Cegah Penipuan Digital, OJK Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Sekolah Rakyat

Selasa, 27 Okt 2026 20:16
Cegah Penipuan Digital, OJK Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Sekolah Rakyat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat melalui program OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Kemampuan mengelola keuangan dan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bekal penting bagi generasi muda di tengah maraknya penipuan digital. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat melalui program OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026.

Mengusung tema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi”, kegiatan yang digelar di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta, Selasa (27/10/2026), ini menghadirkan kelas literasi keuangan dan kreativitas digital secara interaktif. Program tersebut bertujuan membekali pelajar agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif, sekaligus mengembangkan potensi diri menjadi peluang nyata.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kemajuan teknologi digital membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menciptakan peluang ekonomi. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan berbagai risiko di ruang digital, termasuk penipuan.

“Ini juga bentuk pelindungan OJK kepada masyarakat melalui edukasi dan literasi, supaya adik-adik tidak terkena scam atau penipuan. Saat ini banyak sekali anak-anak muda yang menjadi korban scam,” kata Friderica.

Menurut dia, OJK Digiclass di Sekolah Rakyat tidak hanya memperkaya pengetahuan pelajar di bidang akademik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan keuangan dan digital yang bermanfaat bagi masa depan.

“Jadi, kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan, tetapi juga mengajarkan bagaimana kalian memahami literasi digital dan literasi keuangan. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” ujarnya.

Ketua Komisi Informasi Pusat Handoko Agung Saputro turut menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik dan kecakapan digital dalam membuka kesempatan yang setara bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Ia mengapresiasi OJK yang turut mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK yang ternyata sangat peduli bukan saja dalam bidang ekonomi nasional, tetapi juga mendukung dan melaksanakan visi misi Presiden dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa lewat Sekolah Rakyat,” kata Handoko.

Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, mengingatkan para pelajar agar kritis dalam menyikapi perkembangan informasi digital, termasuk saat memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Tapi adik-adik yang saya kasihi, artificial intelligence itu hanya alat bantu, bukan pengganti otak kita, bukan pengganti nurani kita, bukan pengganti insting kita sebagai manusia seutuhnya,” ujarnya.

Pentingnya edukasi keuangan sejak dini juga tecermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, di bawah indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 92,76 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap produk dan layanan keuangan perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Dengan literasi yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengenali risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, para pelajar yang hadir juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan. Pengukuhan ini diharapkan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menyebarluaskan edukasi keuangan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selain memperluas edukasi keuangan, OJK terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik. Komitmen tersebut tercermin dari predikat Badan Publik Informatif yang dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut pada 2023–2025, penghargaan Arkaya Wiwarta Prajanugraha pada 2025, serta sertifikasi internasional ISO 22301:2019 yang diperoleh layanan informasi publik OJK atau E-PPID pada 2026.

OJK berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi keuangan dan meningkatkan kecakapan digital masyarakat. Upaya ini sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru