Setujui Pembahasan 3 Ranperda, DPRD Makassar Bentuk Pansus
Rabu, 22 Okt 2025 20:38
Suasana Rapat Paripurna secara daring di Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar, lantai 2 Gedung Perumnas Regional VII, Rabu (22/10/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengadakan rapat pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menjadi pembahasan bersama pemerintah kota.
Rapat tersebut dilakukan secara dalam jaringan (daring), melalui aplikasi Zoom Meeting, diikuti oleh pimpinan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar.
Tiga Ranperda itu meliputi, Ranperda Penyelenggaraan Kearsipan, Ranperda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, serta Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Wakil Ketua DPRD I Kota Makassar, Andi Suharmika, mengatakan bahwa pada 9 fraksi menyetujui tiga Ranperda untuk ditindaklanjuti ke dalam tahap Panitia Khusus (Pansus) dan akan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda).
"Tiga Ranperda ini sangat urgent untuk kita bahas, pertama untuk kearsipan karena kita sekarang tidak ada tata kelola yang baik terkait kearsipan. Kemarin kita sudah banyak mempelajari dari kota-kota besar, seperti Surabaya dan Yogyakarta yang memang sistem kearsipannya sudah tertata kelola dengan baik sehingga Kota Makassar hari ini mewujudkan hal seperti itu dengan arsip-arsip yang bisa kita kenal dengan baik sehingga wajah Kota Makassar dalam nilai-nilai kearsipan ini bisa kelihatan juga," ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Kata dia, dengan lahirnya Ranperda ini, diharapkan bisa menjawab terkait soal kearsipan di Kota Makassar, mengingat insiden pasca kebakaran kantor DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus lalu.
Kemudian terkait Ranperda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, menjadi kajian dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
"Semua fraksi menerima apa menjadi keinginan inisiasi Ranperda Pesantren ini, sehingga wajah Kota Makassar bisa terlihat secara nasional bahwa kota ini erat kaitannya dengan santri," jelasnya kepada awak media.
Legislator Daerah Pemilihan III Kota Makassar itu juga menuturkan, Ranperda Hak Keuangan Pimpinan dan anggota DPRD menyesuaikan dengan aturan regulasi baru yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sementara, Juru bicara fraksi Mulia, Andi Muchlis Misba, menjelaskan pandangan umum fraksinya. Ia menekankan kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam penyempurnaan naskah ranperda diperkuat dan proses tersebut harus terbuka untuk mengedepankan kepentingan masyarakat Kota Makassar.
“Langkah koordinasi antarperangkat daerah dengan panitia khusus merupakan bagian penting agar pembahasan berjalan efektif dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada publik,” jelasnya dalam rapat tersebut.
Tidak hanya itu saja, pihaknya pun memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Azwar Rasmin, menyoroti pentingnya kejelasan indikator kinerja untuk pelaksanaan Ranperda, khususnya pada aspek penyelenggaraan kearsipan dan fasilitas pesantren.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah terhadap pesantren harus bersifat menyentuh agar bisa dirasakan langsung oleh para santri, serta fungsional berkelanjutan secara menyeluruh.
“Masih banyak pesantren yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Perlu ada forum kemitraan strategis antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” sebutnya.
Tidak hanya itu saja, kata dia, PKS juga mengusulkan empat langkah strategis untuk memperkuat kebijakan tersebut, yaitu pemetaan dan registrasi pesantren; penyusunan skema bantuan dan kemitraan; peningkatan kapasitas manajemen; serta pembentukan forum komunikasi lintas lembaga.
"Terkait perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2017, Fraksi PKS menilai penting untuk menyesuaikan pengaturan keuangan dan administrasi DPRD agar sejalan dengan regulasi terbaru, termasuk PP Nomor 1 Tahun 2023 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Fungsi legislasi dan pengawasan DPRD akan berjalan optimal bila ditunjang sistem administrasi yang profesional dan transparan,” pungkasnya.
Rapat tersebut dilakukan secara dalam jaringan (daring), melalui aplikasi Zoom Meeting, diikuti oleh pimpinan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Makassar.
Tiga Ranperda itu meliputi, Ranperda Penyelenggaraan Kearsipan, Ranperda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, serta Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 mengenai Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Wakil Ketua DPRD I Kota Makassar, Andi Suharmika, mengatakan bahwa pada 9 fraksi menyetujui tiga Ranperda untuk ditindaklanjuti ke dalam tahap Panitia Khusus (Pansus) dan akan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda).
"Tiga Ranperda ini sangat urgent untuk kita bahas, pertama untuk kearsipan karena kita sekarang tidak ada tata kelola yang baik terkait kearsipan. Kemarin kita sudah banyak mempelajari dari kota-kota besar, seperti Surabaya dan Yogyakarta yang memang sistem kearsipannya sudah tertata kelola dengan baik sehingga Kota Makassar hari ini mewujudkan hal seperti itu dengan arsip-arsip yang bisa kita kenal dengan baik sehingga wajah Kota Makassar dalam nilai-nilai kearsipan ini bisa kelihatan juga," ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Kata dia, dengan lahirnya Ranperda ini, diharapkan bisa menjawab terkait soal kearsipan di Kota Makassar, mengingat insiden pasca kebakaran kantor DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus lalu.
Kemudian terkait Ranperda Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, menjadi kajian dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
"Semua fraksi menerima apa menjadi keinginan inisiasi Ranperda Pesantren ini, sehingga wajah Kota Makassar bisa terlihat secara nasional bahwa kota ini erat kaitannya dengan santri," jelasnya kepada awak media.
Legislator Daerah Pemilihan III Kota Makassar itu juga menuturkan, Ranperda Hak Keuangan Pimpinan dan anggota DPRD menyesuaikan dengan aturan regulasi baru yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Sementara, Juru bicara fraksi Mulia, Andi Muchlis Misba, menjelaskan pandangan umum fraksinya. Ia menekankan kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam penyempurnaan naskah ranperda diperkuat dan proses tersebut harus terbuka untuk mengedepankan kepentingan masyarakat Kota Makassar.
“Langkah koordinasi antarperangkat daerah dengan panitia khusus merupakan bagian penting agar pembahasan berjalan efektif dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada publik,” jelasnya dalam rapat tersebut.
Tidak hanya itu saja, pihaknya pun memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Azwar Rasmin, menyoroti pentingnya kejelasan indikator kinerja untuk pelaksanaan Ranperda, khususnya pada aspek penyelenggaraan kearsipan dan fasilitas pesantren.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah terhadap pesantren harus bersifat menyentuh agar bisa dirasakan langsung oleh para santri, serta fungsional berkelanjutan secara menyeluruh.
“Masih banyak pesantren yang menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Perlu ada forum kemitraan strategis antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” sebutnya.
Tidak hanya itu saja, kata dia, PKS juga mengusulkan empat langkah strategis untuk memperkuat kebijakan tersebut, yaitu pemetaan dan registrasi pesantren; penyusunan skema bantuan dan kemitraan; peningkatan kapasitas manajemen; serta pembentukan forum komunikasi lintas lembaga.
"Terkait perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2017, Fraksi PKS menilai penting untuk menyesuaikan pengaturan keuangan dan administrasi DPRD agar sejalan dengan regulasi terbaru, termasuk PP Nomor 1 Tahun 2023 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Fungsi legislasi dan pengawasan DPRD akan berjalan optimal bila ditunjang sistem administrasi yang profesional dan transparan,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
DPRD Kota Makassar Peringati Maulid Nabi dan Kenang Satu Tahun Tragedi Kebakaran
DPRD Kota Makassar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan doa bersama untuk mengenang satu tahun tragedi pembakaran gedung DPRD Kota Makassar.
Rabu, 02 Sep 2026 06:32
Makassar City
RSIA Paramount Diberi Waktu 7 Hari Perbaiki Temuan Audit
DPRD Kota Komisi D DPRD Kota Makassar bersama Dinkes Kota Makassar memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada manajemen RSIA Paramount untuk memperbaiki berbagai temuan hasil audit eksternal.
Selasa, 01 Sep 2026 18:12
Makassar City
Ada Lurah Sering Nongkrong di Warkop, Legislator Makassar: Perlu Dievaluasi
Pimpinan DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lurah, menyusul sorotan terhadap pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Minggu, 30 Agu 2026 18:43
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
Makassar City
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kamis (20/8/2026).
Jum'at, 21 Agu 2026 07:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
3
PIP Makassar Run Target 1.500 Peserta, Grand Prize Umrah
4
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
5
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
3
PIP Makassar Run Target 1.500 Peserta, Grand Prize Umrah
4
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
5
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan