Dukung Pelaksanaan Haji, Bulog Mulai Ekspor Beras ke Arab Saudi
Senin, 09 Feb 2026 20:03
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan rapat koordinasi terbatas dengan Perum Bulog dan Kementerian terkait, dan menyepakati rencana ekspor Beras Haji Tahun 2026.
JAKARTA - Pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyepakati rencana ekspor Beras Haji Tahun 2026 yang diusulkan oleh Perum BULOG.
Rakortas yang digelar di Ruang Rapat Utama Kemenko Bidang Pangan ini, membahas kebijakan ekspor beras seiring perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan.
Rakortas tersebut dihadiri sejumlah menteri terkait serta jajaran Direksi Perum BULOG, di antaranya Direktur Utama Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Operasi Andi Afdal, dan Direktur Pemasaran Febby Novita.
Pembahasan mencakup kesiapan regulasi, teknis produksi, mekanisme ekspor, hingga dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan ekspor Beras Haji.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keputusan ekspor beras ke Arab Saudi merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan jamaah haji, sekaligus mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Seiring dengan adanya program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.
Dalam forum tersebut, Perum BULOG memaparkan kesiapan operasional yang meliputi koordinasi teknis dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, serta mitra industri pengolahan dan logistik.
Proses produksi beras premium untuk ekspor telah berjalan, termasuk pengujian laboratorium, sertifikasi halal, penyiapan kemasan, serta penjajakan mitra forwarder untuk pengiriman ke Jeddah, Arab Saudi.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa, beras yang akan diekspor menggunakan spesifikasi premium dengan standar mutu tinggi. “Kami diminta menyiapkan beras premium dengan tingkat pecahan hanya 5 persen dan kadar air 14 persen, bahkan di bawah 14 persen,” ujarnya.
BULOG menargetkan pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada minggu ketiga Februari 2026, sesuai permintaan yang telah disepakati.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa ekspor Beras Haji memiliki makna strategis bagi bangsa dan tidak semata bernilai komersial. “Ekspor beras haji ini bukan sekadar harga atau nominal, melainkan harga diri bangsa.
"Ini adalah simbol kemandirian pangan dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Dengan dukungan Kemenko Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Haji dan Umrah, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, ekspor Beras Haji 2026 diharapkan menjadi tonggak diplomasi pangan Indonesia.
Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi nasional di pasar global dan memastikan jamaah haji Indonesia memperoleh beras berkualitas sesuai selera serta standar mutu nasional.
Rakortas yang digelar di Ruang Rapat Utama Kemenko Bidang Pangan ini, membahas kebijakan ekspor beras seiring perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Keamanan Pangan.
Rakortas tersebut dihadiri sejumlah menteri terkait serta jajaran Direksi Perum BULOG, di antaranya Direktur Utama Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Operasi Andi Afdal, dan Direktur Pemasaran Febby Novita.
Pembahasan mencakup kesiapan regulasi, teknis produksi, mekanisme ekspor, hingga dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam pelaksanaan ekspor Beras Haji.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keputusan ekspor beras ke Arab Saudi merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan jamaah haji, sekaligus mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Seiring dengan adanya program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.
Dalam forum tersebut, Perum BULOG memaparkan kesiapan operasional yang meliputi koordinasi teknis dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, serta mitra industri pengolahan dan logistik.
Proses produksi beras premium untuk ekspor telah berjalan, termasuk pengujian laboratorium, sertifikasi halal, penyiapan kemasan, serta penjajakan mitra forwarder untuk pengiriman ke Jeddah, Arab Saudi.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa, beras yang akan diekspor menggunakan spesifikasi premium dengan standar mutu tinggi. “Kami diminta menyiapkan beras premium dengan tingkat pecahan hanya 5 persen dan kadar air 14 persen, bahkan di bawah 14 persen,” ujarnya.
BULOG menargetkan pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada minggu ketiga Februari 2026, sesuai permintaan yang telah disepakati.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa ekspor Beras Haji memiliki makna strategis bagi bangsa dan tidak semata bernilai komersial. “Ekspor beras haji ini bukan sekadar harga atau nominal, melainkan harga diri bangsa.
"Ini adalah simbol kemandirian pangan dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Dengan dukungan Kemenko Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Haji dan Umrah, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, ekspor Beras Haji 2026 diharapkan menjadi tonggak diplomasi pangan Indonesia.
Langkah ini sekaligus memperkuat reputasi nasional di pasar global dan memastikan jamaah haji Indonesia memperoleh beras berkualitas sesuai selera serta standar mutu nasional.
(GUS)
Berita Terkait
News
Stok Melimpah, Bulog Sebut Sulsel Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Direktur Utama Perum BULOG, Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, mengapresiasi kinerja Kanwil Sulselbar yang dinilai menunjukkan performa terbaik secara nasional.
Jum'at, 06 Feb 2026 19:43
News
Mentan Amran: Aceh Surplus Beras 871.000 ton, Tidak Perlu Impor
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Provinsi Aceh berada dalam kondisi surplus beras yang sangat besar, sehingga tidak ada alasan bagi siapa pun untuk melakukan impor
Selasa, 25 Nov 2025 19:18
News
Mentan Amran: Beras Ilegal Ditindak, Sebelum Bersandar di Batam
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan tindakan tegas terhadap masuknya beras ilegal. Setelah sebelumnya menyegel 250 ton beras ilegal di Sabang, kini ia menyegel 40,4 ton beras ilegal di Batam.
Selasa, 25 Nov 2025 19:09
News
Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah mempercepat swasembada beras nasional dan menghentikan setiap upaya impor yang bertentangan dengan kebijakan negara.
Minggu, 23 Nov 2025 23:58
News
Kabar Gembira! Pupuk Indonesia Salurkan 2.574 Paket Beras SPHP ke Masyarakat
Masyarakat sekitar PT Pupuk Indonesia menyambut baik kegiatan penyaluran 2.574 paket beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berlangsung pada 8–19 September 2025.
Selasa, 09 Sep 2025 12:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Konsolidasi Fraksi se-Sulsel Tatap Musda Berjalan Kondusif
2
Forkeis UIN Alauddin Matangkan Arah Organisasi Lewat Upgrading 2026
3
Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Bibit Nenas
4
Menag Ajak Guru Besar UIN Alauddin Bangun Episentrum Ilmu dan Peradaban
5
Tim Pengawasan Kejaksaan Turun Audit Kinerja di Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Konsolidasi Fraksi se-Sulsel Tatap Musda Berjalan Kondusif
2
Forkeis UIN Alauddin Matangkan Arah Organisasi Lewat Upgrading 2026
3
Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Bibit Nenas
4
Menag Ajak Guru Besar UIN Alauddin Bangun Episentrum Ilmu dan Peradaban
5
Tim Pengawasan Kejaksaan Turun Audit Kinerja di Jeneponto