Terima Rekomendasi PKS, Paket Arham-Rahmat Cukupkan 7 Kursi
Selasa, 09 Jul 2024 20:43
Pasangan Bakal Calon Bupati Luwu, Arham Basmin Mattayyang-Rahmat akhirnya mampu mencukupkan 7 kursi untuk bertarung di Pilkada Luwu 2024. Foto: Dok DPP PKS
LUWU - Pasangan Bakal Calon Bupati Luwu, Arham Basmin Mattayyang-Rahmat akhirnya mampu mencukupkan 7 kursi untuk bertarung di Pilkada Luwu 2024. Ia mampu membangun koalisi Nasdem dan PKS.
"Alhamdulilah rekomendasi diserahkan langsung Presiden PKS, Ahmad Syaikhu kemarin (Senin) di kantor DPP PKS Jakarta," kata Arham saat dihubungi awak media pada Selasa (09/07) kemarin.
Ketua DPD Nasdem Luwu ini mengaku bahwa rekomendasi tersebut sudah berbentuk B1-KWK. Sehingga pasangan Arham-Basmin sudah final mengamankan usungan PKS.
"Sudah bentuk B1-KWK dan di PKS itu tidak ada bentuk surat tugas. Masa Presiden PKS (Ahmad Syaikhu), mau berikan surat tugas, itu bukan kelasnya," ujarnya.
Nasdem memiliki 6 kursi, sedangkan PKS mempunyai 1 kursi. Gabungan kedua parpol ini mencukupkan koalisi Basmin-Rahmat untuk melenggang ke Pilkada Luwu 2024.
Meski begitu, Arham mengaku masih menunggu partai lain untuk bergabung. Apalagi upaya penjajakan yang dilakukannya, masih terus berjalan.
"Masih memungkinkan ada partai bergabung. Jadi yang sekarang kami ajak berginergi," bebernya.
Putra mantan Bupati Luwu dua periode ini mengklaim akan segera melakukan konsolidasi dengan PKS. Arham mengaku bakal bertemu dengan pengurus DPW Sulsel dan DPD Luwu.
"Ini baru mau balik ke Makassar ketemu dengan ketua PKS Wilayah, ustadz Amri. Baru bicara langkah-langka ke depannya (strategi pemenangan)," jelasnya.
"Alhamdulilah rekomendasi diserahkan langsung Presiden PKS, Ahmad Syaikhu kemarin (Senin) di kantor DPP PKS Jakarta," kata Arham saat dihubungi awak media pada Selasa (09/07) kemarin.
Ketua DPD Nasdem Luwu ini mengaku bahwa rekomendasi tersebut sudah berbentuk B1-KWK. Sehingga pasangan Arham-Basmin sudah final mengamankan usungan PKS.
"Sudah bentuk B1-KWK dan di PKS itu tidak ada bentuk surat tugas. Masa Presiden PKS (Ahmad Syaikhu), mau berikan surat tugas, itu bukan kelasnya," ujarnya.
Nasdem memiliki 6 kursi, sedangkan PKS mempunyai 1 kursi. Gabungan kedua parpol ini mencukupkan koalisi Basmin-Rahmat untuk melenggang ke Pilkada Luwu 2024.
Meski begitu, Arham mengaku masih menunggu partai lain untuk bergabung. Apalagi upaya penjajakan yang dilakukannya, masih terus berjalan.
"Masih memungkinkan ada partai bergabung. Jadi yang sekarang kami ajak berginergi," bebernya.
Putra mantan Bupati Luwu dua periode ini mengklaim akan segera melakukan konsolidasi dengan PKS. Arham mengaku bakal bertemu dengan pengurus DPW Sulsel dan DPD Luwu.
"Ini baru mau balik ke Makassar ketemu dengan ketua PKS Wilayah, ustadz Amri. Baru bicara langkah-langka ke depannya (strategi pemenangan)," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
RMS Hengkang ke PSI, Pengamat Soroti Status di DPR Masih Menggantung
Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah menilai, sikap NasDem yang belum menyampaikan surat resmi pemberhentian kepada pimpinan DPR menciptakan kesan keputusan politik yang tegas di ruang publik.
Selasa, 21 Apr 2026 11:43
News
Figur Tanpa Dinasti, Putri Dakka Justru Paling Kuat untuk PAW NasDem di DPR RI
Partai NasDem menghadapi dilema strategis dalam menentukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR RI di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III, menyusul perpindahan Rusdi Masse ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Senin, 20 Apr 2026 10:40
Sulsel
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
Kader NasDem se-Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar pada Kamis, (16/04/2026) sore.
Kamis, 16 Apr 2026 20:25
News
Legislator DPRD Sulsel Desak Dinas Koperasi Transparan Soal Dana Hibah Wisata
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mallarangan Tutu, menyoroti realisasi dana hibah di sektor pariwisata.
Senin, 06 Apr 2026 08:52
Sulsel
WFA Perlu Dikaji, Legislator Makassar Ingatkan Jangan Ganggu Pelayanan Publik
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyoroti rencana penerapan WFA yang tengah menjadi perbincangan publik. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji.
Selasa, 31 Mar 2026 15:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahasiswa KPI FAI UMI Didorong Perkuat Keterampilan Dakwah dan Literasi Media
2
Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Pastikan Hoaks
3
Pakar Hukum Tata Negara Sebut Usulan Hak Angket DPRD Gowa Belum Penuhi Unsur Yuridis
4
APIH Tegaskan Kabar di Medsos Soal Helen’s Tidak Benar, Siap Tempuh Jalur Hukum
5
Rayakan HUT, Bukit Baruga Hadirkan Yoga dan Matcha Session Penuh Harmoni
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahasiswa KPI FAI UMI Didorong Perkuat Keterampilan Dakwah dan Literasi Media
2
Viral Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni 2026, Pertamina Pastikan Hoaks
3
Pakar Hukum Tata Negara Sebut Usulan Hak Angket DPRD Gowa Belum Penuhi Unsur Yuridis
4
APIH Tegaskan Kabar di Medsos Soal Helen’s Tidak Benar, Siap Tempuh Jalur Hukum
5
Rayakan HUT, Bukit Baruga Hadirkan Yoga dan Matcha Session Penuh Harmoni