Kepala Barantin Tinjau PT Bomar, Pastikan Layanan Karantina Dukung Ekspor Udang

Jum'at, 07 Agu 2026 21:40
Kepala Barantin Tinjau PT Bomar, Pastikan Layanan Karantina Dukung Ekspor Udang
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding berbicara kepada awak media usai meninjau instalasi karantina di PT Bomar, Jumat (7/8/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, memastikan layanan karantina berjalan optimal untuk mendukung kelancaran ekspor udang Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan saat meninjau implementasi pelayanan karantina di PT Bogatama Marinusa (Bomar), salah satu eksportir seafood di Makassar yang secara konsisten memasok produk udang ke berbagai negara.

Karding menegaskan, daya saing udang Indonesia di pasar global tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sistem karantina yang mampu menjamin kesehatan, keamanan, mutu, dan ketertelusuran komoditas sesuai standar negara tujuan.

Dalam kunjungannya, Karding meninjau langsung seluruh proses produksi udang ekspor, mulai dari tahapan breaded process hingga pengemasan (packing). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penerapan standar sanitasi, keamanan pangan, sistem jaminan kesehatan komoditas, serta efektivitas pelayanan sertifikasi ekspor yang menjadi prasyarat perdagangan internasional.

"Bomar merupakan salah satu perusahaan perikanan di Sulawesi Selatan yang membangun ekosistem budidaya udang dengan standar yang sangat tinggi. Kunjungan ini memberi gambaran bahwa sebenarnya Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain udang nomor satu di dunia apabila potensi ini dikelola secara tepat," ujar Karding.

Ia menambahkan, standar yang diterapkan PT Bomar telah memenuhi standar ekspor internasional. Menurutnya, tugas Barantin adalah memastikan setiap komoditas perikanan yang dilalulintaskan, baik antarpulau maupun antarnegara, berada dalam kondisi sehat, aman, dan memiliki mutu yang terjaga.

CEO PT Bomar, Tigor Chendarma, mengatakan layanan karantina merupakan bagian penting dalam keberlangsungan ekspor perusahaan. Kepastian layanan yang cepat dan kredibel dinilai memberikan jaminan bagi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan sekaligus menjaga kepercayaan mitra dagang.

"Layanan karantina bukan sekadar persyaratan administrasi, tetapi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap produk yang kami kirim memenuhi standar kesehatan dan keamanan negara tujuan. Kepastian layanan yang cepat dan kredibel sangat membantu menjaga kelancaran ekspor serta mempertahankan kepercayaan mitra dagang di luar negeri," kata Tigor.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, menegaskan pihaknya terus memastikan setiap komoditas yang diekspor telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan dan teknis sebelum sertifikat karantina diterbitkan.

"Komitmen kami adalah memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi seluruh persyaratan karantina sehingga dapat diterima negara tujuan tanpa hambatan. Di sisi lain, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar proses sertifikasi berlangsung cepat, akurat, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha," ujarnya.

Sepanjang Semester I 2026, PT Bomar mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar. Volume tersebut terdiri atas 765.132 kilogram udang vaname senilai Rp122,5 miliar dan 94.292 kilogram udang windu senilai Rp25,7 miliar. Seluruh komoditas telah melalui tindakan karantina dan diterbitkan 69 sertifikat karantina sebagai persyaratan ekspor ke berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Vietnam, dan Tiongkok.

Kunjungan kerja Kepala Barantin tersebut turut didampingi Tenaga Ahli Utama Barantin dan Inspektur Barantin sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pelaku usaha guna menjaga kelancaran ekspor sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perikanan Indonesia di pasar internasional.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru