Smelter HPAL Vale di Pomalaa Rampung Tahun Ini, Morowali Paling Lambat 2027
Rabu, 04 Mar 2026 13:41
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk., Endra Kusuma, memaparkan perkembangan proyek smelter HPAL di Morowali dan Pomalaa kepada awak media di Makassar. Foto/Tri Yari K
MAKASSAR - PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menargetkan penyelesaian dua proyek pabrik pengolahan nikel alias smelter berteknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dan Morowali, Sulawesi Tengah, pada akhir 2026.
Pabrik HPAL di Pomalaa dijadwalkan rampung pada penghujung tahun ini. Sementara itu, proyek HPAL Morowali juga ditargetkan selesai dalam periode yang sama. Namun apabila belum dapat diselesaikan pada 2026, perseroan memastikan proyek tersebut paling lambat akan tuntas pada 2027.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk., Endra Kusuma, mengungkapkan kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) yang mulai dikembangkan sejak 2022.
IGP Pomalaa merupakan proyek tambang sekaligus fasilitas pengolahan HPAL dengan nilai investasi mencapai US$4,43 miliar. Dalam pengembangannya, Vale menggandeng Huayou, produsen material baterai kendaraan listrik asal China, serta Ford dari Amerika Serikat.
Hingga kini, progres pembangunan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen. Meski fasilitas pengolahannya masih dalam tahap konstruksi, kegiatan penjualan bijih nikel telah dimulai melalui first ore sale pada 28 Februari 2026. Perseroan menargetkan produksi bijih limonit mencapai 300.000 ton per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.
"Setelah pabrik HPAL beroperasi, kami akan memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik," kata Endra Kusuma di Makassar.
Sementara itu, IGP Morowali merupakan proyek penambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan nilai investasi sekitar US$2 miliar. Proyek tersebut dikembangkan untuk memperkuat hilirisasi industri nikel nasional melalui produksi bahan setengah jadi yang dibutuhkan industri energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Perkembangan proyek Morowali kini telah mencapai 98,85 persen. Pada awal 2026, proyek tersebut juga telah membukukan penjualan bijih nikel sebanyak 2,2 juta ton.
Selain pembangunan fasilitas produksi, Vale turut menjalankan program reklamasi. Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melakukan hydroseeding di lahan seluas 26 hektare serta meresmikan fasilitas pembibitan dengan kapasitas 400.000 bibit per tahun yang akan digunakan untuk rehabilitasi area bekas tambang.
Pabrik HPAL di Pomalaa dijadwalkan rampung pada penghujung tahun ini. Sementara itu, proyek HPAL Morowali juga ditargetkan selesai dalam periode yang sama. Namun apabila belum dapat diselesaikan pada 2026, perseroan memastikan proyek tersebut paling lambat akan tuntas pada 2027.
Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia Tbk., Endra Kusuma, mengungkapkan kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) yang mulai dikembangkan sejak 2022.
IGP Pomalaa merupakan proyek tambang sekaligus fasilitas pengolahan HPAL dengan nilai investasi mencapai US$4,43 miliar. Dalam pengembangannya, Vale menggandeng Huayou, produsen material baterai kendaraan listrik asal China, serta Ford dari Amerika Serikat.
Hingga kini, progres pembangunan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen. Meski fasilitas pengolahannya masih dalam tahap konstruksi, kegiatan penjualan bijih nikel telah dimulai melalui first ore sale pada 28 Februari 2026. Perseroan menargetkan produksi bijih limonit mencapai 300.000 ton per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari.
"Setelah pabrik HPAL beroperasi, kami akan memproduksi mixed hydroxide precipitate (MHP) yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik," kata Endra Kusuma di Makassar.
Sementara itu, IGP Morowali merupakan proyek penambangan dan pengolahan nikel terintegrasi dengan nilai investasi sekitar US$2 miliar. Proyek tersebut dikembangkan untuk memperkuat hilirisasi industri nikel nasional melalui produksi bahan setengah jadi yang dibutuhkan industri energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Perkembangan proyek Morowali kini telah mencapai 98,85 persen. Pada awal 2026, proyek tersebut juga telah membukukan penjualan bijih nikel sebanyak 2,2 juta ton.
Selain pembangunan fasilitas produksi, Vale turut menjalankan program reklamasi. Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melakukan hydroseeding di lahan seluas 26 hektare serta meresmikan fasilitas pembibitan dengan kapasitas 400.000 bibit per tahun yang akan digunakan untuk rehabilitasi area bekas tambang.
(TRI)
Berita Terkait
News
Gaungkan Aksi Iklim, PT Vale Hijaukan Lingkungan SMKN 9 Kolaka
PT Vale Indonesia Tbk melalui IGP Pomalaa memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa.
Kamis, 25 Jun 2026 15:16
News
PT Vale Siapkan SDM Lokal Terampil Lewat Pelatihan & Sertifikasi Operator Alat Berat
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal melalui Program Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat Berat.
Rabu, 24 Jun 2026 16:18
News
PT Vale Unjuk Inovasi Pengelolaan Sampah Sorowako di Pameran Lingkungan Internasional
PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik operasional berkelanjutan, termasuk mencapai target nol sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050.
Kamis, 11 Jun 2026 19:29
Ekbis
PT Vale Indonesia Borong Dua Penghargaan HR Asia Awards 2026
Bagi PT Vale, penghargaan ini mencerminkan hasil investasi jangka panjang perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Senin, 08 Jun 2026 17:11
News
Hari Lingkungan Hidup, PT Vale Dorong Gerakan Bersama Hadapi Perubahan Iklim
PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menggelar Environment Run (EnviRun) 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Minggu, 07 Jun 2026 21:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
2
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
3
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
4
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
5
Antusiasme Tinggi, Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Lampaui Target Peserta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
2
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
3
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
4
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
5
Antusiasme Tinggi, Pra Pekan Olahraga NIPAH 2026 Lampaui Target Peserta