Refleksi Akhir Tahun 2025 Momentum Ukur Capaian dan Kepuasan Warga
Rabu, 17 Des 2025 15:24
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat memaparkan Refleksi Akhir Tahun, di Hotel Novotel, Rabu (17/12/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar kegiatan Refleksi Akhir Tahun, di Hotel Novotel, Jalan Chairil Anwar No 28, Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (17/12/2025).
Kegiatan ini merupakan ruang evaluasi terbuka atas kinerja pemerintahan daerah selama kurang lebih 11 bulan terakhir dan momentum menakar tantangan, menyerap masukan publik, serta menyiapkan langkah pembenahan program kerja ke depan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan bahwa pagelaran yang diadakan sekali dalam setahun ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian, mengukur kepuasan masyarakat.
Serta memperkuat komitmen pemerintahan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Makassar.
"Refleksi akhir tahun merupakan momentum penting bagi sebuah pemerintahan. Bukan sekadar semata untuk menghitung capaian, melainkan untuk menakar arah, menguji komitmen, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Di titik inilah kejujuran, evaluasi, dan harapan bertemu dalam satu ruang refleksi," ujarnya.
Munafri mengatakan bahwa melalui acara ini, pemerintah daerah memaparkan penataan ulang birokrasi, penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta upaya memastikan program tepat sasaran menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Satu per satu program kerja mulai terealisasi. Program seragam sekolah gratis telah dibagikan sejak tahun ajaran baru 2025/2026 sebagai wujud keberpihakan pada dunia pendidikan dan pengurangan beban ekonomi keluarga. Sambungan air bersih gratis kita terus kerjakan secara bertahap di berbagai wilayah untuk menjamin hak dasar masyarakat," lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Appi itu juga memaparkan layanan pengaduan publik melalui Longgar Plus Super Apps (Lontara+), yang kini menjadi aplikasi kesayangan warga Makassar, telah menyelesaikan lebih dari 2.500 laporan masyarakat.
Kemudian, ia juga menuturkan program Makassar Creative Hub (MCH) hadir sebagai ruang kolaborasi dan inkubasi kreativitas anak muda, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu terserap di dunia kerja.
"Pembangunan wilayah kepulauan terus menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menghadirkan pemerataan pembangunan, karena masyarakat pulau tidak boleh terus menanggung keterbatasan akibat minimnya akses dan perhatian," paparnya.
Ketua DPD II Partai Golkar itu juga mengatakan bahwa kemandirian pangan kota harus terus digaungkan melalui program Urban Farming.
Tidak hanya itu saja, kata dia, Pemkot Makassar juga memberikan rasa aman bagi pekerja rentan diwujudkan melalui program Makassar Berjaga yang telah menjangkau lebih dari 81.000 penerima manfaat.
Selanjutnya, Munafri juga menjelaskan iuran sampah gratis diberlakukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta diterapkan secara bertahap bagi masyarakat umum dengan cakupan yang terus diperluas.
"Di sektor infrastruktur, proses pembangunan stadion telah dianggarkan melalui APBD dan disepakati untuk direalisasikan. Kemudian, pemilihan RT dan RW secara langsung dilaksanakan sebagai bentuk penguatan demokrasi akar rumput, agar program pemerintah benar-benar sampai hingga ke depan pintu rumah warga," kata dia.
Alumnus Universitas Hasanuddin ini menegaskan, hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar 2025 sebagai alat ukur atas kinerja pemerintahan selama ini.
"Ukuran ini akan memberikan kita gambaran seperti apa model dan business model yang akan kita lakukan ke depan. Mungkin nanti akan ada yang protes, kenapa begini, kenapa begitu. Tapi saya ingin sampaikan, ini bukan final, ini adalah landasan untuk kita berpikir dan bekerja lebih baik lagi," imbuh Appi.
Wali Kota juga menekankan bahwa refleksi dan hasil survei tersebut menjadi pijakan penting untuk memperbaiki seluruh tatanan pemerintahan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, banyak hal penting yang perlu dicermati secara bersama-sama oleh seluruh jajaran Pemkot Makassar. Oleh karena itu, Munafri meminta seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
"Saya harap pagi hari ini Bapak Ibu sekalian tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai, karena banyak sekali hal penting yang harus kita perhatikan bersama. Acara ini benar-benar penting," tegasnya.
Munafri menambahkan, refleksi akhir tahun bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang pembelajaran agar seluruh perangkat daerah mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menilai, masih minimnya inovasi yang lahir dari sejumlah SKPD di lingkup Pemkot Makassar.
"Ini kesempatan kita untuk melihat apa yang kurang. Ini proses yang harus kita laksanakan secara bersama-sama. Refleksi akhir tahun bukan sekadar melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi ruang untuk menakar apa yang masih perlu diperbaiki," kata Appi.
Munafri menyebut refleksi akhir tahun menjadi momentum untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus menentukan langkah lanjutan ke depan.
"Dengan kerja kolektif, data yang akurat, dan komitmen yang kuat, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat," imbuhnya.
Adapun rekomendasi hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif disampaikan kepada perangkat daerah terkait.
Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, DP2, Dinas Pariwisata, dan Bagian Ekonomi Pembangunan, sebagai pijakan dalam menyempurnakan arah pembangunan Kota Makassar ke depan.
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber yang memiliki kapasitas akademik dan pengalaman strategis dalam membaca arah pembangunan daerah, yakni Dr Muh. Idris, Dr Adi Surya Culla, serta Ras MD selaku Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, dikomandoi moderator tenaga ahli Diskominfo Makassar, Dr Andi Widya Syadzwina atau Wina.
Pemerintahan MULIA berkomitmen bahwa seluruh janji dan program yang telah disampaikan kepada masyarakat akan diwujudkan dalam lima tahun kepemimpinan.
Dengan doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Makassar akan terus melangkah memimpin kota yang kita cintai menuju Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Kehadiran para narasumber ini menjadi penguat objektivitas dalam menilai kinerja pemerintahan sepanjang tahun berjalan. Refleksi akhir tahun ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.
Kemudian dihadiri juga, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, serta jajaran SKPD dan Direksi Perusahaan Daerah se-Kota Makassar.
Kegiatan ini merupakan ruang evaluasi terbuka atas kinerja pemerintahan daerah selama kurang lebih 11 bulan terakhir dan momentum menakar tantangan, menyerap masukan publik, serta menyiapkan langkah pembenahan program kerja ke depan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan bahwa pagelaran yang diadakan sekali dalam setahun ini menjadi momentum penting untuk meninjau capaian, mengukur kepuasan masyarakat.
Serta memperkuat komitmen pemerintahan dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Makassar.
"Refleksi akhir tahun merupakan momentum penting bagi sebuah pemerintahan. Bukan sekadar semata untuk menghitung capaian, melainkan untuk menakar arah, menguji komitmen, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Di titik inilah kejujuran, evaluasi, dan harapan bertemu dalam satu ruang refleksi," ujarnya.
Munafri mengatakan bahwa melalui acara ini, pemerintah daerah memaparkan penataan ulang birokrasi, penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, serta upaya memastikan program tepat sasaran menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Satu per satu program kerja mulai terealisasi. Program seragam sekolah gratis telah dibagikan sejak tahun ajaran baru 2025/2026 sebagai wujud keberpihakan pada dunia pendidikan dan pengurangan beban ekonomi keluarga. Sambungan air bersih gratis kita terus kerjakan secara bertahap di berbagai wilayah untuk menjamin hak dasar masyarakat," lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Appi itu juga memaparkan layanan pengaduan publik melalui Longgar Plus Super Apps (Lontara+), yang kini menjadi aplikasi kesayangan warga Makassar, telah menyelesaikan lebih dari 2.500 laporan masyarakat.
Kemudian, ia juga menuturkan program Makassar Creative Hub (MCH) hadir sebagai ruang kolaborasi dan inkubasi kreativitas anak muda, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu terserap di dunia kerja.
"Pembangunan wilayah kepulauan terus menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menghadirkan pemerataan pembangunan, karena masyarakat pulau tidak boleh terus menanggung keterbatasan akibat minimnya akses dan perhatian," paparnya.
Ketua DPD II Partai Golkar itu juga mengatakan bahwa kemandirian pangan kota harus terus digaungkan melalui program Urban Farming.
Tidak hanya itu saja, kata dia, Pemkot Makassar juga memberikan rasa aman bagi pekerja rentan diwujudkan melalui program Makassar Berjaga yang telah menjangkau lebih dari 81.000 penerima manfaat.
Selanjutnya, Munafri juga menjelaskan iuran sampah gratis diberlakukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta diterapkan secara bertahap bagi masyarakat umum dengan cakupan yang terus diperluas.
"Di sektor infrastruktur, proses pembangunan stadion telah dianggarkan melalui APBD dan disepakati untuk direalisasikan. Kemudian, pemilihan RT dan RW secara langsung dilaksanakan sebagai bentuk penguatan demokrasi akar rumput, agar program pemerintah benar-benar sampai hingga ke depan pintu rumah warga," kata dia.
Alumnus Universitas Hasanuddin ini menegaskan, hasil survei kepuasan masyarakat yang dipaparkan dalam Refleksi Akhir Tahun Pemkot Makassar 2025 sebagai alat ukur atas kinerja pemerintahan selama ini.
"Ukuran ini akan memberikan kita gambaran seperti apa model dan business model yang akan kita lakukan ke depan. Mungkin nanti akan ada yang protes, kenapa begini, kenapa begitu. Tapi saya ingin sampaikan, ini bukan final, ini adalah landasan untuk kita berpikir dan bekerja lebih baik lagi," imbuh Appi.
Wali Kota juga menekankan bahwa refleksi dan hasil survei tersebut menjadi pijakan penting untuk memperbaiki seluruh tatanan pemerintahan, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, banyak hal penting yang perlu dicermati secara bersama-sama oleh seluruh jajaran Pemkot Makassar. Oleh karena itu, Munafri meminta seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
"Saya harap pagi hari ini Bapak Ibu sekalian tidak meninggalkan tempat sampai acara selesai, karena banyak sekali hal penting yang harus kita perhatikan bersama. Acara ini benar-benar penting," tegasnya.
Munafri menambahkan, refleksi akhir tahun bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang pembelajaran agar seluruh perangkat daerah mampu beradaptasi dan berinovasi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga menilai, masih minimnya inovasi yang lahir dari sejumlah SKPD di lingkup Pemkot Makassar.
"Ini kesempatan kita untuk melihat apa yang kurang. Ini proses yang harus kita laksanakan secara bersama-sama. Refleksi akhir tahun bukan sekadar melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi ruang untuk menakar apa yang masih perlu diperbaiki," kata Appi.
Munafri menyebut refleksi akhir tahun menjadi momentum untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus menentukan langkah lanjutan ke depan.
"Dengan kerja kolektif, data yang akurat, dan komitmen yang kuat, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat," imbuhnya.
Adapun rekomendasi hasil riset strategis Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terkait peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif disampaikan kepada perangkat daerah terkait.
Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, DP2, Dinas Pariwisata, dan Bagian Ekonomi Pembangunan, sebagai pijakan dalam menyempurnakan arah pembangunan Kota Makassar ke depan.
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber yang memiliki kapasitas akademik dan pengalaman strategis dalam membaca arah pembangunan daerah, yakni Dr Muh. Idris, Dr Adi Surya Culla, serta Ras MD selaku Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, dikomandoi moderator tenaga ahli Diskominfo Makassar, Dr Andi Widya Syadzwina atau Wina.
Pemerintahan MULIA berkomitmen bahwa seluruh janji dan program yang telah disampaikan kepada masyarakat akan diwujudkan dalam lima tahun kepemimpinan.
Dengan doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Kota Makassar akan terus melangkah memimpin kota yang kita cintai menuju Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Kehadiran para narasumber ini menjadi penguat objektivitas dalam menilai kinerja pemerintahan sepanjang tahun berjalan. Refleksi akhir tahun ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham.
Kemudian dihadiri juga, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, serta jajaran SKPD dan Direksi Perusahaan Daerah se-Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Relokasi Puluhan PKL di Poros BTP Tamalanrea
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan komitmen dalam menata ruang publik agar tetap aman, tertib, dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Sabtu, 31 Jan 2026 17:12
Makassar City
Wamen Kependudukan Puji Kolaborasi Pemkot Makassar di Kampung KB Manggala
Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau pelaksanaan program Kampung KB di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Jum'at, 30 Jan 2026 20:33
News
Bongkar Lapak, Fungsi Jalur Pedestrian di Jl Sultan Alauddin Kembali
Pemkot Makassar menertibkan bangunan liar berupa lapak PKL yang berdiri di atas trotoar dan saluran drainase di kawasan Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, Rabu (28/1/2026).
Rabu, 28 Jan 2026 18:41
Makassar City
Ray Suryadi Desak Pemkot Makassar Segera Lakukan Perbaikan Total Pasar Paotere
Kondisi infrastruktur Pasar Ikan Pelabuhan Paotere saat ini berada pada titik darurat. Kerusakan yang sangat mengkhawatirkan memicu desakan untuk segera dilakukan perbaikan total maupun penataan ulang.
Selasa, 27 Jan 2026 15:23
Makassar City
Respons Aduan Lontara+, Pemerintah Kelurahan Kapasa Tertibkan PKL
Pemerintah Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, wilayah Kelurahan Kapasa, Kota Makassar, Senin (26/1/2026).
Senin, 26 Jan 2026 20:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto Lumpuhkan Spesialis Pencuri Kuda
2
Maros Masuk Kandidat Kabupaten Antikorupsi 2026
3
Percepat Pemulihan Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Luwu Timur
4
Bukan Plh, Prof Faridah Patittingi Diperkenalkan sebagai Plt Rektor UNM
5
6 Calon Rektor IAIN Bone 2026-2030 Lolos Pertimbangan Senat, Diusul ke Menag
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto Lumpuhkan Spesialis Pencuri Kuda
2
Maros Masuk Kandidat Kabupaten Antikorupsi 2026
3
Percepat Pemulihan Distribusi BBM dan LPG di Luwu Utara dan Luwu Timur
4
Bukan Plh, Prof Faridah Patittingi Diperkenalkan sebagai Plt Rektor UNM
5
6 Calon Rektor IAIN Bone 2026-2030 Lolos Pertimbangan Senat, Diusul ke Menag