Cashless Jadi Gaya Hidup, AstraPay Bantu Masyarakat Bijak & Cerdas Kelola Keuangan
Sabtu, 18 Jul 2026 17:57
Transaksi nontunai melalui QRIS kini sudah menjadi gaya hidup. Salah satu pilihan dompet digital terpercaya yang banyak dipakai masyarakat adalah AstraPay. Foto/Ilustrasi/Dok AstraPay
MAKASSAR - Membeli kopi, membayar parkir, berbelanja kebutuhan harian, hingga melunasi tagihan listrik kini cukup dilakukan dengan satu sentuhan di ponsel melalui aplikasi dompet digital. Kebiasaan membawa uang tunai dalam jumlah besar perlahan mulai ditinggalkan. Gaya hidup cashless telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Kemudahan itu membuat aktivitas menjadi lebih praktis. Transaksi berlangsung dalam hitungan detik. Tidak perlu lagi mencari uang pas atau menunggu kembalian. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada hal yang kerap luput dari perhatian. Semakin mudah bertransaksi, kian penting pula kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Nah, dompet digital kini tidak lagi sekadar menjadi alat pembayaran. Jika dimanfaatkan dengan tepat, teknologi ini juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Mulai dari mencatat pengeluaran, mengingatkan pembayaran tagihan, hingga memudahkan pengguna mengevaluasi kebiasaan belanja setiap bulan.
Tantangan itulah yang kini dihadapi Indonesia. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen.
Angka tersebut menunjukkan akses terhadap layanan keuangan tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan masyarakat memahami cara menggunakannya secara bijak.
Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan digital mencapai sekitar Rp2,6 triliun sejak November 2024 hingga Mei 2025.
Kelompok usia muda menjadi salah satu yang paling rentan. SNLIK 2025 mencatat tingkat literasi keuangan usia 15-17 tahun baru mencapai sekitar 51,68 persen. Padahal, kelompok ini merupakan pengguna teknologi digital yang paling aktif.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran dompet digital tidak hanya dituntut menghadirkan kemudahan bertransaksi. Lebih dari itu, teknologi pembayaran digital juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan mengelola keuangan yang lebih baik. Salah satunya diwujudkan AstraPay.
Sebagai dompet digital yang terdaftar dan diawasi Bank Indonesia, AstraPay menghadirkan berbagai layanan pembayaran dalam satu aplikasi. Mulai dari pembayaran QRIS, tagihan bulanan, pembelian pulsa, paket data, hingga transfer dana.
Namun, manfaat yang dirasakan pengguna tidak berhenti pada kemudahan transaksi. Seluruh aktivitas pembayaran tercatat secara otomatis dalam riwayat transaksi. Catatan tersebut memudahkan pengguna melihat ke mana uang dibelanjakan. Pengguna juga dapat lebih mudah mengingat kewajiban pembayaran rutin sehingga terhindar dari keterlambatan.
Bagi Dhewy Mahmud, seorang pekerja di Makassar, perubahan dari transaksi tunai ke digital memberikan pengalaman baru dalam mengatur keuangan sehari-hari.
Sebelumnya, penggunaan uang tunai membuatnya perlu mencatat kembali berbagai pengeluaran agar tidak lupa. Namun, dengan transaksi digital, setiap pembayaran dapat dilihat kembali melalui riwayat transaksi yang tersedia.
Menurut Dhewy, fitur pencatatan transaksi menjadi salah satu manfaat yang paling terasa. Ia dapat mengetahui pola pengeluaran, mulai dari kebutuhan rutin hingga pengeluaran kecil yang sering kali tidak disadari.
"Semua transaksi langsung tercatat. Jadi saya bisa melihat pengeluaran digunakan untuk apa saja. Itu membantu saya lebih disiplin mengatur keuangan," katanya.
Bagi Dhewy, catatan transaksi bukan hanya sekadar daftar pembayaran, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk mengatur prioritas kebutuhan. Dengan melihat kembali riwayat transaksi, ia dapat membedakan antara kebutuhan utama dan pengeluaran yang sifatnya tidak mendesak.
Selain membantu mencatat pengeluaran, penggunaan dompet digital juga membuatnya lebih mudah mengatur pembayaran rutin. Beberapa kebutuhan bulanan dapat dilakukan melalui satu aplikasi tanpa harus berpindah layanan.
Ia juga mengaku kini tidak lagi terbiasa membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain memberikan rasa aman, kebiasaan tersebut membuatnya lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi.
"Kalau semua pengeluaran terlihat, kita jadi berpikir dua kali sebelum membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan," ujarnya.
Perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital juga terlihat di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia Sulawesi Selatan mencatat jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 1,34 juta pada 2025. Sekitar 76,8 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Pengguna QRIS juga terus bertambah hingga mencapai lebih dari 1,31 juta orang. Nilai transaksinya menembus Rp19,05 triliun dengan volume mencapai 170,5 juta transaksi sepanjang 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan penggunaan QRIS memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM melalui transaksi yang lebih praktis, aman, dan efisien.
"Kami terus mendorong pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi UMKM. Dengan ekosistem digital yang semakin kuat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan semakin meningkat," ujarnya.
Rizki juga menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Menurutnya, masyarakat perlu memahami risiko transaksi digital agar dapat terhindar dari pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai modus penipuan.
Komitmen menghadirkan layanan pembayaran digital yang aman juga menjadi perhatian AstraPay. Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana, mengatakan pembayaran digital seharusnya tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Menurut Rina, pembayaran melalui QRIS memberi banyak manfaat bagi pelaku usaha. Transaksi menjadi lebih praktis, tidak perlu menyediakan uang kembalian, serta mengurangi risiko menerima uang palsu.
Di sisi lain, AstraPay terus memperkuat sistem keamanan agar pengguna merasa lebih terlindungi saat bertransaksi. "Kami terus berinvestasi dalam sistem dan teknologi yang menjamin data pelanggan aman dan dikelola secara etis," ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari pertumbuhan AstraPay. Memasuki usia ke-6 tahun, AstraPay telah digunakan lebih dari 17 juta pengguna. Layanannya didukung lebih dari 28 ribu merchant QRIS dan mencatat lebih dari 86 juta transaksi setiap tahun.
Rina menegaskan komitmen AstraPay untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang aman, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Di saat yang sama, AstraPay juga terus mendukung digitalisasi UMKM serta mendorong inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Kemudahan itu membuat aktivitas menjadi lebih praktis. Transaksi berlangsung dalam hitungan detik. Tidak perlu lagi mencari uang pas atau menunggu kembalian. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada hal yang kerap luput dari perhatian. Semakin mudah bertransaksi, kian penting pula kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Nah, dompet digital kini tidak lagi sekadar menjadi alat pembayaran. Jika dimanfaatkan dengan tepat, teknologi ini juga dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Mulai dari mencatat pengeluaran, mengingatkan pembayaran tagihan, hingga memudahkan pengguna mengevaluasi kebiasaan belanja setiap bulan.
Tantangan itulah yang kini dihadapi Indonesia. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen.
Angka tersebut menunjukkan akses terhadap layanan keuangan tumbuh lebih cepat dibandingkan kemampuan masyarakat memahami cara menggunakannya secara bijak.
Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan digital mencapai sekitar Rp2,6 triliun sejak November 2024 hingga Mei 2025.
Kelompok usia muda menjadi salah satu yang paling rentan. SNLIK 2025 mencatat tingkat literasi keuangan usia 15-17 tahun baru mencapai sekitar 51,68 persen. Padahal, kelompok ini merupakan pengguna teknologi digital yang paling aktif.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran dompet digital tidak hanya dituntut menghadirkan kemudahan bertransaksi. Lebih dari itu, teknologi pembayaran digital juga diharapkan mampu membentuk kebiasaan mengelola keuangan yang lebih baik. Salah satunya diwujudkan AstraPay.
Sebagai dompet digital yang terdaftar dan diawasi Bank Indonesia, AstraPay menghadirkan berbagai layanan pembayaran dalam satu aplikasi. Mulai dari pembayaran QRIS, tagihan bulanan, pembelian pulsa, paket data, hingga transfer dana.
Namun, manfaat yang dirasakan pengguna tidak berhenti pada kemudahan transaksi. Seluruh aktivitas pembayaran tercatat secara otomatis dalam riwayat transaksi. Catatan tersebut memudahkan pengguna melihat ke mana uang dibelanjakan. Pengguna juga dapat lebih mudah mengingat kewajiban pembayaran rutin sehingga terhindar dari keterlambatan.
Bagi Dhewy Mahmud, seorang pekerja di Makassar, perubahan dari transaksi tunai ke digital memberikan pengalaman baru dalam mengatur keuangan sehari-hari.
Sebelumnya, penggunaan uang tunai membuatnya perlu mencatat kembali berbagai pengeluaran agar tidak lupa. Namun, dengan transaksi digital, setiap pembayaran dapat dilihat kembali melalui riwayat transaksi yang tersedia.
Menurut Dhewy, fitur pencatatan transaksi menjadi salah satu manfaat yang paling terasa. Ia dapat mengetahui pola pengeluaran, mulai dari kebutuhan rutin hingga pengeluaran kecil yang sering kali tidak disadari.
"Semua transaksi langsung tercatat. Jadi saya bisa melihat pengeluaran digunakan untuk apa saja. Itu membantu saya lebih disiplin mengatur keuangan," katanya.
Bagi Dhewy, catatan transaksi bukan hanya sekadar daftar pembayaran, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk mengatur prioritas kebutuhan. Dengan melihat kembali riwayat transaksi, ia dapat membedakan antara kebutuhan utama dan pengeluaran yang sifatnya tidak mendesak.
Selain membantu mencatat pengeluaran, penggunaan dompet digital juga membuatnya lebih mudah mengatur pembayaran rutin. Beberapa kebutuhan bulanan dapat dilakukan melalui satu aplikasi tanpa harus berpindah layanan.
Ia juga mengaku kini tidak lagi terbiasa membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain memberikan rasa aman, kebiasaan tersebut membuatnya lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi.
"Kalau semua pengeluaran terlihat, kita jadi berpikir dua kali sebelum membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan," ujarnya.
Perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi digital juga terlihat di Sulawesi Selatan. Bank Indonesia Sulawesi Selatan mencatat jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 1,34 juta pada 2025. Sekitar 76,8 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Pengguna QRIS juga terus bertambah hingga mencapai lebih dari 1,31 juta orang. Nilai transaksinya menembus Rp19,05 triliun dengan volume mencapai 170,5 juta transaksi sepanjang 2025.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan penggunaan QRIS memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM melalui transaksi yang lebih praktis, aman, dan efisien.
"Kami terus mendorong pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih praktis, aman, dan efisien bagi UMKM. Dengan ekosistem digital yang semakin kuat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan semakin meningkat," ujarnya.
Rizki juga menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Menurutnya, masyarakat perlu memahami risiko transaksi digital agar dapat terhindar dari pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai modus penipuan.
Komitmen menghadirkan layanan pembayaran digital yang aman juga menjadi perhatian AstraPay. Chief Executive Officer AstraPay, Rina Apriana, mengatakan pembayaran digital seharusnya tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Menurut Rina, pembayaran melalui QRIS memberi banyak manfaat bagi pelaku usaha. Transaksi menjadi lebih praktis, tidak perlu menyediakan uang kembalian, serta mengurangi risiko menerima uang palsu.
Di sisi lain, AstraPay terus memperkuat sistem keamanan agar pengguna merasa lebih terlindungi saat bertransaksi. "Kami terus berinvestasi dalam sistem dan teknologi yang menjamin data pelanggan aman dan dikelola secara etis," ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari pertumbuhan AstraPay. Memasuki usia ke-6 tahun, AstraPay telah digunakan lebih dari 17 juta pengguna. Layanannya didukung lebih dari 28 ribu merchant QRIS dan mencatat lebih dari 86 juta transaksi setiap tahun.
Rina menegaskan komitmen AstraPay untuk terus menghadirkan solusi pembayaran digital yang aman, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Di saat yang sama, AstraPay juga terus mendukung digitalisasi UMKM serta mendorong inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK dan Komisi XI DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Warga Soppeng
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Komisi XI DPR RI memperkuat edukasi keuangan bagi masyarakat di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (19/10).
Senin, 19 Okt 2026 12:47
Ekbis
OJK Perkuat Literasi Keuangan Warga Bone, Cegah Jerat Investasi Ilegal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar edukasi keuangan di Kabupaten Bone, Sabtu (17/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 15:21
Ekbis
OJK Dorong Nelayan Untia Lebih Cakap Mengelola Keuangan
OJK mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan melalui sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia.
Kamis, 15 Okt 2026 21:57
Ekbis
6 Tahun Konsisten, Kredivo Perluas Literasi Keuangan Generasi Muda Indonesia Timur
Kredivo memperluas program edukasi finansial Generasi Djempolan ke Ambon, Maluku, untuk pertama kalinya.
Rabu, 07 Okt 2026 16:27
Ekbis
OJK Sulselbar Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan
OJK Sulselbar menyiapkan anak muda untuk mengambil dapat mengambil peran dalam memperluas edukasi keuangan melalui pemilihan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan.
Minggu, 04 Okt 2026 20:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara