Bayar Tagihan hingga Nikmati Hiburan, Semua Beres dalam Genggaman Berkat AstraPay

Kamis, 16 Jul 2026 19:26
Bayar Tagihan hingga Nikmati Hiburan, Semua Beres dalam Genggaman Berkat AstraPay
Pengguna dompet digital seperti AstraPay kini menjadi gaya hidup masyarakat, karena dinilai lebih praktis dan aman. Foto/Ilustrasi/Dok AstraPay
Comment
Share
MAKASSAR - Bunyi notifikasi di telepon genggam itu datang ketika Andi Ulfa masih berada di tempat kerja. Pengingat tagihan bulanan. Karyawati swasta di Makassar itu tersenyum kecil. Dahulu, notifikasi semacam itu kerap membuatnya panik karena harus mencari ATM atau loket pembayaran sebelum jam operasional berakhir.

Kini kondisinya berbeda. Andi Ulfa hanya berhenti sejenak dari pekerjaannya, membuka satu aplikasi di telepon genggam, lalu kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa. Tak sampai lima menit, seluruh urusan pembayaran beres.

"Saya baru sadar, ternyata yang paling berubah bukan sebatas teknologi, tapi cara saya menjalani hari," kata dia.

Pengalaman Andi Ulfa mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat seiring berkembangnya teknologi. Transaksi digital kini bukan hanya menjadi tren, tetapi telah menjadi kebiasaan baru. Gaya hidup cashless tidak sekadar mengubah cara membayar, melainkan juga membantu masyarakat mengelola waktu, pekerjaan, dan keuangan sehari-hari.

Andi Ulfa mengaku dulu kerap cemas setiap awal bulan. Bukan karena jumlah tagihan bertambah, melainkan harus mengingat jadwal pembayaran listrik, air, TV berlangganan, internet rumah, pulsa, hingga cicilan kendaraan yang jatuh tempo di waktu berbeda.

Sebagai karyawati swasta dengan jam kerja padat, ia harus meluangkan waktu untuk datang ke ATM atau loket pembayaran agar tagihan tidak terlambat.

"Yang paling merepotkan itu bukan membayarnya, tapi mengingat semuanya. Kadang sudah bayar listrik, lupa internet. Sudah isi pulsa, ternyata BPJS belum," kenangnya.

Kini sebagian besar kebutuhan bulanannya diselesaikan melalui dompet digital. Salah satu platform yang digunakannya ialah AstraPay. Selain membayar tagihan rutin, aplikasi tersebut juga dimanfaatkan untuk urusan hiburan seperti membeli tiket bioskop hingga tiket konser.

"Yang istimewa karena banyak promonya. Terakhir yang konser Semesta Berpesta, khusus untuk pengguna AstraPay harganya Rp1," tuturnya.

Menurut Andi Ulfa, mobilitas yang tinggi membuat pembayaran digital menjadi pilihan paling praktis. Ia tidak lagi harus mengantre di ATM maupun loket pembayaran.

"Dulu sangat ribet, melelahkan karena harus antre di ATM maupun loket pembayaran. Sekarang semuanya beres dalam genggaman. Istimewanya lagi karena fiturnya memudahkan, bisa mengingatkan," jelasnya.

Andi Ulfa juga merasakan manfaat dari riwayat transaksi yang tersimpan otomatis di aplikasi. Fitur tersebut memudahkan pengguna untuk memastikan status pembayaran tanpa harus mencari struk maupun tangkapan layar sebagai bukti transaksi.

Manfaat itu pernah dirasakannya saat lupa apakah tagihan internet sudah dibayar. "Dulu terkadang saya panik karena takut koneksi diputus. Sekarang tinggal cek histori transaksi. Rasanya jauh lebih tenang," ucapnya.

Baginya, teknologi pembayaran digital kini bukan sekadar alat transaksi, tetapi menjadi bagian dari cara mengatur kehidupan sehari-hari.

"Waktu yang biasanya habis buat urusan bayar tagihan sekarang bisa dipakai untuk istirahat atau kumpul dengan keluarga," tukasnya.

Pengalaman serupa dirasakan Ika Oktaviana, mahasiswi yang mulai menggunakan pembayaran digital sejak kuliah. Salah satu dompet digital yang digunakannya adalah AstraPay.

Menurutnya, dompet digital membantu mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua untuk mengelola keuangan secara mandiri. "Dulu saya mencatat semua pengeluaran di buku kecil. Tapi sering lupa ditulis, akhirnya tidak tahu uang habis buat apa," katanya.

Riwayat transaksi di AstraPay memudahkannya mengevaluasi pola pengeluaran setiap bulan sehingga dapat menentukan prioritas kebutuhan.

Ia juga mengaku cukup sering menggunakan QRIS karena hampir seluruh tempat makan, toko, maupun minimarket di sekitar kampus telah menyediakan layanan tersebut.

Menurut dia, pembayaran melalui QRIS lebih aman dan praktis. Kini, dirinya tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar maupun khawatir ketika lupa membawa dompet selama telepon genggam masih berada di tangannya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) AstraPay, Rina Apriana, mengatakan pihaknya terus mendorong penerapan gaya hidup cashless di tengah masyarakat. Menurut dia, pembayaran non-tunai memberikan banyak manfaat dan kemudahan, baik bagi masyarakat sebagai pengguna maupun bagi pelaku usaha.

Rina juga terus mengajak para pelaku usaha, khususnya pelaku UMKM, untuk memanfaatkan layanan pembayaran melalui QRIS. Menurutnya, sistem pembayaran digital menawarkan sejumlah keuntungan yang dapat membantu operasional usaha menjadi lebih praktis dan efisien.

Salah satu keunggulannya adalah tidak adanya risiko menerima uang palsu karena seluruh transaksi dilakukan secara digital. Selain itu, pedagang juga tidak perlu lagi menyiapkan uang pecahan kecil sebagai kembalian kepada pelanggan.

"Yang ketiga, ya namanya kalau punya warung, punya toko, atau punya resto, ya kan ada karyawan. Bukannya negatif, tapi ada risiko," ungkap Rina, dalam sebuah podcast atau siniar.

Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, Rina mengakui bahwa dompet digital tetap memiliki tantangan, termasuk potensi fraud maupun ancaman keamanan siber. Oleh karena itu, AstraPay terus melakukan berbagai pengembangan untuk memperkuat sistem keamanan serta memberikan perlindungan kepada pengguna.

"Kami terus berinvestasi dalam sistem dan teknologi yang menjamin bahwa data pelanggan aman dan dikelola secara etis," tegas Rina.

Memasuki usia ke-6, AstraPay terus menunjukkan perkembangan positif. Jumlah penggunanya telah melampaui 17 juta orang dan didukung lebih dari 28 ribu merchant QRIS di berbagai daerah. Selain itu, AstraPay juga mencatat lebih dari 86 juta transaksi setiap tahunnya.

Rina menegaskan komitmen AstraPay untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang aman, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Di saat yang sama, perusahaan juga akan terus mendukung digitalisasi UMKM serta mendorong inklusi keuangan agar semakin banyak masyarakat maupun pelaku usaha dapat merasakan manfaat dari ekosistem keuangan digital yang terus berkembang di Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru