Tim Siaga Bencana FK UMI Beri Layanan Medis di 2 Titik Pengungsian Banjir Makassar

Senin, 16 Des 2024 10:44
Tim Siaga Bencana FK UMI Beri Layanan Medis di 2 Titik Pengungsian Banjir Makassar
Tim Siaga Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Makassar. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Tim Siaga Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) kembali menunjukkan dedikasinya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Bersama dengan AMDA-UMI, BEM FK UMI, TBM 110, dan AMSA-UMI, tim ini bergerak cepat memberikan layanan medis bagi korban banjir di dua titik pengungsian di Kota Makassar, yaitu di daerah Mandala dan Monginsidi Baru.

Bencana banjir yang melanda wilayah ini memaksa 14 jiwa di Mandala dan 222 jiwa di Monginsidi Baru untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sebelum bertugas, tim diberikan pengarahan langsung oleh Wakil Dekan III FK UMI Bidang Bagian Kemahasiswaan, dr Armanto Makmun. "Tim Siaga Bencana FK UMI segera turun ke lapangan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan bantuan medis yang memadai," kata dia, dalam keterangan pers-nya, Senin (16/12/2024).

Adapun penanganan medis dimulai pada sore hingga malam hari, dengan tim yang terdiri dari mahasiswa kedokteran dan tenaga medis.

Ia menjelaskan pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan untuk pencegahan penyakit menular yang sering terjadi pasca-banjir.

Tim Siaga Bencana FK UMI juga memastikan kondisi anak-anak, ibu hamil, dan lansia mendapatkan perhatian khusus karena mereka merupakan kelompok yang rentan.

Di lokasi pengungsian Mandala, tim memberikan layanan kesehatan kepada seluruh pengungsi yang berjumlah 14 orang, sementara di pengungsian Mongonsidi Baru, total 222 pengungsi memanfaatkan penanganan medis yang disediakan.

"Beberapa kasus yang ditangani meliputi demam, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, hingga penyakit kulit akibat lingkungan yang lembap dan tidak higienis," tuturnya.

Selain penanganan medis, tim juga memberikan edukasi singkat kepada para pengungsi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di pengungsian, cara mencegah penyebaran penyakit, serta pentingnya asupan nutrisi yang baik selama masa pemulihan.

Kegiatan ini berlangsung lancar berkat persiapan matang dan koordinasi yang baik antarorganisasi. Kolaborasi ini menunjukkan dedikasi FK UMI dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, khususnya di tengah bencana.

Melalui upaya ini, Fakultas Kedokteran UMI kembali membuktikan bahwa ilmu dan pengabdian dapat berjalan seiring untuk membantu sesama.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru