KALLA Berhasil Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2025

Minggu, 04 Jan 2026 17:46
KALLA Berhasil Raih Dua Penghargaan Top Digital Awards 2025
Corporate Information & Communication Technology (CICT) KALLA, Razmal Djamal, memegang penghargaan TOP Digital Implementation 2025 #Stars 4 yang diraih dalam ajang TOP DIGITAL Awards 2025.
Comment
Share
MAKASSAR - KALLA menorehkan prestasi nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP DIGITAL Awards 2025, yakni TOP Digital Implementation 2025 #Stars 4 dan TOP CIO on Digital Implementation 2025 yang dianugerahkan kepada Indra Permana, Chief of Process & Digitalization KALLA.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan KALLA menjalankan transformasi digital secara konsisten dan berkelanjutan untuk mendukung daya saing bisnis jangka panjang.

Dalam ajang tersebut, KALLA mengusung tema “Driving Operational Excellence through Intelligent Digital Transformation”, yang menegaskan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan tata kelola teknologi informasi, keamanan siber, dan inovasi digital sebagai fondasi pertumbuhan di tengah dinamika industri.

“Transformasi digital KALLA diarahkan untuk memastikan daya saing jangka panjang sekaligus meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan eksternal,” ujar Razmal Djamal, Corporate Information & Communication Technology (CICT) KALLA.

Razmal menambahkan, capaian ini menjadi pengakuan nasional atas investasi dan kerja keras seluruh tim IT KALLA. “Penghargaan ini menunjukkan bahwa kapabilitas IT KALLA telah berada pada standar nasional dan tentu tidak terlepas dari dukungan manajemen KALLA. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan, baik secara internal maupun eksternal,” jelasnya.

Keamanan siber menjadi pilar utama dalam perjalanan transformasi digital KALLA. Sejak 2023, KALLA telah mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022 dan mengadopsi framework NIST v2 sebagai acuan penguatan keamanan informasi. Pada tahun 2024, KALLA juga membentuk Departemen Cyber Security & Research, membangun Computer Incident Response Team (CIRT), serta melakukan asesmen kepatuhan terhadap regulasi Pelindungan Data Pribadi (PDP).

“Keamanan informasi adalah prasyarat utama untuk membangun kepercayaan dan memastikan keberlanjutan bisnis digital,” tegas Razmal.

Ke depan, CICT KALLA akan memfokuskan strategi pada tiga pilar utama, yaitu standarisasi best practice, penguatan keamanan siber, dan adopsi teknologi baru. Isu keamanan data akan menjadi prioritas, mencakup infrastruktur, aplikasi, hingga tata kelola data perusahaan.

“Pada 2026, kami akan lebih menekankan peningkatan awareness keamanan data di internal. Hal ini krusial karena berkaitan langsung dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Kebocoran data tidak hanya berisiko pada sanksi, tetapi juga kerusakan reputasi perusahaan yang nilainya tidak ternilai,” ungkapnya.

Selain penguatan keamanan, KALLA juga bersiap menghadapi perkembangan kecerdasan buatan, termasuk potensi adopsi agentic AI yang diprediksi mulai berkembang di Indonesia pada 2026. Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja secara proaktif berdasarkan tujuan pengguna, serta bekerja antar proses dan aplikasi seperti seorang agen yang terpadu.

“Kami akan menjajaki penerapan agentic AI dalam sistem internal KALLA. Namun yang terpenting adalah membangun kesadaran bahwa teknologi akan terus berubah. Yang harus diperkuat adalah core competency dan budaya berpikir kritis,” jelas Razmal.

Sebagai bagian dari langkah strategis tersebut, CICT KALLA berencana meluncurkan platform AI internal dalam waktu dekat, dengan jaminan seluruh data tetap dikelola di pusat data milik KALLA. Tata kelola adopsi teknologi akan diterapkan secara ketat untuk memastikan keamanan, keberlanjutan, dan nilai bisnis jangka panjang bagi perusahaan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru