Antisipasi Antrean BBM, Pemkab Lutim Minta Pertamina Konsisten Pasok Pertamax
Minggu, 13 Sep 2026 13:33
Koperindag Lutim meminta PT Pertamina Patra Niaga melalui SBM Pertamina untuk konsisten menyalurkan stok Pertamax ke Pertashop maupun SPBU di wilayah tersebut. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) meminta PT Pertamina Patra Niaga melalui Stasiun Bahan Bakar Minyak (SBM) Pertamina untuk konsisten menyalurkan stok Pertamax ke Pertashop maupun SPBU di wilayah tersebut.
Permintaan ini merupakan tindak lanjut penanganan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Lutim.
Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SBM Pertamina sejak pekan lalu agar pasokan Pertamax tetap terjaga.
"Kami minta kepada Pertamina, SBM Pertamina, agar dipertahankan, konsisten mengisi kuota atau stok Pertamax di Pertashop dan di SPBU," kata Senfry pada Ahad (13/09/2026).
Menurut Senfry, ketersediaan Pertamax yang konsisten diyakini dapat menekan peredaran BBM eceran yang selama ini dijual dengan harga tinggi, mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.
"Kalau dengan adanya Pertamax, orang lari ke Pertamax, karena harganya Rp16.000," ujarnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat beralih membeli Pertamax, permintaan terhadap BBM eceran otomatis berkurang sehingga harga jual botolan itu diproyeksikan turun dengan sendirinya.
"Harga botolan yang Rp20.000 sampai Rp25.000 itu nanti akan menurun sendiri karena tidak ada orang beli," jelasnya.
Permintaan ini merupakan tindak lanjut penanganan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Lutim.
Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan SBM Pertamina sejak pekan lalu agar pasokan Pertamax tetap terjaga.
"Kami minta kepada Pertamina, SBM Pertamina, agar dipertahankan, konsisten mengisi kuota atau stok Pertamax di Pertashop dan di SPBU," kata Senfry pada Ahad (13/09/2026).
Menurut Senfry, ketersediaan Pertamax yang konsisten diyakini dapat menekan peredaran BBM eceran yang selama ini dijual dengan harga tinggi, mencapai Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter.
"Kalau dengan adanya Pertamax, orang lari ke Pertamax, karena harganya Rp16.000," ujarnya.
Ia menambahkan, jika masyarakat beralih membeli Pertamax, permintaan terhadap BBM eceran otomatis berkurang sehingga harga jual botolan itu diproyeksikan turun dengan sendirinya.
"Harga botolan yang Rp20.000 sampai Rp25.000 itu nanti akan menurun sendiri karena tidak ada orang beli," jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Pemkab Luwu Timur Ajak Kontingen Expo K-UMKM Sulsel Menjelajah Danau Matano
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak para kontingen Expo K-UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjelajahi Danau Matano, Kamis (08/10/26).
Kamis, 08 Okt 2026 19:20
Sulsel
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Tiga anak dari satu keluarga berpenghasilan pas-pasan di Luwu Timur menuntaskan kuliah dengan bantuan beasiswa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Rabu, 30 Sep 2026 13:07
Sulsel
Puspawati Husler Minta Pokja Desa Sehat Tak Sekadar Administratif
Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler meminta Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat berperan sebagai penggerak di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas administrasi.
Selasa, 29 Sep 2026 21:56
Sulsel
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE
Warga Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, mempersoalkan kejelasan rekrutmen karyawan PT Tiga Pilar Ekonomi (TPE).
Selasa, 29 Sep 2026 16:58
Sulsel
Dari Beasiswa hingga Bantuan Lansia, Kades Mahalona Raya Ceritakan Dampak Program Pemkab
Dua kepala desa di Luwu Timur menyampaikan kesan mereka setelah program daerah berjalan hampir setahun. Bagi warga desa, kata mereka, bantuan beasiswa, layanan kesehatan, dan santunan lansia menjadi yang paling terasa
Selasa, 29 Sep 2026 14:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix