PT Vale Luncurkan Bus Listrik Buatan Indonesia, Wujud Komitmen Turunkan Emisi Karbon
Jum'at, 15 Des 2023 16:38
CEO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Febriany Eddy meluncurkan bus listrik sebagai komitmen perseroan untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan. Foto/Dok PT Vale
LUWU TIMUR - CEO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Febriany Eddy meluncurkan bus listrik sebagai komitmen perseroan untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan. Bus listrik ini diluncurkan pada Kamis (14/12/2023) di Blok Sorowako, Luwu Timur.
Peluncuran bus listrik pertama di Sulawesi Selatan ini bertujuan mewujudkan target perseroan dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) absolut sebesar 33 persen pada 2030, serta menuju net zero emission pada 2050. Bus ini merupakan produksi PT MAB, perusahaan Indonesia pertama yang memproduksi kendaraan listrik.
Peluncuran bus listrik dihadiri langsung oleh CEO PT Vale Indonesia Febriany Eddy, COO Abu Ashar, leaders, karyawan, dan kontraktor di PT Vale Indonesia.
Febry mengatakan, bus listrik ini akan menjadi salah satu milestone konkret perusahaan dalam upaya kolaboratif berbagai pihak menurunkan emisi karbon.
"Bus listrik yang diluncurkan ini merupakan unit yang pertama diuji coba di PT Vale Indonesia Tbk. Uji coba unit bus untuk pertama kalinya merupakan salah satu langkah awal menuju target perseroan menurunkan emisi karbon," paparnya saat memberikan sambutannya.
Bus ini berkapasitas 48 penumpang, dengan tenaga maksimum 240 kilowatt, atau setara dengan 320 horsepower, jauh lebih besar dari tenaga bus konvensional. Selain itu, bus juga memiliki kapasitas baterai sebesar 315 KwH, setara dengan jarak tempuh 250 kilometer. Unit ini dilengkapi dengan menggunakan air suspension, sehingga lebih nyaman dari teknologi bus pada umumnya.
Bus listrik ini semakin efisien dengan teknologi regenerative braking, sehingga setiap pengereman dapat memberi kesempatan untuk pengisian daya baterai.
"Saya ingin menegaskan, bus listrik ini bukan sekedar mengikuti trend saat ini ramai-ramai beralih ke kendaraan listrik. Bus ini adalah komitmen kita, untuk menjadi pemimpin pada pertambangan nikel rendah karbon. Sehingga ke depan, kita akan melakukan penambahan bus secara bertahap dan menyeluruh untuk mengganti semua bus konvensional yang digunakan oleh PT Vale," jelasnya.
Febry menuturkan, komitmen ini bukan semata untuk bisnis perusahaan. Tetapi untuk people, profit, dan planet. "Saya berharap, bus ini menjadi sumbangsih nyata kita untuk bumi, yang kita tahu bersama sedang mengalami tantangan pemanasan global," tuturnya.
Sebelum menutup sambutan, Febry menyampaikan, bus listrik yang diluncurkan hari ini menjadi investasi untuk talenta, karyawan maupun kontraktor PT Vale.
"Fasilitas ini dihadirkan untuk memudahkan kinerja kita, dan melindungi kita dari risiko bahaya di perjalanan ke tempat kerja. Terakhir, bus ini juga bisa berpotensi mendatangkan efisiensi secara biaya, sehingga menjadi produktivitas pada aspek finansial perusahaan," ujarnya.
Sementara itu, Abu Ashar menceritakan pengalamannya menggunakan mobil listrik selama tiga tahun di area operasi PT Vale Indonesia. "Saya sangat menikmati menggunakan mobil listrik. Sebelumnya, saat masih menggunakan mobil konvensional setiap Minggu saya mengisi bensin atau solar 50-60 liter. Namun, setelah beralih ke mobil listrik, setiap minggunya saya hanya mengisi daya di garasi atau pun di tempat kerja, sehingga di mana pun bisa dicas dengan simpel, menurut saya sangat tidak merepotkan," jelasnya.
Menurutnya, PT Vale memiliki tiga PLTA sehingga ketika mengisi daya kendaraan listrik hingga 10 unit pun, tidak akan berpengaruh terhadap listrik perusahaan. "Bahkan dalam 3 tahun menggunakannya mobil listrik saya baru dua kali service mobil," katanya.
Dia melanjutkan, penggunaan mobil listrik ini sangat mudah dan efisien bahkan sangat membantu dalam keamanan berkendara, dilengkapi teknologi yang canggih. "Saat akan belok atau putar balik akan berhenti sendiri ketika merespon ada kendaraan yang akan lewat, begitupun ketika mundur tidak akan bisa mundur ketika ada benda atau kendaraan di belakang," ujarnya.
"Saya sangat bangga menggunakan mobil yang ramah lingkungan ini, mari kita upayakan ke depannya lebih banyak lagi kendaraan listrik operasional di PT Vale Indonesia," paparnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan trial menggunakan bus listrik dengan rute Plansite, Halte Rumah Sakit Sorowako, Halte Pohon Mangga dan Halte Transport (PP).
Istimewanya, saat trial tersebut, driver bus listrik dikendari oleh driver Perempuan atas nama resky. Menurutnya, bus ini sangat berbeda dengan bus yang selama ini digunakan. Dari tingkat kebisingan nyaris tak terdengar suara mesin dan terpenting ramah lingkungan.
“Sangat senang bisa dipercaya mengendarai bus listrik ini, apalagi ini pertama kalinya diluncurkan,” ungkapnya.
Tahun lalu, PT Vale juga telah meluncurkan truk listrik pertama untuk mendukung operasi tambang berkelanjutan dan rendah karbon di Blok Sorowako, selain itu mobil LV listrik juga telah digunakan oleh COO Abu Ashar selama tiga tahun.
Sementara itu, Sales Manager PT MAB, Ganda Pahala Hutapea menyampaikan, rasa bangganya dengan PT Vale sebagai perusahaan pertama yang memakai bus listrik dari PT MAB di Kawasan Indonesia Timur.
“Menjadi kebanggaan kami karena PT Vale mau menggunakan kendaraan buatan anak bangsa atau perusahaan lokal. Kami berharap PT Vale bisa menjadi contoh bagi perusahaan tambang mengenai net zero emission sesuai dengan program pemerintah,” paparnya.
Peluncuran bus listrik pertama di Sulawesi Selatan ini bertujuan mewujudkan target perseroan dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) absolut sebesar 33 persen pada 2030, serta menuju net zero emission pada 2050. Bus ini merupakan produksi PT MAB, perusahaan Indonesia pertama yang memproduksi kendaraan listrik.
Peluncuran bus listrik dihadiri langsung oleh CEO PT Vale Indonesia Febriany Eddy, COO Abu Ashar, leaders, karyawan, dan kontraktor di PT Vale Indonesia.
Febry mengatakan, bus listrik ini akan menjadi salah satu milestone konkret perusahaan dalam upaya kolaboratif berbagai pihak menurunkan emisi karbon.
"Bus listrik yang diluncurkan ini merupakan unit yang pertama diuji coba di PT Vale Indonesia Tbk. Uji coba unit bus untuk pertama kalinya merupakan salah satu langkah awal menuju target perseroan menurunkan emisi karbon," paparnya saat memberikan sambutannya.
Bus ini berkapasitas 48 penumpang, dengan tenaga maksimum 240 kilowatt, atau setara dengan 320 horsepower, jauh lebih besar dari tenaga bus konvensional. Selain itu, bus juga memiliki kapasitas baterai sebesar 315 KwH, setara dengan jarak tempuh 250 kilometer. Unit ini dilengkapi dengan menggunakan air suspension, sehingga lebih nyaman dari teknologi bus pada umumnya.
Bus listrik ini semakin efisien dengan teknologi regenerative braking, sehingga setiap pengereman dapat memberi kesempatan untuk pengisian daya baterai.
"Saya ingin menegaskan, bus listrik ini bukan sekedar mengikuti trend saat ini ramai-ramai beralih ke kendaraan listrik. Bus ini adalah komitmen kita, untuk menjadi pemimpin pada pertambangan nikel rendah karbon. Sehingga ke depan, kita akan melakukan penambahan bus secara bertahap dan menyeluruh untuk mengganti semua bus konvensional yang digunakan oleh PT Vale," jelasnya.
Febry menuturkan, komitmen ini bukan semata untuk bisnis perusahaan. Tetapi untuk people, profit, dan planet. "Saya berharap, bus ini menjadi sumbangsih nyata kita untuk bumi, yang kita tahu bersama sedang mengalami tantangan pemanasan global," tuturnya.
Sebelum menutup sambutan, Febry menyampaikan, bus listrik yang diluncurkan hari ini menjadi investasi untuk talenta, karyawan maupun kontraktor PT Vale.
"Fasilitas ini dihadirkan untuk memudahkan kinerja kita, dan melindungi kita dari risiko bahaya di perjalanan ke tempat kerja. Terakhir, bus ini juga bisa berpotensi mendatangkan efisiensi secara biaya, sehingga menjadi produktivitas pada aspek finansial perusahaan," ujarnya.
Sementara itu, Abu Ashar menceritakan pengalamannya menggunakan mobil listrik selama tiga tahun di area operasi PT Vale Indonesia. "Saya sangat menikmati menggunakan mobil listrik. Sebelumnya, saat masih menggunakan mobil konvensional setiap Minggu saya mengisi bensin atau solar 50-60 liter. Namun, setelah beralih ke mobil listrik, setiap minggunya saya hanya mengisi daya di garasi atau pun di tempat kerja, sehingga di mana pun bisa dicas dengan simpel, menurut saya sangat tidak merepotkan," jelasnya.
Menurutnya, PT Vale memiliki tiga PLTA sehingga ketika mengisi daya kendaraan listrik hingga 10 unit pun, tidak akan berpengaruh terhadap listrik perusahaan. "Bahkan dalam 3 tahun menggunakannya mobil listrik saya baru dua kali service mobil," katanya.
Dia melanjutkan, penggunaan mobil listrik ini sangat mudah dan efisien bahkan sangat membantu dalam keamanan berkendara, dilengkapi teknologi yang canggih. "Saat akan belok atau putar balik akan berhenti sendiri ketika merespon ada kendaraan yang akan lewat, begitupun ketika mundur tidak akan bisa mundur ketika ada benda atau kendaraan di belakang," ujarnya.
"Saya sangat bangga menggunakan mobil yang ramah lingkungan ini, mari kita upayakan ke depannya lebih banyak lagi kendaraan listrik operasional di PT Vale Indonesia," paparnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan trial menggunakan bus listrik dengan rute Plansite, Halte Rumah Sakit Sorowako, Halte Pohon Mangga dan Halte Transport (PP).
Istimewanya, saat trial tersebut, driver bus listrik dikendari oleh driver Perempuan atas nama resky. Menurutnya, bus ini sangat berbeda dengan bus yang selama ini digunakan. Dari tingkat kebisingan nyaris tak terdengar suara mesin dan terpenting ramah lingkungan.
“Sangat senang bisa dipercaya mengendarai bus listrik ini, apalagi ini pertama kalinya diluncurkan,” ungkapnya.
Tahun lalu, PT Vale juga telah meluncurkan truk listrik pertama untuk mendukung operasi tambang berkelanjutan dan rendah karbon di Blok Sorowako, selain itu mobil LV listrik juga telah digunakan oleh COO Abu Ashar selama tiga tahun.
Sementara itu, Sales Manager PT MAB, Ganda Pahala Hutapea menyampaikan, rasa bangganya dengan PT Vale sebagai perusahaan pertama yang memakai bus listrik dari PT MAB di Kawasan Indonesia Timur.
“Menjadi kebanggaan kami karena PT Vale mau menggunakan kendaraan buatan anak bangsa atau perusahaan lokal. Kami berharap PT Vale bisa menjadi contoh bagi perusahaan tambang mengenai net zero emission sesuai dengan program pemerintah,” paparnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Keluarga Raja Bungku Tegaskan Tak Pernah Beri Izin Pemalangan di Seba-seba
Keluarga ahli waris Raja Bungku terakhir, Raja Abdul Rabbie, memberikan klarifikasi terkait penggunaan nama keluarga kerajaan dalam aksi pemalangan.
Sabtu, 12 Sep 2026 18:14
News
Blokade Akses Hauling PSN Pomalaa, Direktur Keamanan PT TRK Terekam Tantang & Maki Aparat TNI
Dalam peristiwa tersebut, Direktur Keamanan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK), Muslihuddin Haruna alias Horo, terekam terlibat ketegangan dan adu mulut dengan personel TNI yang bertugas mengamankan kawasan.
Minggu, 06 Sep 2026 17:44
Ekbis
BYD Tech Culture Fest Hadir di Makassar, Perkuat Ekosistem Elektrifikasi Indonesia Timur
BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026 melanjutkan perjalanan ke Makassar, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya.
Jum'at, 04 Sep 2026 22:58
News
Menelisik Jejak Ali Kamri Nawir di Balik Polemik Loeha Raya
Sosok yang dikenal dengan inisial AKN itu disebut memiliki rekam jejak aktivitas organisasi di sejumlah wilayah Sulawesi sebelum kemudian aktif di kawasan Towuti dan Loeha Raya.
Jum'at, 04 Sep 2026 18:14
News
PT Vale Perkuat Mitigasi Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Kamis, 03 Sep 2026 18:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
Antisipasi Antrean BBM, Pemkab Lutim Minta Pertamina Konsisten Pasok Pertamax
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Antrean BBM, Ketika Kesabaran Rakyat Diuji
2
BBM Langka, ASN Pemkab Maros Bekerja dari Rumah Mulai 14 September
3
Pertamina Tambah Pasokan 173 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Sulsel
4
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
5
Antisipasi Antrean BBM, Pemkab Lutim Minta Pertamina Konsisten Pasok Pertamax