BI Sulsel Dorong Efisiensi dan Akselerasi Investasi Lewat DTM PINISI SULTAN 2026
Kamis, 30 Apr 2026 12:07
Pemprov Sulsel bersama Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026. Foto/IS
MAKASSAR - Upaya mempercepat transformasi ekonomi di Sulawesi Selatan kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 pada Selasa, 27 April 2026, di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala daerah, perwakilan kementerian, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis lainnya. Forum ini menjadi ruang koordinasi penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong hilirisasi dan investasi berkelanjutan di daerah.
Kinerja investasi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tercatat tetap positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Meski demikian, posisi Sulawesi Selatan yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menunjukkan perlunya strategi yang lebih terarah dalam meningkatkan daya saing investasi di tengah kompetisi antar daerah yang semakin ketat.
Untuk itu, penguatan daya tarik investasi menjadi fokus utama ke depan, termasuk melalui perbaikan iklim usaha, penyediaan infrastruktur, serta peningkatan kualitas proyek. Arah ini selaras dengan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan yang diusung dalam forum tersebut.
Melalui DTM, berbagai langkah strategis dibahas guna meningkatkan realisasi investasi, terutama melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang sesuai dengan prioritas nasional dan potensi daerah. Diskusi juga menghadirkan sejumlah pemaparan dari BKPM terkait strategi investasi dan hilirisasi berbasis dekarbonisasi, serta dukungan pembiayaan proyek daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan negara peers seperti Malaysia dan Vietnam mengindikasikan efisiensi investasi yang perlu terus ditingkatkan. Di Sulawesi Selatan, tren penurunan ICOR hingga tahun 2025 menunjukkan perbaikan efisiensi investasi, namun tercatat masih lebih rendah dibanding nasional.
Sulawesi Selatan saat ini telah memiliki lebih dari 90 IPRO dan sebagian di antaranya telah berstatus clean and clear (CnC). Namun demikian, realisasi investasi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, serta masih terdapat proyek yang belum sepenuhnya selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung dan penguatan aspek keamanan serta kepastian berusaha guna mempercepat akselerasi investasi di Sulawesi Selatan.
Dalam DTM PINISI SULTAN 2026, disepakati sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut, sebagai berikut:
• Penyelarasan proyek dengan agenda pembangunan nasional dengan fokus pada proyek CnC, termasuk penguatan hilirisasi komoditas unggulan Sulsel seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, ikan TCT, udang, kakao, dan kelapa sawit.
• Penguatan kesiapan proyek melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai serta jaminan keamanan dan kepastian berusaha guna meningkatkan daya saing proyek.
• Pendampingan penyusunan feasibility study (FS) bekerja sama dengan lembaga kredibel untuk meningkatkan kualitas dokumen proyek.
• Penguatan promosi IPRO melalui forum investasi, one-on-one meeting, dan site visit dengan calon investor potensial, baik domestik maupun internasional.
• Pengembangan skema pembiayaan alternatif, termasuk penjajakan KPBU, pembiayaan oleh Danantara, optimalisasi kerja sama internasional, serta kemitraan dengan pelaku usaha strategis.
• Peningkatan kapasitas SDM melalui capacity building penyusunan proposal investasi berstandar internasional guna meningkatkan kualitas project owner.
Ke depan, kolaborasi antar pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi sekaligus memastikan investasi yang masuk semakin produktif, berdaya saing, dan berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, para kepala daerah, perwakilan kementerian, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis lainnya. Forum ini menjadi ruang koordinasi penting untuk memperkuat sinergi dalam mendorong hilirisasi dan investasi berkelanjutan di daerah.
Kinerja investasi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tercatat tetap positif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Meski demikian, posisi Sulawesi Selatan yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menunjukkan perlunya strategi yang lebih terarah dalam meningkatkan daya saing investasi di tengah kompetisi antar daerah yang semakin ketat.
Untuk itu, penguatan daya tarik investasi menjadi fokus utama ke depan, termasuk melalui perbaikan iklim usaha, penyediaan infrastruktur, serta peningkatan kualitas proyek. Arah ini selaras dengan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan pembangunan berkelanjutan yang diusung dalam forum tersebut.
Melalui DTM, berbagai langkah strategis dibahas guna meningkatkan realisasi investasi, terutama melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang sesuai dengan prioritas nasional dan potensi daerah. Diskusi juga menghadirkan sejumlah pemaparan dari BKPM terkait strategi investasi dan hilirisasi berbasis dekarbonisasi, serta dukungan pembiayaan proyek daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan bahwa indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang masih relatif lebih tinggi dibandingkan negara peers seperti Malaysia dan Vietnam mengindikasikan efisiensi investasi yang perlu terus ditingkatkan. Di Sulawesi Selatan, tren penurunan ICOR hingga tahun 2025 menunjukkan perbaikan efisiensi investasi, namun tercatat masih lebih rendah dibanding nasional.
Sulawesi Selatan saat ini telah memiliki lebih dari 90 IPRO dan sebagian di antaranya telah berstatus clean and clear (CnC). Namun demikian, realisasi investasi masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan proyek yang belum optimal, keterbatasan pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, serta masih terdapat proyek yang belum sepenuhnya selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah, termasuk penyediaan infrastruktur pendukung dan penguatan aspek keamanan serta kepastian berusaha guna mempercepat akselerasi investasi di Sulawesi Selatan.
Dalam DTM PINISI SULTAN 2026, disepakati sejumlah rekomendasi dan rencana tindak lanjut, sebagai berikut:
• Penyelarasan proyek dengan agenda pembangunan nasional dengan fokus pada proyek CnC, termasuk penguatan hilirisasi komoditas unggulan Sulsel seperti nikel, tembaga, kelapa, rumput laut, garam, ikan TCT, udang, kakao, dan kelapa sawit.
• Penguatan kesiapan proyek melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai serta jaminan keamanan dan kepastian berusaha guna meningkatkan daya saing proyek.
• Pendampingan penyusunan feasibility study (FS) bekerja sama dengan lembaga kredibel untuk meningkatkan kualitas dokumen proyek.
• Penguatan promosi IPRO melalui forum investasi, one-on-one meeting, dan site visit dengan calon investor potensial, baik domestik maupun internasional.
• Pengembangan skema pembiayaan alternatif, termasuk penjajakan KPBU, pembiayaan oleh Danantara, optimalisasi kerja sama internasional, serta kemitraan dengan pelaku usaha strategis.
• Peningkatan kapasitas SDM melalui capacity building penyusunan proposal investasi berstandar internasional guna meningkatkan kualitas project owner.
Ke depan, kolaborasi antar pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi sekaligus memastikan investasi yang masuk semakin produktif, berdaya saing, dan berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam penanggulangan bencana.
Rabu, 29 Apr 2026 18:53
News
Pemprov Sulsel Dorong Kerjasama Jepang untuk Infrastruktur dan Penyerapan Tenaga Kerja
Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong kerjasama dengan Jepang dalam bidang infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja trampil.
Rabu, 29 Apr 2026 18:47
News
Kapten Kapal Tanker Asal Gowa Disandera di Somalia, Upaya Penyelamatan Dilakukan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait seorang warganya yang menjadi korban penyanderaan di perairan Somalia.
Selasa, 28 Apr 2026 18:01
Sulsel
Jawab Kebutuhan Nakes, Gubernur Serahkan Mobil Layanan Kesehatan untuk Warga Rongkong
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan satu unit mobil operasional untuk Puskesmas Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah pegunungan.
Selasa, 28 Apr 2026 12:05
Ekbis
UMKM dan Pesantren Sulsel Naik Kelas Lewat Program REWAKO 2026
Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO.
Selasa, 28 Apr 2026 11:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat Kompetensi Teknisi dan Layanan Aftersales
2
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
3
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Layanan Ramah HAM, Imigrasi Parepare Permudah Kelompok Rentan Urus Paspor
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat Kompetensi Teknisi dan Layanan Aftersales
2
Kapolsek Tamalatea Tutup Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Bontoramba
3
Mercure Makassar Luncurkan Menu Baru The Light dengan Konsep Non-Alkohol
4
Lurah Empoang Selatan Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
5
Layanan Ramah HAM, Imigrasi Parepare Permudah Kelompok Rentan Urus Paspor