Kartini Masa Kini di PT Vale: Perempuan Kian Berdaya di Industri Tambang
Kamis, 23 Apr 2026 16:38
PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan tren positif dalam membuka ruang lebih luas bagi pekerja perempuan, baik dari sisi jumlah maupun peran strategis. Foto/IST
MAKASSAR - Peran perempuan di industri pertambangan yang selama ini didominasi laki-laki terus mengalami pergeseran. PT Vale Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan tren positif dalam membuka ruang lebih luas bagi pekerja perempuan, baik dari sisi jumlah maupun peran strategis.
Hingga Maret 2026, jumlah pekerja perempuan di PT Vale mencapai 363 orang atau sekitar 12,37 persen dari total 2.934 karyawan. Angka ini menunjukkan peningkatan konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, proporsinya masih 8,6 persen, lalu naik menjadi 8,7 persen di 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen di 2024, dan 12,09 persen pada 2025.
Sebaran pekerja perempuan di berbagai wilayah operasional juga cukup beragam. Di IGP Pomalaa, keterwakilan perempuan mencapai 26,53 persen, sementara di IGP Morowali sebesar 22,77 persen. Adapun di Sorowako—yang menjadi pusat operasional terbesar—persentase pekerja perempuan berada di angka 10,14 persen.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, mengatakan tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, perempuan di PT Vale juga mulai menempati berbagai level jabatan. Mayoritas masih berada di level staf dan non-staf, namun keterwakilan di posisi strategis terus meningkat.
Ia memaparkan saat ini, terdapat 108 perempuan di level senior staf atau manajer, 18 orang di posisi general manager atau spesialis, hingga lima perempuan yang telah menembus jajaran manajemen.
Menariknya, keterlibatan perempuan tidak lagi terbatas pada pekerjaan administratif. Di lapangan, mereka kini ikut terjun langsung dalam operasional tambang, termasuk mengoperasikan alat berat seperti dump truck dan bekerja dalam sistem shift, termasuk pada malam hari—peran yang sebelumnya identik dengan pekerja laki-laki.
"PT Vale berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk berkarya dari level operator hingga top manajemen, sekaligus mendorong kesetaraan di komunitas lingkar tambang," ungkap Vanda.
Komitmen terhadap kesetaraan gender menjadi salah satu pilar penting perusahaan. PT Vale mengintegrasikan prinsip Diversity, Equity & Inclusion (DEI) dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier. Perusahaan menerapkan seleksi berbasis kompetensi tanpa bias gender, sekaligus menetapkan target peningkatan jumlah perempuan di seluruh level organisasi.
Untuk memperkuat hal tersebut, PT Vale juga membangun jalur pengembangan talenta perempuan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program vokasi, khususnya bagi perempuan lokal. Sementara di internal perusahaan, berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan, mentoring, coaching, hingga keterlibatan dalam proyek strategis disiapkan untuk mempercepat akselerasi karier pekerja perempuan.
Lingkungan kerja inklusif juga diperkuat melalui kebijakan konkret. Perusahaan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan, dilengkapi dengan kanal pelaporan yang aman. Selain itu, tersedia fasilitas ramah perempuan seperti ruang laktasi, alat pelindung diri yang disesuaikan, serta fasilitas sanitasi yang memadai di seluruh area kerja.
Dari sisi kebijakan ketenagakerjaan, PT Vale memberikan cuti melahirkan selama empat bulan, cuti haid tanpa syarat pemeriksaan medis, cuti ayah, serta opsi kerja fleksibel untuk mendukung keseimbangan peran pekerja.
Meski demikian, dia mengakui tantangan masih membayangi. Industri tambang yang secara historis didominasi laki-laki menjadi hambatan tersendiri dalam meningkatkan partisipasi perempuan. Namun, perusahaan berupaya menjawab tantangan ini melalui langkah sistematis, mulai dari perubahan pola rekrutmen hingga penguatan budaya kerja yang inklusif dan setara.
Sebagai ruang penguatan internal, PT Vale juga menghadirkan komunitas Vale Women Network yang menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk saling terhubung, berkembang, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Momentum Hari Kartini pun dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Bagi PT Vale, peringatan ini menjadi refleksi sekaligus penggerak untuk terus memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender. Perempuan didorong untuk berani mengambil peran strategis dan menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan industri.
Perusahaan pun menyampaikan pesan terbuka bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di sektor tambang. Industri ini, ditegaskan, terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk berkembang.
Lebih dari sekadar menjadi bagian dari tenaga kerja, perempuan diharapkan hadir sebagai pemimpin, inovator, dan agen perubahan yang membawa perspektif baru bagi masa depan industri pertambangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Hingga Maret 2026, jumlah pekerja perempuan di PT Vale mencapai 363 orang atau sekitar 12,37 persen dari total 2.934 karyawan. Angka ini menunjukkan peningkatan konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, proporsinya masih 8,6 persen, lalu naik menjadi 8,7 persen di 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen di 2024, dan 12,09 persen pada 2025.
Sebaran pekerja perempuan di berbagai wilayah operasional juga cukup beragam. Di IGP Pomalaa, keterwakilan perempuan mencapai 26,53 persen, sementara di IGP Morowali sebesar 22,77 persen. Adapun di Sorowako—yang menjadi pusat operasional terbesar—persentase pekerja perempuan berada di angka 10,14 persen.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, mengatakan tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, perempuan di PT Vale juga mulai menempati berbagai level jabatan. Mayoritas masih berada di level staf dan non-staf, namun keterwakilan di posisi strategis terus meningkat.
Ia memaparkan saat ini, terdapat 108 perempuan di level senior staf atau manajer, 18 orang di posisi general manager atau spesialis, hingga lima perempuan yang telah menembus jajaran manajemen.
Menariknya, keterlibatan perempuan tidak lagi terbatas pada pekerjaan administratif. Di lapangan, mereka kini ikut terjun langsung dalam operasional tambang, termasuk mengoperasikan alat berat seperti dump truck dan bekerja dalam sistem shift, termasuk pada malam hari—peran yang sebelumnya identik dengan pekerja laki-laki.
"PT Vale berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk berkarya dari level operator hingga top manajemen, sekaligus mendorong kesetaraan di komunitas lingkar tambang," ungkap Vanda.
Komitmen terhadap kesetaraan gender menjadi salah satu pilar penting perusahaan. PT Vale mengintegrasikan prinsip Diversity, Equity & Inclusion (DEI) dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier. Perusahaan menerapkan seleksi berbasis kompetensi tanpa bias gender, sekaligus menetapkan target peningkatan jumlah perempuan di seluruh level organisasi.
Untuk memperkuat hal tersebut, PT Vale juga membangun jalur pengembangan talenta perempuan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program vokasi, khususnya bagi perempuan lokal. Sementara di internal perusahaan, berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan, mentoring, coaching, hingga keterlibatan dalam proyek strategis disiapkan untuk mempercepat akselerasi karier pekerja perempuan.
Lingkungan kerja inklusif juga diperkuat melalui kebijakan konkret. Perusahaan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan, dilengkapi dengan kanal pelaporan yang aman. Selain itu, tersedia fasilitas ramah perempuan seperti ruang laktasi, alat pelindung diri yang disesuaikan, serta fasilitas sanitasi yang memadai di seluruh area kerja.
Dari sisi kebijakan ketenagakerjaan, PT Vale memberikan cuti melahirkan selama empat bulan, cuti haid tanpa syarat pemeriksaan medis, cuti ayah, serta opsi kerja fleksibel untuk mendukung keseimbangan peran pekerja.
Meski demikian, dia mengakui tantangan masih membayangi. Industri tambang yang secara historis didominasi laki-laki menjadi hambatan tersendiri dalam meningkatkan partisipasi perempuan. Namun, perusahaan berupaya menjawab tantangan ini melalui langkah sistematis, mulai dari perubahan pola rekrutmen hingga penguatan budaya kerja yang inklusif dan setara.
Sebagai ruang penguatan internal, PT Vale juga menghadirkan komunitas Vale Women Network yang menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk saling terhubung, berkembang, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Momentum Hari Kartini pun dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Bagi PT Vale, peringatan ini menjadi refleksi sekaligus penggerak untuk terus memperkuat komitmen terhadap kesetaraan gender. Perempuan didorong untuk berani mengambil peran strategis dan menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan industri.
Perusahaan pun menyampaikan pesan terbuka bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di sektor tambang. Industri ini, ditegaskan, terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk berkembang.
Lebih dari sekadar menjadi bagian dari tenaga kerja, perempuan diharapkan hadir sebagai pemimpin, inovator, dan agen perubahan yang membawa perspektif baru bagi masa depan industri pertambangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Bahopombine Youthcamp 2026, Vale Indonesia Dorong Pemuda Morowali Lebih Berdaya
PT Vale Indonesia mendukung pemberdayaan pemuda melalui kegiatan Bahopombine Youthcamp 2026 di Desa Kolono, Morowali, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.
Jum'at, 06 Nov 2026 20:27
News
Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara untuk menghadapi musim hujan.
Jum'at, 06 Nov 2026 10:58
Sulsel
Polemik Pajak MBLB Overburden di Lutim, Pengamat Dorong Evaluasi Regulasi
Polemik tersebut mencuat setelah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB) kepada PT Vale Indonesia.
Kamis, 05 Nov 2026 20:17
Ekbis
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
Sepanjang 2025, Vale Indonesia diketahui mencatat pembayaran PNBP sebesar 52,06 juta dolar AS, naik 87,9 persen dibandingkan 27,70 juta dolar AS pada 2024.
Rabu, 04 Nov 2026 15:01
Ekbis
Dari Sisik Ikan Jadi Produk Bernilai, PLN Dukung Perempuan Pesisir Paotere
PLN UIP Sulawesi menghadirkan bantuan sarana produksi melalui program Woman Support Woman untuk mendukung Kelompok Perempuan Pesisir Paotere.
Minggu, 01 Nov 2026 12:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angkat Isu Judi Online, Film 'Menang Untuk Kalah' Tayang 19 November 2026
2
Pemkot Makassar dan Polda Sulsel Tanam 100 Pohon Tabebuya di TPA Tamangapa
3
Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa
4
Sambut HUT ke-15, Nasdem Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah di Makassar
5
Partnership Ikonik McDonald’s dan G-DRAGON Hadir di Indonesia Lewat Joah-Yo! Meal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angkat Isu Judi Online, Film 'Menang Untuk Kalah' Tayang 19 November 2026
2
Pemkot Makassar dan Polda Sulsel Tanam 100 Pohon Tabebuya di TPA Tamangapa
3
Hadapi Musim Penghujan, Vale Perkuat Tata Kelola Air & Lingkungan IGP Pomalaa
4
Sambut HUT ke-15, Nasdem Sulsel Gelar Aksi Jumat Berkah di Makassar
5
Partnership Ikonik McDonald’s dan G-DRAGON Hadir di Indonesia Lewat Joah-Yo! Meal