Tahap Awal, Sekolah Rakyat di Kota Makassar Akan Terima 150 Murid
Selasa, 24 Jun 2025 07:45
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, di Balai Kota Makassar, Senin (23/6/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama Sentra Wirajaya Kementerian Sosial RI menggelar pertemuan membahas kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat jenjang SMP, Senin (23/6/2025).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk memastikan tidak ada anak-anak Kota Makassar yang tertinggal dalam akses pendidikan, khususnya dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berbasis inklusi sosial dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan.
"Poin krusial yang kami bahas adalah bagaimana menyiapkan proses belajar siswa Sekolah Rakyat agar berjalan secara baik, berkelanjutan, dan inklusif. Target kami jelas, tidak boleh ada anak miskin ekstrem di Makassar yang tertinggal dari pendidikan," ujarnya, usai bertemu Wali Kota Munafri.
Nur Alam menambahkan bahwa, Sekolah Rakyat ini akan berlokasi di Jalan Salodong, Kecamatan Tallo, dalam area kompleks Sentra Wirajaya Makassar. Progres pembangunan fasilitas dan penyusunan kurikulum telah mencapai tahap akhir, dan rencananya akan dilaunching secara resmi pada 14 Juli 2025 mendatang.
Peluncuran tersebut akan menjadi momen penting karena akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat, bahkan ada kemungkinan Presiden Republik Indonesia turut serta dalam peresmian tersebut.
"Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat yang akan dimulai tahun ini akan membuka enam rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP, dengan total kuota sebanyak 150 siswa. Adapun untuk jenjang SD, masih dalam tahap perencanaan dan belum dibuka tahun ini," lanjutanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar, yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung program Sekolah Rakyat, termasuk membantu penyediaan hunian layak untuk keluarga Naila.
"Kami juga ingin menyampaikan bahwa Pak Wali sudah bekerja nyata, bahkan telah menyiapkan lokasi lahan rumah untuk Naila," jelasnya.
Namun demikian, pihak Sentra Wirajaya, Nur Alam mengingatkan bahwa di balik kasus Naila, masih banyak anak-anak lain di Makassar yang hidup dalam kondisi lebih memprihatinkan namun belum terekspos.
"Kasus Naila menjadi sorotan karena viral tapi kita perlu jaga agar proses seleksi dan bantuan tetap proporsional dan berdasarkan kebutuhan sesungguhnya. Banyak anak lain yang kondisinya lebih parah, dan perlu perhatian yang sama," imbuhnya.
Senada dengan itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan progresif Presiden Prabowo Subianto lewat Kementerian Sosial RI yang menggandeng pemerintah daerah untuk menjangkau anak-anak yang kurang mampu dari sistem pendidikan formal.
"Melalui skema ini, siswa dari latar belakang kurang mampu diberikan akses pendidikan berkualitas tanpa biaya, dengan dukungan pendampingan sosial dan bantuan logistik," ujarnya.
Kata Munafri, Pemkot Makassar menyambut positif kolaborasi ini dan akan terus memberikan dukungan dalam aspek teknis maupun sosial.
"Diharapkan, Sekolah Rakyat menjadi pintu masuk bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah," harap Munafri.
Diketahui, alasan hadirnya Sekolah Rakyat karena salah satu siswa bernama Naila, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena kondisi tempat tinggalnya, juga akan menjadi bagian dari peluncuran ini.
Rencananya akan disatukan oleh Presiden dengan siswa-siswa lain dari wilayah berbeda sebagai simbol nasionalisasi program.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk memastikan tidak ada anak-anak Kota Makassar yang tertinggal dalam akses pendidikan, khususnya dari kelompok miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Sentra Wirajaya Makassar, Nur Alam, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berbasis inklusi sosial dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan.
"Poin krusial yang kami bahas adalah bagaimana menyiapkan proses belajar siswa Sekolah Rakyat agar berjalan secara baik, berkelanjutan, dan inklusif. Target kami jelas, tidak boleh ada anak miskin ekstrem di Makassar yang tertinggal dari pendidikan," ujarnya, usai bertemu Wali Kota Munafri.
Nur Alam menambahkan bahwa, Sekolah Rakyat ini akan berlokasi di Jalan Salodong, Kecamatan Tallo, dalam area kompleks Sentra Wirajaya Makassar. Progres pembangunan fasilitas dan penyusunan kurikulum telah mencapai tahap akhir, dan rencananya akan dilaunching secara resmi pada 14 Juli 2025 mendatang.
Peluncuran tersebut akan menjadi momen penting karena akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah pusat, bahkan ada kemungkinan Presiden Republik Indonesia turut serta dalam peresmian tersebut.
"Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat yang akan dimulai tahun ini akan membuka enam rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP, dengan total kuota sebanyak 150 siswa. Adapun untuk jenjang SD, masih dalam tahap perencanaan dan belum dibuka tahun ini," lanjutanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Makassar, yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung program Sekolah Rakyat, termasuk membantu penyediaan hunian layak untuk keluarga Naila.
"Kami juga ingin menyampaikan bahwa Pak Wali sudah bekerja nyata, bahkan telah menyiapkan lokasi lahan rumah untuk Naila," jelasnya.
Namun demikian, pihak Sentra Wirajaya, Nur Alam mengingatkan bahwa di balik kasus Naila, masih banyak anak-anak lain di Makassar yang hidup dalam kondisi lebih memprihatinkan namun belum terekspos.
"Kasus Naila menjadi sorotan karena viral tapi kita perlu jaga agar proses seleksi dan bantuan tetap proporsional dan berdasarkan kebutuhan sesungguhnya. Banyak anak lain yang kondisinya lebih parah, dan perlu perhatian yang sama," imbuhnya.
Senada dengan itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan progresif Presiden Prabowo Subianto lewat Kementerian Sosial RI yang menggandeng pemerintah daerah untuk menjangkau anak-anak yang kurang mampu dari sistem pendidikan formal.
"Melalui skema ini, siswa dari latar belakang kurang mampu diberikan akses pendidikan berkualitas tanpa biaya, dengan dukungan pendampingan sosial dan bantuan logistik," ujarnya.
Kata Munafri, Pemkot Makassar menyambut positif kolaborasi ini dan akan terus memberikan dukungan dalam aspek teknis maupun sosial.
"Diharapkan, Sekolah Rakyat menjadi pintu masuk bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah," harap Munafri.
Diketahui, alasan hadirnya Sekolah Rakyat karena salah satu siswa bernama Naila, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena kondisi tempat tinggalnya, juga akan menjadi bagian dari peluncuran ini.
Rencananya akan disatukan oleh Presiden dengan siswa-siswa lain dari wilayah berbeda sebagai simbol nasionalisasi program.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkot Makassar Komitmen Benahi Infrastruktur Sekolah dan Setop Perundungan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan sejumlah arahan strategis kepada para kepala sekolah untuk menjadikan institusi pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi masa depan.
Senin, 21 Sep 2026 16:23
Makassar City
Pemkot Makassar Gandeng Bank Sampah, Tanamkan Budaya Kebersihan di SD dan SMP
Pemerintah Kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi dan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP serta Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bank Sampah Kota Makassar, yang berlangsung di Sandeq Ballroom B, Claro Hotel Makassar, Senin (21/9/2026).
Senin, 21 Sep 2026 15:01
Makassar City
Pemkot Makassar Genjot Layanan Dasar, Bedah 300 Rumah
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan dan perumahan.
Sabtu, 19 Sep 2026 11:26
Makassar City
Pemkot Makassar Terima 2 Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 dari Kemendagri
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar meraih dua penghargaan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/9/2026) malam.
Sabtu, 19 Sep 2026 09:50
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
2
Kejurda Pelajar Metro School IV Sulselbar Sukses Digelar, Dojo Maros Juara Umum
3
Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
4
Mengabdi 12 Tahun Lebih, 1.200 Karyawan JNE Diberangkatkan Umrah
5
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda