Hadir di PNUP, Prof Stella Ajak Penerima KIP-K dan ADik Kembangkan Riset Mindset
Kamis, 13 Nov 2025 13:46
Wakil Mendiktisaintek, Prof Stella Christie, saat menghadiri kegiatan pembekalan beasiswa di Gedung Auditorium Kampus 2 Moncongloe PNUP, Kamis (13/11/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof Stella Christie, mendorong mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah (KIP-K) dan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk memanfaatkan momentum perkuliahan secara maksimal.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Diktisaintek Menyapa Penerima Beasiswa KIP Kuliah dan ADik Tahun 2025 yang digelar di Gedung Auditorium Kampus 2 Moncongloe Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Kamis (13/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Prof Stella menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan industri nasional maupun internasional. Ia menyampaikan bahwa Kemendiktisaintek terus menjalin komunikasi antara pihak industri dan politeknik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan.
“Saya berkali-kali melakukan kunjungan dengan direktur politeknik, serta pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Potensi lulusan Politeknik yang bisa kita optimalkan dengan luar biasa. Pendidikan vokasi harus mengikuti perkembangan industri,” ujarnya.
Menurutnya, peran Politeknik sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya industry match curriculum, industry match instructor, dan industry match infrastructure agar pendidikan vokasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Satu yang sangat penting sekali adalah pendidikan vokasi harus mempunyai yang kita sebut industry match curriculum, industry match instructor, dan industry match infrastructure, artinya dalam kurikulumnya, dalam dosen-dosennya, dan juga sarana-prasarana yang disediakan oleh pendidikan tinggi vokasi itu harus bisa sangat menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujar Prof Stella kepada wartawan.
Selain itu, ia berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan serius untuk menemukan minat dan kepakaran masing-masing.
“Satu, adalah kesempatan sekarang, adalah kesempatan yang tidak akan terulang. Karena satu-satunya kesempatan untuk kita bisa bereksperimen, tetapi juga menemukan kepakaran masing-masing pribadi kita, apa yang sungguh-sungguh kita bisa asah, itu adalah sekarang waktu kuliah. Nanti begitu kita lulus kuliah, kita langsung masuk pekerjaan, itu kita sudah dituntut oleh bermacam-macam tuntunan,” imbaunya.
Wanita kelahiran Medan itu menambahkan, mahasiswa perlu menganalisis kebutuhan dunia kerja berdasarkan data dan riset agar mampu menyesuaikan diri dengan keahlian yang dibutuhkan.
“Lakukan analisa berdasarkan data, tadi saya melakukan penganalisaan data-data dari apa yang diinginkan oleh pemberi pekerjaan atau employer. Keahlian seperti apa yang sangat diperlukan untuk supaya masing-masing pribadi itu bisa diberikan pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan,” pesannya.
Sebagai alumni Northwestern University, Prof Stella juga menekankan pentingnya menumbuhkan riset mindset atau pola pikir riset selama menempuh pendidikan tinggi.
“Tadi saya memberikan pesan yang ketiga adalah secara pragmatis, di mana di kuliah itu tidak ada kelas critical thinking, tidak ada kelas untuk pembagian waktu, tidak ada kelas untuk kepemimpinan, tetapi semuanya itu, tidak ada kelas untuk menjadi pribadi yang solutif, tetapi semuanya itu bisa didapatkan lewat pengalaman riset,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur III PNUP, Dr Andi Muhammad Subhan, dalam sambutannya menyampaikan visi PNUP untuk menjadi perguruan tinggi vokasi unggul dan berdaya saing global. Ia juga menegaskan komitmen PNUP terhadap pengabdian masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai mitra beasiswa.
“Kami juga memiliki misi yaitu menghasilkan lulusan kompetitif, berjiwa wirausaha, dan berahlak mulia; mewujudkan penelitian pada masyarakat yang berkontribusi signifikan terhadap kebijakan pemerintah, pengembangan industri dan peningkatan masyarakat,” ucapnya.
Subhan menyebut, PNUP bermitra dengan sejumlah penyedia beasiswa, di antaranya KIP Kuliah (3122 mahasiswa), Pemda Luwuk (70), Huayo (45), Pemda Pangkep (53), ADik (55), Unggulan (10), dan Imip (30).
Adapun kegiatan pembekalan ini dihadiri 13 perguruan tinggi negeri dan swasta penerima beasiswa KIP-K dan ADik 2025, yakni:
Kategori Mahasiswa Baru Penerima KIP-K:
1. PNUP (447 mahasiswa)
2. Unhas (200 mahasiswa)
3. UNM (200 mahasiswa)
4. Universitas Atma Jaya Makassar (30 mahasiswa)
5. Universitas Pancasakti (72 mahasiswa)
6. Universitas Fajar (56 mahasiswa)
7. Universitas Dipa Makassar (54 mahasiswa)
8. Universitas Tamalatea Makassar (26 mahasiswa)
9. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin (52 mahasiswa)
10. STKIP Makassar (16 mahasiswa)
11. STIM LPI Makassar (30 mahasiswa)
12. Akper Mappa Oddang Makassar (26 mahasiswa)
13. Politeknik Muhammadiyah Makassar (27 mahasiswa)
Kategori Mahasiswa Baru Penerima ADik:
1. PNUP (3 mahasiswa)
2. Unhas (25 mahasiswa)
3. UNM (49 mahasiswa).
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Diktisaintek Menyapa Penerima Beasiswa KIP Kuliah dan ADik Tahun 2025 yang digelar di Gedung Auditorium Kampus 2 Moncongloe Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Kamis (13/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Prof Stella menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan industri nasional maupun internasional. Ia menyampaikan bahwa Kemendiktisaintek terus menjalin komunikasi antara pihak industri dan politeknik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan.
“Saya berkali-kali melakukan kunjungan dengan direktur politeknik, serta pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas. Potensi lulusan Politeknik yang bisa kita optimalkan dengan luar biasa. Pendidikan vokasi harus mengikuti perkembangan industri,” ujarnya.
Menurutnya, peran Politeknik sangat berpengaruh terhadap perputaran ekonomi nasional. Karena itu, ia menekankan pentingnya industry match curriculum, industry match instructor, dan industry match infrastructure agar pendidikan vokasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Satu yang sangat penting sekali adalah pendidikan vokasi harus mempunyai yang kita sebut industry match curriculum, industry match instructor, dan industry match infrastructure, artinya dalam kurikulumnya, dalam dosen-dosennya, dan juga sarana-prasarana yang disediakan oleh pendidikan tinggi vokasi itu harus bisa sangat menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujar Prof Stella kepada wartawan.
Selain itu, ia berpesan agar mahasiswa penerima beasiswa memanfaatkan masa kuliah dengan serius untuk menemukan minat dan kepakaran masing-masing.
“Satu, adalah kesempatan sekarang, adalah kesempatan yang tidak akan terulang. Karena satu-satunya kesempatan untuk kita bisa bereksperimen, tetapi juga menemukan kepakaran masing-masing pribadi kita, apa yang sungguh-sungguh kita bisa asah, itu adalah sekarang waktu kuliah. Nanti begitu kita lulus kuliah, kita langsung masuk pekerjaan, itu kita sudah dituntut oleh bermacam-macam tuntunan,” imbaunya.
Wanita kelahiran Medan itu menambahkan, mahasiswa perlu menganalisis kebutuhan dunia kerja berdasarkan data dan riset agar mampu menyesuaikan diri dengan keahlian yang dibutuhkan.
“Lakukan analisa berdasarkan data, tadi saya melakukan penganalisaan data-data dari apa yang diinginkan oleh pemberi pekerjaan atau employer. Keahlian seperti apa yang sangat diperlukan untuk supaya masing-masing pribadi itu bisa diberikan pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan,” pesannya.
Sebagai alumni Northwestern University, Prof Stella juga menekankan pentingnya menumbuhkan riset mindset atau pola pikir riset selama menempuh pendidikan tinggi.
“Tadi saya memberikan pesan yang ketiga adalah secara pragmatis, di mana di kuliah itu tidak ada kelas critical thinking, tidak ada kelas untuk pembagian waktu, tidak ada kelas untuk kepemimpinan, tetapi semuanya itu, tidak ada kelas untuk menjadi pribadi yang solutif, tetapi semuanya itu bisa didapatkan lewat pengalaman riset,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur III PNUP, Dr Andi Muhammad Subhan, dalam sambutannya menyampaikan visi PNUP untuk menjadi perguruan tinggi vokasi unggul dan berdaya saing global. Ia juga menegaskan komitmen PNUP terhadap pengabdian masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai mitra beasiswa.
“Kami juga memiliki misi yaitu menghasilkan lulusan kompetitif, berjiwa wirausaha, dan berahlak mulia; mewujudkan penelitian pada masyarakat yang berkontribusi signifikan terhadap kebijakan pemerintah, pengembangan industri dan peningkatan masyarakat,” ucapnya.
Subhan menyebut, PNUP bermitra dengan sejumlah penyedia beasiswa, di antaranya KIP Kuliah (3122 mahasiswa), Pemda Luwuk (70), Huayo (45), Pemda Pangkep (53), ADik (55), Unggulan (10), dan Imip (30).
Adapun kegiatan pembekalan ini dihadiri 13 perguruan tinggi negeri dan swasta penerima beasiswa KIP-K dan ADik 2025, yakni:
Kategori Mahasiswa Baru Penerima KIP-K:
1. PNUP (447 mahasiswa)
2. Unhas (200 mahasiswa)
3. UNM (200 mahasiswa)
4. Universitas Atma Jaya Makassar (30 mahasiswa)
5. Universitas Pancasakti (72 mahasiswa)
6. Universitas Fajar (56 mahasiswa)
7. Universitas Dipa Makassar (54 mahasiswa)
8. Universitas Tamalatea Makassar (26 mahasiswa)
9. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin (52 mahasiswa)
10. STKIP Makassar (16 mahasiswa)
11. STIM LPI Makassar (30 mahasiswa)
12. Akper Mappa Oddang Makassar (26 mahasiswa)
13. Politeknik Muhammadiyah Makassar (27 mahasiswa)
Kategori Mahasiswa Baru Penerima ADik:
1. PNUP (3 mahasiswa)
2. Unhas (25 mahasiswa)
3. UNM (49 mahasiswa).
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Mahasiswa Teknik Mesin PNUP Sabet 6 Gelar di National CAD-CAM Competition 2026
Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama dalam kompetisi desain dan manufaktur digital tingkat nasional.
Sabtu, 09 Mei 2026 05:32
News
Anniversary ke-32, Mapala PNUP Tanam Ratusan Pohon di Jalur Pendakian Lembah Lohe Gowa
Mapala PNUP menggelar kegiatan penghijauan dengan menanam ratusan pohon kayu dan buah di sepanjang jalur pendakian menuju Lembah Lohe, Dusun Lengkese’, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa pada Jumat - Ahad 17-19 April 2026.
Selasa, 21 Apr 2026 18:15
Sulsel
Gelar Rakor, FPDNI Rumuskan Strategi Transformasi Menuju Politeknik University
Forum Direktur Politeknik Negeri Seluruh Indonesia (FPDNI) menggelar pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Direktur Politeknik Negeri Se-Indonesia, di Mahoni 1 Room, Claro Hotel Makassar, Jumat (10/4/2026).
Jum'at, 10 Apr 2026 17:11
Sulsel
PNUP Kukuhkan 500 Wisudawan Lulusan Diploma III dan Sarjana Terapan
Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Periode Ketiga Tahun 2025 pada Tahun Akademik 2025/2026.
Minggu, 23 Nov 2025 13:36
Sulsel
Konsorsium PTPPV Sultanbatara Perkenalkan Deretan Produk Inovatif Hasil Riset
Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi Sultanbatara menghelat Media Gathering, dengan tema Semesta Panen Raya Berdikari In-Saintek 2025
Minggu, 09 Nov 2025 14:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
3
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna