program di 80 desa.
Pada tahap awal, program akan diuji coba di 10 desa. Penentuan desa percontohan mempertimbangkan besaran penerimaan DBH pajak dan retribusi yang diperoleh masing-masing desa.
Setiap desa ditargetkan membina sekitar lima hingga enam peserta didik. Rentang usia peserta diserahkan kepada guru tahfiz dengan mempertimbangkan kebutuhan dan metode pembelajaran.
Program ini dirancang berlangsung secara berkelanjutan setiap tahun. Keberadaan rumah tahfiz diharapkan menjadi sarana pembinaan Al-Qur’an yang terus berkembang di desa-desa Kabupaten Maros.
Adapun 10 desa yang menjadi lokasi percontohan yakni Desa Baji Mangai, Desa Bonto Matene di Kecamatan Mandai, Desa Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe Bulu, Desa Moncongloe di Kecamatan Moncongloe, Desa Pucak di Kecamatan Tompobulu, Desa Toddopulia di Kecamatan Tanralili, Desa Marumpa, Desa Temmapaduae, dan Desa Pabbentengan di Kecamatan Marusu.
“Anggarannya Rp2 juta perbulan per desa, jadi hanya Rp4 juta selama 2026 karena kan sudah mau habis ini 2026, kemudian lanjut di 2027,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Urai Kemacetan, Truk di Maros Isi Solar Pukul 20.00–05.00
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan, menghapus aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi jenis solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Selasa, 27 Okt 2026 16:28
News
Realisasi Anggaran Kemenhaj Maros Tertinggi di Sulsel, Tembus 75,26 Persen
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros mencatat realisasi anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar 75,26 persen hingga Oktober 2026.
Kamis, 22 Okt 2026 13:59
News
Pengajian ASN Maros Tekankan Integritas Kerja
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros mengikuti pengajian rutin bulanan.
Rabu, 21 Okt 2026 15:23
Sulsel
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Maros membentuk Komisi irigasi. Komisi ini dibentuk untuk membahas daerah yang paling membutuhkan perbaikan saluran agar pembangunan lebih merata dan sesuai kebutuhan petani.
Selasa, 20 Okt 2026 15:22
Sulsel
Permudah Layanan Korban Kecelakaan, RSUD La Palaloi Buat Inovasi Siparutusu
Sebanyak 1.311 pasien kecelakaan tercatat mendapatkan pelayanan di RSUD dr La Palaloi Kabupaten Maros sepanjang 2024 hingga Juli 2026.
Selasa, 20 Okt 2026 12:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Mencari Nasionalisme Pemuda
3
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong
4
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional
5
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
2
Mencari Nasionalisme Pemuda
3
Lampaui Target, Donor Darah HUT ke-58 Semen Tonasa Hasilkan 655 Kantong
4
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional
5
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026