YHK Dukung Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal di Kepulauan Wakatobi
Selasa, 16 Mei 2023 22:14
Yayasan Hadji Kalla mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal yang ada di Kepulauan Wakatobi. Foto/Dok Kalla Group
WAKATOBI - Kepulauan Wakatobi terkenal sebagai destinasi wisata yang tak pernah habis untuk diekplorasi. Tetapi untuk waktu yang lama, potensi ekonomi pulau ini terbatas karena keterbatasan aksesibilitas dan kurangnya pengembangan infrastruktur. Sehingga perlunya program pemberdayaan desa untuk dapat memecahkan keterbatasan tersebut. Di sinilah Yayasan Hadji Kalla (YHK) sebagai Lembaga Amil Zakat yang mendukung berbagai program pemberdayaan di Sulawesi menjalankan perannya.
Salah satu langkah yang diambil adalah masuknya program Desa Bangkit Sejahtara (DBS) ke beberapa desa di Wakatobi pada awal tahun 2023 dengan tujuan untuk menggali dan memanfaatkan sumber daya potensial yang ada. Kepulauan Wakatobi memiliki kekayaan alam berupa hasil perikanan yang melimpah, komoditi lokal yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah, dan potensi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Melalui pelatihan dan bantuan teknis, Yayasan Hadji Kalla akan melatih komunitas lokal untuk mengelola sumber daya yang ada secara berkelanjutan dan memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan bagi masyarakat lokal.
Adapun desa di Kepulauan Wakatobi yang menjadi desa binaan Yayasan Hadji Kalla adalah Desa Kapota Utara, Desa Kabita Togo dan Desa Wisata Kolo yang ketiganya berada di Pulau Wangiwangi, Kabupaten Kepulauan Wakatobi. Ketiga desa ini dipilih berdasarkan data kemiskinan ekstrem dan proses survei oleh para fasilitator DBS Yayasan Hadji Kalla.
“Selain itu, desa di pulau-pulau ini juga dipilih karena bisa menerima inisiasi tentang pengembangan sektor ekonomi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, Kepulauan Wakatobi bisa menarik minat wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal yang autentik. Melalui pengelolaan yang bijaksana dan kesadaran akan keberlanjutan, Yayasan Hadji Kalla mencoba melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan sektor ekonomi dan komoditi lokal yang berkelanjutan," ungkap Erny Nurdin selaku Program Manager Bidang Ekonomi Sosial Yayasan Hadji Kalla.
Ia mengimbuhkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal, YHK berencana untuk memperkuat sektor UMKM di desa binaan ini. Melalui pelatihan kewirausahaan, pembiayaan yang terjangkau, dan akses pasar yang lebih luas akan diberikan kepada warga dan komunitas lokal untuk meningkatkan kapasitas mereka.
"Nantinya, produk dan kerajinan khas Kepulauan Wakatobi diharapkan bisa semakin diminati baik oleh wisatawan maupun pasar lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat," ucapnya.
Dampak dari pemberdayaan desa di Kepulauan Wakatobi diharapkan bisa dirasakan manfaatnya selama masa pembinaan oleh YHK. Masyarakat lokal bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui berbagai peluang usaha yang tercipta.
Sektor UMKM semakin berkembang dengan produk-produk berkualitas tinggi yang menarik minat wisatawan dan konsumen lokal. Pariwisata yang berkelanjutan juga memberikan dampak positif pada pelestarian lingkungan dan kearifan lokal
Salah satu langkah yang diambil adalah masuknya program Desa Bangkit Sejahtara (DBS) ke beberapa desa di Wakatobi pada awal tahun 2023 dengan tujuan untuk menggali dan memanfaatkan sumber daya potensial yang ada. Kepulauan Wakatobi memiliki kekayaan alam berupa hasil perikanan yang melimpah, komoditi lokal yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah, dan potensi energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin.
Melalui pelatihan dan bantuan teknis, Yayasan Hadji Kalla akan melatih komunitas lokal untuk mengelola sumber daya yang ada secara berkelanjutan dan memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan bagi masyarakat lokal.
Adapun desa di Kepulauan Wakatobi yang menjadi desa binaan Yayasan Hadji Kalla adalah Desa Kapota Utara, Desa Kabita Togo dan Desa Wisata Kolo yang ketiganya berada di Pulau Wangiwangi, Kabupaten Kepulauan Wakatobi. Ketiga desa ini dipilih berdasarkan data kemiskinan ekstrem dan proses survei oleh para fasilitator DBS Yayasan Hadji Kalla.
“Selain itu, desa di pulau-pulau ini juga dipilih karena bisa menerima inisiasi tentang pengembangan sektor ekonomi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial. Dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, Kepulauan Wakatobi bisa menarik minat wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal yang autentik. Melalui pengelolaan yang bijaksana dan kesadaran akan keberlanjutan, Yayasan Hadji Kalla mencoba melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan sektor ekonomi dan komoditi lokal yang berkelanjutan," ungkap Erny Nurdin selaku Program Manager Bidang Ekonomi Sosial Yayasan Hadji Kalla.
Ia mengimbuhkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal, YHK berencana untuk memperkuat sektor UMKM di desa binaan ini. Melalui pelatihan kewirausahaan, pembiayaan yang terjangkau, dan akses pasar yang lebih luas akan diberikan kepada warga dan komunitas lokal untuk meningkatkan kapasitas mereka.
"Nantinya, produk dan kerajinan khas Kepulauan Wakatobi diharapkan bisa semakin diminati baik oleh wisatawan maupun pasar lokal, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat," ucapnya.
Dampak dari pemberdayaan desa di Kepulauan Wakatobi diharapkan bisa dirasakan manfaatnya selama masa pembinaan oleh YHK. Masyarakat lokal bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui berbagai peluang usaha yang tercipta.
Sektor UMKM semakin berkembang dengan produk-produk berkualitas tinggi yang menarik minat wisatawan dan konsumen lokal. Pariwisata yang berkelanjutan juga memberikan dampak positif pada pelestarian lingkungan dan kearifan lokal
(TRI)
Berita Terkait
News
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
Kalla 10K hadir dengan rute yang telah diverifikasi untuk memenuhi standar sertifikasi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Rabu, 23 Sep 2026 15:25
News
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
Rangkaian perayaan HUT ke-74 KALLA resmi dimulai melalui Padel Exhibition & Kick-off di CoPA Grounds, NIPAH PARK, Kota Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Sabtu, 19 Sep 2026 19:42
News
Kalla 10K 2026 Buka 4.500 Slot, Hadirkan Kategori Family Run
Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak pendaftaran dibuka pada 11 Agustus 2026 melalui situs kalla10k.com dan aplikasi Kallafriends.
Jum'at, 04 Sep 2026 11:26
Sulsel
Kapal Kemanusiaan KALLA Bawa 800 Paket Bantuan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT
Kapal kemanusiaan KALLA berlayar menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa 800 paket bantuan, tenaga medis, relawan, hingga personel penyelamat.
Sabtu, 29 Agu 2026 20:39
News
Beasiswa Kalla 2026 Jangkau 1.236 Pendaftar, 64 Mahasiswa Lolos Gelombang Pertama
Sebanyak 64 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi dan Jawa lolos hingga tahap akhir Beasiswa Kalla Gelombang 1 2026. Total ada ribuan pendaftar.
Selasa, 25 Agu 2026 19:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
3
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka