APEKSI Pilih Makassar Creative Hub sebagai Best Practice di Indonesia Timur

Rabu, 15 Okt 2025 15:13
APEKSI Pilih Makassar Creative Hub sebagai Best Practice di Indonesia Timur
Tim APEKSI Komwil VI yang dipimpin oleh Manajer, Talib Mustafa melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Balai Kota, Rabu (15/10/2025). Foto: Humas Pemkot Makassar
Comment
Share
MAKASSAR - Program inovatif Pemerintah Kota Makassar, Makassar Creative Hub (MCH), di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA), terpilih sebagai salah satu best practice versi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah VI yang menaungi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Tim APEKSI Komwil VI yang dipimpin oleh Manajer, Talib Mustafa melakukan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Balai Kota, Rabu (15/10/2025) untuk menggali lebih dalam latar belakang, tujuan, serta dampak nyata dari lahirnya MCH sebagai ruang kreatif anak muda di Makassar.

Talib Mustafa menjelaskan Program MCH ini akan didokumentasikan dalam buku tahunan APEKSI yang berisi praktik terbaik kota-kota di Indonesia Timur.

Ia menyebut, dokumentasi best practice ini penting agar praktik terbaik di satu kota dapat ditiru dan dikembangkan kota lain khususnya di Indonesia Timur, sehingga inovasi daerah bisa saling menguatkan.

“Makassar Creative Hub ini kami anggap menonjol karena menjawab langsung kebutuhan generasi muda. Kami ingin menuliskannya lebih detail agar bisa jadi referensi kota lain,” jelas Talib.

Pada kesempatan itu, Munafri menjelaskan Program Makassar Creative Hub (MCH) dibentuk untuk merespons kebutuhan upgrading skills dari anak-anak muda di Kota Makassar.

MCH, kata Ia, menjadi sarana yang dibuat oleh pemerintah untuk memberikan wadah minat yang diinginkan oleh anak-anak Makassar.

Tujuannya adalah untuk membawa mereka menjadi lebih spesifik, seperti mau menjadi pengusaha, pegawai, atau profesi lainnya.

"Mereka yang baru lulus S1 umumnya punya bekal ilmu sama, tapi lewat MCH bisa diarahkan lebih spesifik, apakah ingin jadi pengusaha, pekerja kreatif, maupun pegawai," ujarnya.

"Pemerintah hadir menjembatani mereka dengan akses kerja, permodalan, hingga pasar," tambah Munafri.

Ia merincikan, fasilitasnya bervariasi mengikuti trend minat dan kebutuhan skill anak muda. Seperti pelatihan barista, makeup artist, musik, konten kreator hingga ruang podcast yang bebas digunakan secara gratis.

Lebih jauh, Munafri menuturkan MCH pertama yang berlokasi di kawasan Pantai Losari saat ini adalah prototipe yang dibuat untuk dibangun di 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar. Tahun ini, lanjut Munafri, akan dibangun dua MCH lainnya.

Munafri juga bercerita bahwa MCH lahir dari riset dan benchmarking, salah satunya dari hasil kunjungan Munafri ke TESDA, lembaga pelatihan tenaga kerja terbesar di Filipina.

Dari sana, Pemkot Makassar meramu model MCH di Makassar sebagai prototipe sistem pemberdayaan anak muda yang berorientasi pada upscaling knowledge dan penyerapan tenaga kerja.

"Ekspektasi saya, anak-anak muda Makassar bisa menyalurkan minat dan bakatnya, mendapat kesempatan yang sebelumnya sulit diakses, dan langsung terkoneksi dengan ekosistem kerja maupun usaha. Inilah investasi kita untuk generasi masa depan," tegasnya.

Ke depan, Munafri menjelaskan program MCH akan punya kurikulum yang tertata dan pola distribusinya ke setiap kecamatan akan memiliki spesialisasi berbeda-beda tergantung kebutuhan dan peluang di wilayahnya.

"Bentuknya pun tidak semuanya gedung, ada yang lebih banyak halamannya. Pola pendekatannya bukan classroom semuanya, tetapi pola yang berbeda-beda sesuai dengan needs and wants masyarakat," harap Munafri.

Selain Makassar, APEKSI tahun ini juga mengangkat empat inovasi lain: Musrenbang Inklusif Kota Palu, Layanan Kesehatan Antar Jemput Kota Palopo, Sistem Informasi Kependudukan Kota Ambon, serta Mobil dan Kapal Inflasi Kota Tidore.
(UMI)
Berita Terkait
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
Sulsel
Banyak Usulan Raperda Mandek, DPRD Makassar Minta Pemkot Lengkapi Naskah Akademik
Ketua Bapamperda DPRD Kota Makassar, Basdir mengungkap, Pemkot Makassar telah mengajukan sejumlah Rancangan Peraturan Daerah untuk masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah tahun 2027.
Sabtu, 31 Okt 2026 19:08
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Fokus Program Berdampak bagi Warga
Makassar City
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Fokus Program Berdampak bagi Warga
Pemerintah Kota Makassar mengubah konsep perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Rabu, 28 Okt 2026 20:58
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
Sports
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi resmi menahkodai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030.
Selasa, 27 Okt 2026 16:31
Kemensos RI Beri Penghargaan Penanggulangan Bencana kepada Wali Kota Makassar
Makassar City
Kemensos RI Beri Penghargaan Penanggulangan Bencana kepada Wali Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya dalam upaya penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Selasa, 27 Okt 2026 11:00
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Makassar City
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan Stadion Untia, di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Senin (26/10/2026).
Senin, 26 Okt 2026 13:56
Berita Terbaru