NeutraDC Summit 2023 Bahas Potensi Ekonomi Digital Berkelanjutan
Rabu, 06 Sep 2023 14:17
PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) menggelar perhelatan berskala internasional, NeutraDC Summit 2023 yang berlangsung di Bali, Senin (4/9). Foto/Dok Telkom
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya yang bergerak di bisnis data center, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) menggelar perhelatan berskala internasional, 'NeutraDC Summit 2023' yang berlangsung di Bali, Senin (4/9). Acara ini digelar dalam bentuk diskusi panel yang membahas mengenai potensi dan proteksi data center, ekonomi digital dunia dan sustainability bersama para ahli di tingkat global.
Lebih dari 100 peserta dari perusahaan maupun praktisi data center hadir dalam diskusi panel tersebut yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Filipina, China, India, dan Irlandia.
Dalam sambutannya, Direktur Group Business Development TelkomGroup, Honesti Basyir, mengapresiasi inisiatif NeutraDC dalam menggelar kegiatan yang mempertemukan para ahli dalam membahas perkembangan industri data center. Termasuk regulasi hingga komitmen penggunaan energi terbarukan.
“Dengan tema Navigating Trends to a Sustainable Future, semoga acara NeutraDC Summit ini menjadi forum diskusi tahunan yang fokus membahas peran penting teknologi serta solusi konkret dan tindak lanjut yang perlu dilakukan dalam membimbing kita semua menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujar Honesti.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono, melalui paparannya memotret bisnis data center di Indonesia yang tumbuh cukup signifikan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penetrasi internet.
“Data center di Indonesia adalah bisnis yang menjanjikan dengan berbagai potensi pertumbuhan. Sehingga TelkomGroup harus membangun keunggulan agar berdaya saing dibanding pemain data center lainnya,” jelas Bogi.
Lebih lanjut Bogi mengatakan, TelkomGroup memiliki keunggulan yang membedakannya dari kompetitor. Pertama, membangun proposisi nilai sebagai digital ecosystem hub. Kedua, ekosistem data center Telkom memiliki latensi yang rendah dan seamless. Terakhir, Telkom berkomitmen untuk membangun data center yang berkelanjutan.
NeutraDC Summit 2023 digelar dengan tujuan untuk memperluas wawasan mengenai industri ekonomi digital dunia dengan mempertemukan para ahli dan dihadiri oleh sejumlah perusahaan internasional.
"Kami sangat bersemangat untuk menyelenggarakan NeutraDC Summit 2023. Ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk saling berbagi wawasan dan pengalaman dengan menghadirkan para ahli terkemuka dari berbagai bidang. Berbagi pandangan mengenai tren, inovasi, dan tantangan dalam ekonomi digital, potensi industri pusat data, regulasi, hingga komitmen terhadap sustainability," ungkap Direktur Utama Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), Andreuw Th A F.
Melalui gelaran ini, Andreuw juga berharap dapat sekaligus memperkenalkan NeutraDC sebagai pusat penyimpan data yang aman dan terpercaya. “Momen ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan portfolio terbaik kami, sehingga dapat dipercaya sebagai penyedia data center yang aman dan berstandar global,” lanjutnya.
Akhir-akhir ini, dekarbonisasi merupakan salah satu komitmen NeutraDC dalam mengembangkan bisnis. Saat ini, NeutraDC memiliki pangkalan data berkapasitas besar (hyperscale data center) di Cikarang dan telah menerapkan renewable energy.
NeutraDC juga tengah membangun Hyperscale Data Center (HDC) di Batam di atas lahan seluas 5 Ha. Data center ini dibangun tidak hanya akan melayani berbagai kebutuhan bisnis di Indonesia, namun juga dapat menangkap potensi limpahan permintaan (spillover) dari negara lain, seperti Singapura dan Johor Baru Malaysia.
Dengan rancangan mendirikan tiga kampus berstandar internasional dengan kapasitas IT load sebesar 51 MW, HDC Batam ini juga akan menerapkan energi yang terbarukan, ramah lingkungan dan mengadopsi sistem multi-tier, demi menjaga keamanan data secara optimal.
Diskusi panel NeutraDC Summit 2023 mencakup berbagai topik bertajuk “Regulation & Key Technology Trends Shaping Indonesia's Booming Data Center Industry” dan “Developing Indonesia's Data Center for the Sustainable Future”.
Sejumlah pakar dari berbagai bidang hadir dalam diskusi panel, seperti Yonggang Wen (Associate Vice President, Nangyang Technological University); Ken Chia (Baker & McKenzie); Guan Lee (CTO ASEAN Networking and Cloud Architecture Cisco); Michael Hu (CCO of NeutraDC); Geetha Gopal (Chief Operating Officer Verdana); PS Lee (Executive Director of ESI Founder CoolestDC); Manprit Singh (Chief AI Strategist Microsoft ASEAN); dan Thomas Anthony (CTO of NeutraDC).
Adapun beberapa di antaranya merupakan pakar industri data center, infrastruktur digital, pakar dalam bidang sustainability, hingga firma hukum.
Lebih dari 100 peserta dari perusahaan maupun praktisi data center hadir dalam diskusi panel tersebut yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga negara lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Filipina, China, India, dan Irlandia.
Dalam sambutannya, Direktur Group Business Development TelkomGroup, Honesti Basyir, mengapresiasi inisiatif NeutraDC dalam menggelar kegiatan yang mempertemukan para ahli dalam membahas perkembangan industri data center. Termasuk regulasi hingga komitmen penggunaan energi terbarukan.
“Dengan tema Navigating Trends to a Sustainable Future, semoga acara NeutraDC Summit ini menjadi forum diskusi tahunan yang fokus membahas peran penting teknologi serta solusi konkret dan tindak lanjut yang perlu dilakukan dalam membimbing kita semua menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujar Honesti.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom, Bogi Witjaksono, melalui paparannya memotret bisnis data center di Indonesia yang tumbuh cukup signifikan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan peningkatan penetrasi internet.
“Data center di Indonesia adalah bisnis yang menjanjikan dengan berbagai potensi pertumbuhan. Sehingga TelkomGroup harus membangun keunggulan agar berdaya saing dibanding pemain data center lainnya,” jelas Bogi.
Lebih lanjut Bogi mengatakan, TelkomGroup memiliki keunggulan yang membedakannya dari kompetitor. Pertama, membangun proposisi nilai sebagai digital ecosystem hub. Kedua, ekosistem data center Telkom memiliki latensi yang rendah dan seamless. Terakhir, Telkom berkomitmen untuk membangun data center yang berkelanjutan.
NeutraDC Summit 2023 digelar dengan tujuan untuk memperluas wawasan mengenai industri ekonomi digital dunia dengan mempertemukan para ahli dan dihadiri oleh sejumlah perusahaan internasional.
"Kami sangat bersemangat untuk menyelenggarakan NeutraDC Summit 2023. Ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk saling berbagi wawasan dan pengalaman dengan menghadirkan para ahli terkemuka dari berbagai bidang. Berbagi pandangan mengenai tren, inovasi, dan tantangan dalam ekonomi digital, potensi industri pusat data, regulasi, hingga komitmen terhadap sustainability," ungkap Direktur Utama Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), Andreuw Th A F.
Melalui gelaran ini, Andreuw juga berharap dapat sekaligus memperkenalkan NeutraDC sebagai pusat penyimpan data yang aman dan terpercaya. “Momen ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan portfolio terbaik kami, sehingga dapat dipercaya sebagai penyedia data center yang aman dan berstandar global,” lanjutnya.
Akhir-akhir ini, dekarbonisasi merupakan salah satu komitmen NeutraDC dalam mengembangkan bisnis. Saat ini, NeutraDC memiliki pangkalan data berkapasitas besar (hyperscale data center) di Cikarang dan telah menerapkan renewable energy.
NeutraDC juga tengah membangun Hyperscale Data Center (HDC) di Batam di atas lahan seluas 5 Ha. Data center ini dibangun tidak hanya akan melayani berbagai kebutuhan bisnis di Indonesia, namun juga dapat menangkap potensi limpahan permintaan (spillover) dari negara lain, seperti Singapura dan Johor Baru Malaysia.
Dengan rancangan mendirikan tiga kampus berstandar internasional dengan kapasitas IT load sebesar 51 MW, HDC Batam ini juga akan menerapkan energi yang terbarukan, ramah lingkungan dan mengadopsi sistem multi-tier, demi menjaga keamanan data secara optimal.
Diskusi panel NeutraDC Summit 2023 mencakup berbagai topik bertajuk “Regulation & Key Technology Trends Shaping Indonesia's Booming Data Center Industry” dan “Developing Indonesia's Data Center for the Sustainable Future”.
Sejumlah pakar dari berbagai bidang hadir dalam diskusi panel, seperti Yonggang Wen (Associate Vice President, Nangyang Technological University); Ken Chia (Baker & McKenzie); Guan Lee (CTO ASEAN Networking and Cloud Architecture Cisco); Michael Hu (CCO of NeutraDC); Geetha Gopal (Chief Operating Officer Verdana); PS Lee (Executive Director of ESI Founder CoolestDC); Manprit Singh (Chief AI Strategist Microsoft ASEAN); dan Thomas Anthony (CTO of NeutraDC).
Adapun beberapa di antaranya merupakan pakar industri data center, infrastruktur digital, pakar dalam bidang sustainability, hingga firma hukum.
(TRI)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Luncurkan Versi Website LONTARA+, Layanan Publik Kini Lebih Inklusif
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini menghadirkan inovasi terbaru melalui Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+) yang resmi dapat diakses dalam versi website.
Jum'at, 15 Mei 2026 00:22
Ekbis
Telkom Bukukan Pendapatan Rp146,7 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Digital
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun. Dari angka tersebut, perseroan mencatat net income Rp17,8 triliun.
Selasa, 12 Mei 2026 12:01
News
Community Gateway Wamena Hadir, TelkomGroup Dorong Akses Digital Papua Pegunungan
Community Gateway Wamena berfungsi sebagai pusat distribusi utama konektivitas satelit di wilayah Papua Pegunungan.
Senin, 11 Mei 2026 17:12
News
TelkomGroup Buka Koridor Digital Baru Indonesia–Papua Nugini Lewat Kabel Laut Pukpuk
Peresmian proyek kabel laut menjadi langkah penting dalam pengembangan infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia sekaligus mempererat kerja sama Indonesia dan Papua Nugini di sektor telekomunikasi lintas negara.
Sabtu, 09 Mei 2026 12:53
News
Batas Potongan Platform 8% Dinilai Berisiko bagi Ekosistem Mobilitas Digital
MODANTARA menyoroti rencana pembatasan potongan platform menjadi maksimal 8% yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap keberlanjutan industri.
Minggu, 03 Mei 2026 18:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
2
Pemkot Makassar Luncurkan Versi Website LONTARA+, Layanan Publik Kini Lebih Inklusif
3
Muay Thai Sulsel Tolak Kepemimpinan La Nyalla, Dukung Nadim Al-Farell Pimpin PBMI
4
Polisi Selidiki Kematian Mahasiswi Ditemukan Membusuk di Kamar Kos
5
Tranformasi Organisasi, ICATT Perkuat Dakwah Digital hingga Pencegahan Radikalisme
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
2
Pemkot Makassar Luncurkan Versi Website LONTARA+, Layanan Publik Kini Lebih Inklusif
3
Muay Thai Sulsel Tolak Kepemimpinan La Nyalla, Dukung Nadim Al-Farell Pimpin PBMI
4
Polisi Selidiki Kematian Mahasiswi Ditemukan Membusuk di Kamar Kos
5
Tranformasi Organisasi, ICATT Perkuat Dakwah Digital hingga Pencegahan Radikalisme