Kebut 100% Sertifikasi Aset Kelistrikan, PLN se-Sulawesi Teken Kerja Sama dengan ATR/BPN
Selasa, 29 Agu 2023 15:31
PT PLN berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN se-Sulawesi untuk pengamanan aset tanah perseroan. Foto/Dok PLN
BADUNG - PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) se-Sulawesi untuk pengamanan aset tanah perseroan. Sinergi antara lembaga ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) untuk sertifikasi aset tanah PLN di Sulawesi bertempat di Nusa Dua, Jumat (25/8/2023).
Penandatanganan PKS se-Sulawesi ini merupakan penutupan dari rangkaian seluruh kegiatan penandatanganan PKS yang telah dilaksanakan sejak 2 Agustus di Samarinda, 7 Agustus di Makasar, 10 Agustus di Surabaya, 15 Agustus di Palembang dan 22 Agustus di Bandung.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN berkomitmen melakukan pengamanan semua aset perseroan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng ATR/BPN untuk melakukan sertifikasi aset kelistrikan, sehingga operasional pelayanan listrik untuk masyarakat berjalan lancar.
"Berkat dukungan dari BPN, proses sertifikasi aset kami dapat dilakukan lebih cepat. Target kami, tahun depan seluruh aset PLN 100% sudah tersertifikasi," ungkap dia.
Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, menambahkan kolaborasi antar instansi ATR/BPN dengan PLN dalam penyelamatan aset kelistrikan telah membuahkan hasil nyata. Terlihat dari persentase jumlah aset bersertifikat PLN yang semula berjumlah 31% pada 2019 menjadi 77% pada 2023, atau telah terbit sebanyak 82.412 sertifikat dari total 106 ribu persil aset PLN.
Khusus untuk aset tanah PLN di Sulawesi, Adi berharap BPN bisa membantu melakukan sertifikasi untuk 1.713 persil sampai akhir tahun 2023. Dia melihat prosesnya berjalan lancar, dengan 720 persil telah terbit sertifikatnya atau 42,03% dari target. Sampai dengan semester I 2023, total pencapaian sertifikat yang telah terbit secara nasional sebesar 2.746 Persil.
“Besar harapan kami kepada rekan-rekan di ATR/BPN membantu kami menuntaskan sertifikasi untuk sisa 2.606 persil aset kami di Sulawesi pada 17 Agustus 2024. Kami percaya kerja sama antara ATR/BPN dan PLN akan memberikan hasil yang positif serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” imbuh Adi.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Suyus Windayana, mengatakan kerja sama ini semakin mempertegas BPN sebagai mitra PLN untuk pengamanan aset tanah. Ia menegaskan ATR/BPN tidak hanya sekadar melakukan pendaftaran aset, tetapi sekaligus menyelesaikan jika ada sengketa untuk memastikan tanah PLN aman.
“Kita harus pastikan bagaimana PLN dapat bekerja tanpa memikirkan urusan tanahnya. Biar PLN fokus melakukan produksi dan mengembangkan listrik agar lebih bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Suyus.
Penandatanganan PKS se-Sulawesi ini merupakan penutupan dari rangkaian seluruh kegiatan penandatanganan PKS yang telah dilaksanakan sejak 2 Agustus di Samarinda, 7 Agustus di Makasar, 10 Agustus di Surabaya, 15 Agustus di Palembang dan 22 Agustus di Bandung.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN berkomitmen melakukan pengamanan semua aset perseroan yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam hal ini, pihaknya menggandeng ATR/BPN untuk melakukan sertifikasi aset kelistrikan, sehingga operasional pelayanan listrik untuk masyarakat berjalan lancar.
"Berkat dukungan dari BPN, proses sertifikasi aset kami dapat dilakukan lebih cepat. Target kami, tahun depan seluruh aset PLN 100% sudah tersertifikasi," ungkap dia.
Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, menambahkan kolaborasi antar instansi ATR/BPN dengan PLN dalam penyelamatan aset kelistrikan telah membuahkan hasil nyata. Terlihat dari persentase jumlah aset bersertifikat PLN yang semula berjumlah 31% pada 2019 menjadi 77% pada 2023, atau telah terbit sebanyak 82.412 sertifikat dari total 106 ribu persil aset PLN.
Khusus untuk aset tanah PLN di Sulawesi, Adi berharap BPN bisa membantu melakukan sertifikasi untuk 1.713 persil sampai akhir tahun 2023. Dia melihat prosesnya berjalan lancar, dengan 720 persil telah terbit sertifikatnya atau 42,03% dari target. Sampai dengan semester I 2023, total pencapaian sertifikat yang telah terbit secara nasional sebesar 2.746 Persil.
“Besar harapan kami kepada rekan-rekan di ATR/BPN membantu kami menuntaskan sertifikasi untuk sisa 2.606 persil aset kami di Sulawesi pada 17 Agustus 2024. Kami percaya kerja sama antara ATR/BPN dan PLN akan memberikan hasil yang positif serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” imbuh Adi.
Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Suyus Windayana, mengatakan kerja sama ini semakin mempertegas BPN sebagai mitra PLN untuk pengamanan aset tanah. Ia menegaskan ATR/BPN tidak hanya sekadar melakukan pendaftaran aset, tetapi sekaligus menyelesaikan jika ada sengketa untuk memastikan tanah PLN aman.
“Kita harus pastikan bagaimana PLN dapat bekerja tanpa memikirkan urusan tanahnya. Biar PLN fokus melakukan produksi dan mengembangkan listrik agar lebih bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Suyus.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN Ingatkan Bahaya Pelanggaran Listrik, Ini Tips Aman untuk Pelanggan
Penggunaan listrik yang tepat tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan.
Selasa, 14 Apr 2026 18:40
News
Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan sertifikasi 1.000 aset berupa lahan dan bangunan milik daerah dapat rampung pada 2026.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:12
News
PLN Borong 11 PROPER Emas 2025, Dirut Raih Green Leadership
Pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo meraih penghargaan Green Leadership. Ini menjadi kali ketiga ia menerima penghargaan tersebut.
Rabu, 08 Apr 2026 14:25
News
Cek Estimasi Biaya Listrik Kini Bisa dari PLN Mobile
Kemudahan tersebut dihadirkan oleh PT PLN (Persero) lewat fitur “Simulasi Biaya” pada Super Apps PLN Mobile, yang menyajikan perhitungan secara cepat, rinci, dan transparan sebelum pengajuan dilakukan.
Selasa, 07 Apr 2026 08:46
Sulsel
Pinjamkan Sertifikat ke Teman, Warga Jeneponto Diduga Jadi Korban Penipuan
Seorang warga Kabupaten Jeneponto, Syamsuddin Malik melaporkan dugaan kasus penipuan terkait peminjaman sertifikat tanah yang berujung pada pengajuan kredit di bank.
Selasa, 17 Mar 2026 17:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Pilrek UNM Tunggu Finalisasi Statuta di Kemendiktisaintek
3
Jemaah Haji Maros Diimbau Waspadai Suhu Ekstrem di Tanah Suci
4
PLN dan Warga Katimbang Tanam 400 Pohon untuk Cegah Banjir
5
Dr Andi Atssam Akan Digitalisasi Layanan hingga Benahi Infrastruktur FIKK UNM
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Pilrek UNM Tunggu Finalisasi Statuta di Kemendiktisaintek
3
Jemaah Haji Maros Diimbau Waspadai Suhu Ekstrem di Tanah Suci
4
PLN dan Warga Katimbang Tanam 400 Pohon untuk Cegah Banjir
5
Dr Andi Atssam Akan Digitalisasi Layanan hingga Benahi Infrastruktur FIKK UNM