OJK dan DPR RI Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Sinjai
Senin, 26 Okt 2026 18:51
OJK Sulselbar bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menggelar edukasi keuangan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (26/10/2026). Foto/Istimewa
SINJAI - Masyarakat perlu lebih cermat mengelola keuangan dan mengenali tawaran investasi agar tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menggelar edukasi keuangan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran OJK, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak. Masyarakat juga dibekali pengetahuan untuk mengenali risiko investasi ilegal dan menghindari tawaran yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan pemahaman mengenai fungsi OJK menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk memilih dan menggunakan produk jasa keuangan secara tepat.
“OJK memiliki peran dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melaksanakan pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami peran OJK, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen, serta semakin cermat dalam memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia,” ujarnya.
Menurut Muchlasin, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi OJK, DPR RI, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi serta mendorong penggunaan layanan keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab.
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menekankan bahwa literasi keuangan dibutuhkan agar masyarakat mampu mengatur pendapatan, menentukan prioritas kebutuhan, membangun kebiasaan menabung, serta memahami manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan.
“Literasi keuangan sangat penting karena masyarakat berhadapan dengan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memahami cara mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, menggunakan pembiayaan secara bijak, dan mengenali risiko sebelum mengambil keputusan keuangan,” kata Andi.
Ia menambahkan, edukasi keuangan perlu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah agar manfaat perkembangan sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara lebih merata. Pemahaman yang baik diharapkan membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal secara bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai tugas dan fungsi OJK, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi. Masyarakat juga diingatkan untuk memeriksa legalitas penyedia jasa keuangan melalui kanal resmi, memahami manfaat, biaya, dan risiko produk sebelum menggunakannya, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan.
Kewaspadaan terhadap investasi ilegal turut menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau imbal hasil pasti tanpa penjelasan risiko yang memadai. Sebelum menempatkan dana, calon investor perlu memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi, memahami mekanisme penempatan dana, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan akibat tekanan atau ajakan pihak lain.
Jika menemukan tawaran investasi mencurigakan atau dugaan aktivitas keuangan ilegal, masyarakat dapat mencari informasi melalui kanal resmi OJK atau menghubungi Kontak OJK 157 untuk memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui edukasi keuangan di Kabupaten Sinjai, OJK Sulsel Sulbar bersama Andi Yuliani Paris mendorong masyarakat agar semakin cerdas dan mandiri dalam mengambil keputusan keuangan. Penguatan literasi diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko, melindungi diri dari praktik keuangan ilegal, serta memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan peran OJK, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak. Masyarakat juga dibekali pengetahuan untuk mengenali risiko investasi ilegal dan menghindari tawaran yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan pemahaman mengenai fungsi OJK menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk memilih dan menggunakan produk jasa keuangan secara tepat.
“OJK memiliki peran dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melaksanakan pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami peran OJK, mengetahui hak dan kewajibannya sebagai konsumen, serta semakin cermat dalam memanfaatkan layanan keuangan yang tersedia,” ujarnya.
Menurut Muchlasin, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi OJK, DPR RI, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi serta mendorong penggunaan layanan keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab.
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menekankan bahwa literasi keuangan dibutuhkan agar masyarakat mampu mengatur pendapatan, menentukan prioritas kebutuhan, membangun kebiasaan menabung, serta memahami manfaat dan risiko sebelum menggunakan produk keuangan.
“Literasi keuangan sangat penting karena masyarakat berhadapan dengan berbagai pilihan produk dan layanan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat perlu memahami cara mengelola pendapatan, membangun kebiasaan menabung, menggunakan pembiayaan secara bijak, dan mengenali risiko sebelum mengambil keputusan keuangan,” kata Andi.
Ia menambahkan, edukasi keuangan perlu menjangkau masyarakat hingga tingkat daerah agar manfaat perkembangan sektor jasa keuangan dapat dirasakan secara lebih merata. Pemahaman yang baik diharapkan membantu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal secara bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai tugas dan fungsi OJK, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta prinsip kehati-hatian dalam bertransaksi. Masyarakat juga diingatkan untuk memeriksa legalitas penyedia jasa keuangan melalui kanal resmi, memahami manfaat, biaya, dan risiko produk sebelum menggunakannya, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan.
Kewaspadaan terhadap investasi ilegal turut menjadi perhatian dalam edukasi tersebut. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau imbal hasil pasti tanpa penjelasan risiko yang memadai. Sebelum menempatkan dana, calon investor perlu memeriksa legalitas pihak yang menawarkan investasi, memahami mekanisme penempatan dana, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan akibat tekanan atau ajakan pihak lain.
Jika menemukan tawaran investasi mencurigakan atau dugaan aktivitas keuangan ilegal, masyarakat dapat mencari informasi melalui kanal resmi OJK atau menghubungi Kontak OJK 157 untuk memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui edukasi keuangan di Kabupaten Sinjai, OJK Sulsel Sulbar bersama Andi Yuliani Paris mendorong masyarakat agar semakin cerdas dan mandiri dalam mengambil keputusan keuangan. Penguatan literasi diharapkan membantu masyarakat mengenali risiko, melindungi diri dari praktik keuangan ilegal, serta memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen mempercepat reformasi untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal nasional.
Jum'at, 23 Okt 2026 08:51
Ekbis
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Optimistis Terus Tumbuh
OJK optimistis tren positif pertumbuhan ekonomi syariah berlanjut melalui penguatan regulasi, inovasi produk, peningkatan literasi, serta sinergi antarpemangku kepentingan.
Rabu, 21 Okt 2026 14:38
News
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selasa, 20 Okt 2026 19:15
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
News
357 Tahun Sulsel, Andi Muzakkir Aqil Dorong Potensi Daerah Berdampak Nyata
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) II Sulawesi Selatan, Andi Muzakkir Aqil, berharap pemerintah terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kesejahteraan rakyat semakin meningkat.
Senin, 19 Okt 2026 14:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yura Yunita Meriahkan Puncak HUT ke-74 KALLA di NIPAH PARK
2
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
3
Pertamina Sulawesi Raih Penghargaan Berkat Program Kampung Lontara
4
UMI Latih 31 Imam Rawatib, Perkuat Budaya Kampus Islami dan Pendidikan Karakter
5
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Yura Yunita Meriahkan Puncak HUT ke-74 KALLA di NIPAH PARK
2
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
3
Pertamina Sulawesi Raih Penghargaan Berkat Program Kampung Lontara
4
UMI Latih 31 Imam Rawatib, Perkuat Budaya Kampus Islami dan Pendidikan Karakter
5
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal