Hari Jadi Kolaka, Dua Milestone Strategis PT Vale Jadi Tonggak Pertumbuhan Berkelanjutan
Minggu, 01 Mar 2026 15:25
Melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, menandai dua capaian strategis: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka. Foto: Istimewa
KOLAKA - Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 menjadi refleksi penting perjalanan pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing. Pada kesempatan istimewa ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, menandai dua capaian strategis: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.
Dua milestone ini bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pasar Sentral Mekongga merupakan jantung perdagangan Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebagai pusat distribusi dan pembentuk harga komoditas harian, pasar ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Kolaka.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional ini dirancang menjadi lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih bersih dan sehat, tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Bupati Kolaka, H Amri, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.
Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi. Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM, meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi strategi bisnis jangka panjang PT Vale.
Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, termasuk tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.
Pembangunan fasilitas pembibitan ini bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional, melainkan wujud komitmen nyata perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.
Nursery ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat luas.
Bupati Kolaka dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Vale. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen nyata yang ditunjukkan dengan hadirnya kita semua di sini. Saya yakin banyak tangan-tangan yang ikut berjuang menyukseskan pembangunan pusat pembibitan ini,” ucapnya.
Peresmian Nursery dan Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga pada momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor usaha dalam membangun Kolaka yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui Indonesia Growth Project Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan bahwa investasi industri tidak hanya tentang pertumbuhan produksi, tetapi juga tentang warisan sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan, PT Vale terus berupaya menjadi mitra pembangunan yang bertanggung jawab bagi Kolaka dan Sulawesi Tenggara.
Dua milestone ini bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pasar Sentral Mekongga merupakan jantung perdagangan Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebagai pusat distribusi dan pembentuk harga komoditas harian, pasar ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Kolaka.
Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional ini dirancang menjadi lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.
Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih bersih dan sehat, tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.
Bupati Kolaka, H Amri, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman.
“Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.
Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi. Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM, meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.
Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi strategi bisnis jangka panjang PT Vale.
Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, termasuk tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.
Pembangunan fasilitas pembibitan ini bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional, melainkan wujud komitmen nyata perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.
“Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.
Nursery ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat luas.
Bupati Kolaka dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Vale. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen nyata yang ditunjukkan dengan hadirnya kita semua di sini. Saya yakin banyak tangan-tangan yang ikut berjuang menyukseskan pembangunan pusat pembibitan ini,” ucapnya.
Peresmian Nursery dan Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga pada momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor usaha dalam membangun Kolaka yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui Indonesia Growth Project Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan bahwa investasi industri tidak hanya tentang pertumbuhan produksi, tetapi juga tentang warisan sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan, PT Vale terus berupaya menjadi mitra pembangunan yang bertanggung jawab bagi Kolaka dan Sulawesi Tenggara.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026
Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 12:36
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
News
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
News
Jejak Lestari Danau Purba Matano di Tengah Denyut Industri Nikel
Dikelola PT Vale, LGS menjadi salah satu benteng ekologis yang menjaga agar aktivitas industri nikel tetap berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 22:27
News
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 07:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
4
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
4
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana