Walkot Munafri Harap PLTS Hybrid Samalona Kerek Perekonomian Warga
Sabtu, 25 Okt 2025 21:46
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin; dan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman; dan jajaran PLN, di Pulau Samalona, Jumat (24/10/2025). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Warga Pulau Samalona, Kota Makassar, kini menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh setelah diresmikannya program elektrifikasi pulau oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan PT PLN (Persero), Jumat (24/10/2025).
Peresmian yang menjadi bagian dari Program Energize Listrik Desa untuk 80 lokasi di Sulawesi Selatan itu dipusatkan di Pulau Samalona, dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman; Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin; beserta jajaran PLN.
Program strategis ini menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Hybrid berbasis solar panel yang mampu beroperasi selama 24 jam penuh.
Teknologi ini, sebagai solusi tepat menghadirkan pasokan listrik yang stabil, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat kepulauan yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan energi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan PLN yang telah merealisasikan kebutuhan vital masyarakat kepulauan.
Menurutnya, pengadaan listrik tidak hanya berdampak pada akses penerangan semata, tetapi juga membuka ruang kemajuan ekonomi masyarakat pesisir.
"Program yang telah diinisiasi Pak Gubernur bersama PLN untuk menghadirkan listrik di pulau-pulau melalui super sun ini adalah bukti hadirnya negara sampai ke wilayah pulau. Kami juga berterima kasih untuk pak Presiden Prabowo Subianto," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, Kota Makassar memiliki delapan pulau dan masih ada empat pulau terluar yang membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar.
"Bahkan ada satu pulau yang selama ini hanya menikmati listrik maksimal enam jam sehari. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan PLN untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dsri sisi energi," tutur Munafri.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga menegaskan, bahwa keberadaan listrik menjadi fondasi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pulau, termasuk pengembangan sektor perikanan, UMKM, hingga pariwisata bahari yang menjadi unggulan kawasan Kepulauan Sangkarrang.
Kata dia, dengan beroperasinya sistem PLTS hybrid di Pulau Samalona, masyarakat kini dapat menikmati penerangan sepanjang hari dan malam. Pelaku usaha wisata dapat meningkatkan layanan akomodasi dan kuliner, nelayan bisa menyimpan hasil tangkapan ikan lebih lama dengan fasilitas pendingin, dan anak-anak sekolah mendapat kesempatan belajar lebih nyaman di malam hari.
"Insyaallah keberadaan listrik ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga, sekaligus membuka peluang usaha baru dan peningkatan pendapatan masyarakat," jelas Appi.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa kegiatan peresmian bertepatan dengan agenda rutin Gerakan Makassar Jumat Bersih, sebuah program kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar ikut turun langsung membersihkan kawasan Pulau Samalona sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan destinasi wisata bahari.
"Hari ini kami hadir di sini tidak hanya untuk peresmian program listrik, tetapi juga membawa semangat kolaborasi melalui gerakan Jumat Bersih. Ini adalah upaya kami mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, hadir memberi manfaat nyata, sekaligus memastikan potensi wisata pulau terkelola dengan baik," lanjut Munafri.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi terhadap program elektrifikasi pulau yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar.
Program ini dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayahyang g selama ini menghadapi tantangan akses geografis.
Andi Sudirman mengungkapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian terhadap daerah kepulauan melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung PT PLN (Persero) dalam mendukung penyediaan listrik di wilayah terpencil.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah mencanangkan program energi baru terbarukan untuk wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan. Program ini luar biasa karena langsung di-handle oleh PLN. Biasanya, daerah harus menangani sendiri," ujarnya.
Gubernur pun menekankan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan energi listrik, bukan hanya sekadar membangun, namun memastikan ada pihak yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan.
"Yang memasang harus juga merawat. Kadang ada bantuan dipasang, tapi tidak jelas siapa yang memelihara. Alhamdulillah sekarang sistemnya sudah lebih baik, sehingga program bisa berkelanjutan," jelasnya.
Andi Sudirman pun menuturkan bahwa pihaknya rencananya untuk mendorong Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pulau hijau (Green Island) yang menjadi percontohan penerapan energi ramah lingkungan di Indonesia.
Menurutnya, program elektrifikasi berbasis energi terbarukan bukan hanya menghadirkan keadilan energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memerdekakan wilayah terpencil dari ketertinggalan.
"Masih banyak wilayah yang kesulitan pelayanan pendidikan, air bersih, termasuk listrik. Melalui EBT, kita ingin memastikan saudara-saudara kita di pulau-pulau terpencil bisa hidup lebih layak," tutupnya.
Peresmian yang menjadi bagian dari Program Energize Listrik Desa untuk 80 lokasi di Sulawesi Selatan itu dipusatkan di Pulau Samalona, dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman; Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin; beserta jajaran PLN.
Program strategis ini menggunakan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Hybrid berbasis solar panel yang mampu beroperasi selama 24 jam penuh.
Teknologi ini, sebagai solusi tepat menghadirkan pasokan listrik yang stabil, ramah lingkungan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat kepulauan yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan energi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan PLN yang telah merealisasikan kebutuhan vital masyarakat kepulauan.
Menurutnya, pengadaan listrik tidak hanya berdampak pada akses penerangan semata, tetapi juga membuka ruang kemajuan ekonomi masyarakat pesisir.
"Program yang telah diinisiasi Pak Gubernur bersama PLN untuk menghadirkan listrik di pulau-pulau melalui super sun ini adalah bukti hadirnya negara sampai ke wilayah pulau. Kami juga berterima kasih untuk pak Presiden Prabowo Subianto," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, Kota Makassar memiliki delapan pulau dan masih ada empat pulau terluar yang membutuhkan sentuhan infrastruktur dasar.
"Bahkan ada satu pulau yang selama ini hanya menikmati listrik maksimal enam jam sehari. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan PLN untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dsri sisi energi," tutur Munafri.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga menegaskan, bahwa keberadaan listrik menjadi fondasi untuk menggerakkan ekonomi masyarakat pulau, termasuk pengembangan sektor perikanan, UMKM, hingga pariwisata bahari yang menjadi unggulan kawasan Kepulauan Sangkarrang.
Kata dia, dengan beroperasinya sistem PLTS hybrid di Pulau Samalona, masyarakat kini dapat menikmati penerangan sepanjang hari dan malam. Pelaku usaha wisata dapat meningkatkan layanan akomodasi dan kuliner, nelayan bisa menyimpan hasil tangkapan ikan lebih lama dengan fasilitas pendingin, dan anak-anak sekolah mendapat kesempatan belajar lebih nyaman di malam hari.
"Insyaallah keberadaan listrik ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga, sekaligus membuka peluang usaha baru dan peningkatan pendapatan masyarakat," jelas Appi.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa kegiatan peresmian bertepatan dengan agenda rutin Gerakan Makassar Jumat Bersih, sebuah program kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Makassar ikut turun langsung membersihkan kawasan Pulau Samalona sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan destinasi wisata bahari.
"Hari ini kami hadir di sini tidak hanya untuk peresmian program listrik, tetapi juga membawa semangat kolaborasi melalui gerakan Jumat Bersih. Ini adalah upaya kami mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, hadir memberi manfaat nyata, sekaligus memastikan potensi wisata pulau terkelola dengan baik," lanjut Munafri.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi terhadap program elektrifikasi pulau yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terluar.
Program ini dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayahyang g selama ini menghadapi tantangan akses geografis.
Andi Sudirman mengungkapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian terhadap daerah kepulauan melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung PT PLN (Persero) dalam mendukung penyediaan listrik di wilayah terpencil.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah mencanangkan program energi baru terbarukan untuk wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan. Program ini luar biasa karena langsung di-handle oleh PLN. Biasanya, daerah harus menangani sendiri," ujarnya.
Gubernur pun menekankan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan energi listrik, bukan hanya sekadar membangun, namun memastikan ada pihak yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan.
"Yang memasang harus juga merawat. Kadang ada bantuan dipasang, tapi tidak jelas siapa yang memelihara. Alhamdulillah sekarang sistemnya sudah lebih baik, sehingga program bisa berkelanjutan," jelasnya.
Andi Sudirman pun menuturkan bahwa pihaknya rencananya untuk mendorong Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai pulau hijau (Green Island) yang menjadi percontohan penerapan energi ramah lingkungan di Indonesia.
Menurutnya, program elektrifikasi berbasis energi terbarukan bukan hanya menghadirkan keadilan energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memerdekakan wilayah terpencil dari ketertinggalan.
"Masih banyak wilayah yang kesulitan pelayanan pendidikan, air bersih, termasuk listrik. Melalui EBT, kita ingin memastikan saudara-saudara kita di pulau-pulau terpencil bisa hidup lebih layak," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Patuhi Imbauan Kemendagri, Munafri Arifuddin Batasi Open House Idulfitri Hanya 2 Jam
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menggelar open house singkat dan sederhana di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu, pagi (21/3/2026).
Sabtu, 21 Mar 2026 20:01
Makassar City
Rektor UIN Alauddin Jadi Khatib Salat Id Pemkot Makassar di Lapangan Karebosi
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, dijadwalkan menyampaikan khutbah pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Jum'at, 20 Mar 2026 14:55
Makassar City
Munafri-Aliyah Undang Warga Makassar Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi, Perkuat Kebersamaan
Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham (MULIA), mengimbau seluruh umat Islam di Kota ini, untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah dengan kebersamaan.
Jum'at, 20 Mar 2026 13:54
Makassar City
Pemkot Makassar Batasi Open House Lebaran, Hanya Hari Pertama
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membatasi pelaksanaan open house pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Jum'at, 20 Mar 2026 10:45
News
PLN Dapat Dukungan Pemkab Banggai Percepat Pembangunan Transmisi 150 kV Grid Luwuk
PT PLN (Persero) terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Tengah melalui pengembangan transmisi 150 kV Grid Luwuk guna memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah timur provinsi tersebut.
Rabu, 18 Mar 2026 11:00
Berita Terbaru