50 Difabel Netra Ikuti Penanaman Mangrove di Pesisir Lantebung Makassar

Tim SINDOmakassar
Senin, 08 Jun 2026 22:11
Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti kegiatan Green Justice Youth Program yang digelar Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026.
1/6
Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti kegiatan Green Justice Youth Program yang digelar Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026.
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
2/6
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
3/6
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
Para peserta mendapatkan materi mengenai perubahan iklim, ruang terbuka hijau, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GEDSI), kepemimpinan disabilitas, serta peran generasi muda dalam aksi iklim.
4/6
Para peserta mendapatkan materi mengenai perubahan iklim, ruang terbuka hijau, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GEDSI), kepemimpinan disabilitas, serta peran generasi muda dalam aksi iklim.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
5/6
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
6/6
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti kegiatan Green Justice Youth Program yang digelar Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026.
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.
Para peserta mendapatkan materi mengenai perubahan iklim, ruang terbuka hijau, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GEDSI), kepemimpinan disabilitas, serta peran generasi muda dalam aksi iklim.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas.
Comments
Makassar - Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti kegiatan Green Justice Youth Program yang digelar Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026. Program ini menggabungkan pembelajaran tentang perubahan iklim, inklusi disabilitas, dan aksi pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove di kawasan pesisir Lantebung, Kota Makassar.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus rangkaian perayaan 10 tahun Yayasan PerDIK tersebut diawali dengan sesi penguatan kapasitas. Para peserta mendapatkan materi mengenai perubahan iklim, ruang terbuka hijau, kesetaraan gender dan inklusi sosial (GEDSI), kepemimpinan disabilitas, serta peran generasi muda dalam aksi iklim.

Pada hari kedua, peserta terjun langsung ke kawasan pesisir Lantebung untuk mengikuti aksi penanaman mangrove bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Ikatan Keluarga Lantebung serta didukung 13 relawan dan 12 fasilitator serta narasumber.

Selain menanam mangrove, peserta juga mempelajari fungsi ekosistem pesisir, manfaat mangrove dalam mitigasi perubahan iklim, serta pentingnya peran masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap warga setempat, bibit mangrove yang digunakan dalam kegiatan tersebut dibeli langsung dari petani mangrove di Lantebung. Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membantu perekonomian masyarakat pesisir.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar yang mengerahkan sekitar 10 personel serta menyerahkan 50 bibit pohon tabebuya dan sukun kepada masyarakat Lantebung untuk mendukung penghijauan berkelanjutan.Direktur Yayasan PerDIK, Nur Syarif Ramadhan, mengatakan bahwa difabel tidak hanya menjadi kelompok yang terdampak perubahan iklim, tetapi juga memiliki hak dan kapasitas untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

“Difabel bukan hanya kelompok yang terdampak oleh perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Mereka juga memiliki hak dan kapasitas untuk terlibat, memimpin, dan berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini terselenggara atas dukungan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui program Indonesia's FOLU Net Sink 2030. Melalui kegiatan ini, Yayasan PerDIK berharap semakin banyak ruang partisipasi yang terbuka bagi difabel dalam berbagai inisiatif pelestarian lingkungan dan aksi iklim di Indonesia.
(MAS)
Foto Terkait
Aksi Bersih Sungai Jaga Kelestarian Mangrove di Pesisir Bone
Aksi Bersih Sungai Jaga Kelestarian Mangrove di Pesisir Bone
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
Minggu, 25 Jan 2026 06:15
Merawat Mangrove Demi Keberlanjutan Energi Hijau dan Kehidupan Nelayan Pesisir
Merawat Mangrove Demi Keberlanjutan Energi Hijau dan Kehidupan Nelayan Pesisir
Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, Pertamina terus melanjutkan program rehabilitasi dan pelestarian mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengembangkan energi hijau, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan laut yang memiliki dampak penting bagi ekosistem dan perekonomian masyarakat pesisir.
Senin, 28 Okt 2024 20:34
FOTO: Rehabilitasi Hutan Mangrove Lantebung
FOTO: Rehabilitasi Hutan Mangrove Lantebung
Sejumlah aktivis lingkungan menanam bibit mangrove di Kampung Wisata Mangrove Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/5/2024).
Minggu, 26 Mei 2024 16:02
Indosat Hadirkan Program Desa Digital IM3 di Desa Bulu Cindea
Indosat Hadirkan Program Desa Digital IM3 di Desa Bulu Cindea
Indosat memberi bantuan penanaman mangrove berbasis teknologi Internet of Things (IoT) yang melibatkan keikutsertaan masyarakat desa di Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (4/12/2023).
Senin, 04 Des 2023 18:19
Penanaman 1000 Pohon Mangrove di Kawasan Rawan Abrasi
Penanaman 1000 Pohon Mangrove di Kawasan Rawan Abrasi
Magrove Camp kolaborasi Sahabat Gunung dan Komunitas Pendaki Gunung Indonesia Raya (KPGIR) Makassar, yang didukungn oleh PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) melaksanakan penanaman mangrove di Kabupaten Takalar
Minggu, 21 Mei 2023 16:57
Foto Terbaru