SMA Islam Athirah Bukit Baruga Tutup AJR 2026 dengan Buka Puasa dan Santuni Anak Yatim
Kamis, 12 Mar 2026 22:45
Pimpinan SMA Islam Athirah Bukit Baruga bersama anak-anak dari panti asuhan. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
MAKASSAR - SMA Islam Athirah Bukit Baruga menutup rangkaian kegiatan Athirah Jelajah Ramadan (AJR) 2026 dengan buka puasa bersama yang digelar, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari program penguatan nilai keislaman dan karakter siswa selama bulan Ramadan.
Program AJR berlangsung selama empat hari dengan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, mulai dari halaqah Al-Qur’an, penguatan adab, hingga projek kreatif siswa.
Ketua Panitia AJR SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Ustaz Romi, menjelaskan bahwa AJR merupakan program tahunan yang dilaksanakan di hampir seluruh unit sekolah Islam Athirah setiap Ramadan.
"AJR ini adalah program tahunan di setiap Ramadan yang emang rutin dilakukan setiap tahun ketika bulan Ramadan di hampir semua unit sekolah Islam Athirah. Begitupun dengan tema. Dan untuk tahun ini, temanya itu adalah membudayakan nilai-nilai Ramadan dengan budaya sipaka tau, sipaka inge, dan sipaka lebbi," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan AJR berfokus pada penyampaian materi keagamaan kepada siswa. Sementara kegiatan puncak berupa buka puasa bersama hari ini sepenuhnya dikelola oleh OSIS.
"Jadi program AJR ini bekerja sama dengan OSIS. Jadi kalau rangkaian acara AJR itu berpusat kepada materi-materi yang diberikan, adapun OSIS-nya itu tugasnya nanti di akhir pelaksanaan AJR dan tugasnya hanya mengadakan buka puasa bersama," katanya.
Selain menyiapkan acara puncak, OSIS juga bertugas menghadirkan pengisi acara dan kegiatan sosial, termasuk mengundang anak yatim untuk menerima santunan.
"Iya, puncak AJR, tapi ditangani oleh OSIS. Jadi OSIS yang bergerak mulai mencari talent untuk pengisi acara, mengundang anak yatim untuk diberikan santunan, dan seterusnya," jelasnya.
Selama pelaksanaan AJR, siswa mengikuti tiga sesi kegiatan setiap hari. Sesi pertama adalah halaqah Al-Qur’an, di mana siswa membaca Al-Qur’an dalam kelompok.
"Jadi sesi pertama itu adalah halaqah Al-Quran. Jadi anak-anak dibagi per kelompok yang jumlahnya sekitar 30 siswa. Jadi setiap hari mereka membaca Al-Quran, satu jus, satu siswa, dan menyelesaikan 30 juz dalam satu hari per kelompok," ujarnya.
Sesi berikutnya berupa materi kolosal yang dilaksanakan di musala sekolah dengan fokus pada penguatan adab sesuai tema AJR tahun ini.
Sementara sesi ketiga berupa projek pembelajaran yang mengajak siswa mengolah materi yang telah dipelajari melalui berbagai karya kreatif.
"Dan yang ketiga adalah projek. Jadi anak-anak setelah mengikuti materi, mendalami materi yang diberikan, tugas berikutnya adalah membuat projek dari materi yang disampaikan di sisi kedua tadi. Baik itu dengan membuat mapping, membuat poster, dan yang terakhir, hari ketiga itu membuat video," katanya.
Ustaz Romi berharap kegiatan AJR dapat membuat siswa lebih memahami makna Ramadan dan meningkatkan kualitas ibadah.
"Yang ingin kami sampaikan, semoga nilai-nilai Ramadan itu betul-betul semua siswa pahami tentang besarnya rahmat, besarnya keutamaan, besarnya rahmat yang Allah berikan di dalamnya, sehingga setiap siswa betul-betul memaknai bulan Ramadan itu adalah bulan untuk mengejar pahala," ujarnya.
Ia juga berharap nilai budaya sipaka tau, sipaka inge, dan sipaka lebbi dapat menjadi bagian dari karakter siswa di lingkungan sekolah.
"Sehingga sekolah kita itu menjadi sekolah yang aman, tenteram, dan damai. Ketika budaya sipaka inge, sipakah lebbi, dan sipaka tau itu bisa diterapkan, dan menjadi kultur di dalam sekolah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Dr. Bakry Liwang, mengatakan AJR menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa melalui bulan Ramadan.
"Athirah Jelajah Ramadan Itu kegiatan kurang lebih 4 hari untuk penguatan keislaman dan penanaman nilai-nilai karakter melalui momentum bulan ramadhan," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pada hari terakhir dirangkai dengan buka puasa bersama yang sepenuhnya dikelola oleh OSIS.
"Nah di akhirnya, yang dirangkikan kegiatan OSIS Yang hari keempat itu, ya hari ini adalah dirangkikan kegiatan OSIS, yaitu Buka Puasa Bersama," katanya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir. Dalam rangkaiannya, OSIS juga menyelenggarakan berbagai lomba keagamaan seperti cerdas cermat, ranking satu, dan lomba lagu religi.
Selain itu, siswa juga menggalang donasi secara mandiri untuk membantu anak yatim dari panti asuhan yang diundang dalam kegiatan tersebut.
"Nah ini juga yang menarik setiap tahun juga itu anak-anak OSIS itu menghubungi panti asuhan ya Jadi panti asuhan mereka mencari sendiri, kemudian menggalang dana donasi sendiri juga Nah itu kegiatan-kegiatan kurang lebih hampir berapa ya terkumpul saya tidak tahu, lebih dari Rp13 juta mungkin," katanya.
Bakry berharap Ramadan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
"Harapan, saya pesankan tadi ya momentum Ramadan ini itu menjadikan kita menjadi pribadi pemenang, pribadi terbaik, siswa terbaik Tentu ada dua indikatornya ya, itu hablum minallahnya dan hablum minal nasnya," ujarnya.
"Nah itu kalau dalam diagram karkesis itu dia bagus positif keatasnya dan positif keatasnya makanya berbagi itu momentum untuk berbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
Program AJR berlangsung selama empat hari dengan berbagai kegiatan edukatif dan keagamaan, mulai dari halaqah Al-Qur’an, penguatan adab, hingga projek kreatif siswa.
Ketua Panitia AJR SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Ustaz Romi, menjelaskan bahwa AJR merupakan program tahunan yang dilaksanakan di hampir seluruh unit sekolah Islam Athirah setiap Ramadan.
"AJR ini adalah program tahunan di setiap Ramadan yang emang rutin dilakukan setiap tahun ketika bulan Ramadan di hampir semua unit sekolah Islam Athirah. Begitupun dengan tema. Dan untuk tahun ini, temanya itu adalah membudayakan nilai-nilai Ramadan dengan budaya sipaka tau, sipaka inge, dan sipaka lebbi," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan AJR berfokus pada penyampaian materi keagamaan kepada siswa. Sementara kegiatan puncak berupa buka puasa bersama hari ini sepenuhnya dikelola oleh OSIS.
"Jadi program AJR ini bekerja sama dengan OSIS. Jadi kalau rangkaian acara AJR itu berpusat kepada materi-materi yang diberikan, adapun OSIS-nya itu tugasnya nanti di akhir pelaksanaan AJR dan tugasnya hanya mengadakan buka puasa bersama," katanya.
Selain menyiapkan acara puncak, OSIS juga bertugas menghadirkan pengisi acara dan kegiatan sosial, termasuk mengundang anak yatim untuk menerima santunan.
"Iya, puncak AJR, tapi ditangani oleh OSIS. Jadi OSIS yang bergerak mulai mencari talent untuk pengisi acara, mengundang anak yatim untuk diberikan santunan, dan seterusnya," jelasnya.
Selama pelaksanaan AJR, siswa mengikuti tiga sesi kegiatan setiap hari. Sesi pertama adalah halaqah Al-Qur’an, di mana siswa membaca Al-Qur’an dalam kelompok.
"Jadi sesi pertama itu adalah halaqah Al-Quran. Jadi anak-anak dibagi per kelompok yang jumlahnya sekitar 30 siswa. Jadi setiap hari mereka membaca Al-Quran, satu jus, satu siswa, dan menyelesaikan 30 juz dalam satu hari per kelompok," ujarnya.
Sesi berikutnya berupa materi kolosal yang dilaksanakan di musala sekolah dengan fokus pada penguatan adab sesuai tema AJR tahun ini.
Sementara sesi ketiga berupa projek pembelajaran yang mengajak siswa mengolah materi yang telah dipelajari melalui berbagai karya kreatif.
"Dan yang ketiga adalah projek. Jadi anak-anak setelah mengikuti materi, mendalami materi yang diberikan, tugas berikutnya adalah membuat projek dari materi yang disampaikan di sisi kedua tadi. Baik itu dengan membuat mapping, membuat poster, dan yang terakhir, hari ketiga itu membuat video," katanya.
Ustaz Romi berharap kegiatan AJR dapat membuat siswa lebih memahami makna Ramadan dan meningkatkan kualitas ibadah.
"Yang ingin kami sampaikan, semoga nilai-nilai Ramadan itu betul-betul semua siswa pahami tentang besarnya rahmat, besarnya keutamaan, besarnya rahmat yang Allah berikan di dalamnya, sehingga setiap siswa betul-betul memaknai bulan Ramadan itu adalah bulan untuk mengejar pahala," ujarnya.
Ia juga berharap nilai budaya sipaka tau, sipaka inge, dan sipaka lebbi dapat menjadi bagian dari karakter siswa di lingkungan sekolah.
"Sehingga sekolah kita itu menjadi sekolah yang aman, tenteram, dan damai. Ketika budaya sipaka inge, sipakah lebbi, dan sipaka tau itu bisa diterapkan, dan menjadi kultur di dalam sekolah," tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Dr. Bakry Liwang, mengatakan AJR menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa melalui bulan Ramadan.
"Athirah Jelajah Ramadan Itu kegiatan kurang lebih 4 hari untuk penguatan keislaman dan penanaman nilai-nilai karakter melalui momentum bulan ramadhan," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pada hari terakhir dirangkai dengan buka puasa bersama yang sepenuhnya dikelola oleh OSIS.
"Nah di akhirnya, yang dirangkikan kegiatan OSIS Yang hari keempat itu, ya hari ini adalah dirangkikan kegiatan OSIS, yaitu Buka Puasa Bersama," katanya.
Ia menambahkan kegiatan tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir. Dalam rangkaiannya, OSIS juga menyelenggarakan berbagai lomba keagamaan seperti cerdas cermat, ranking satu, dan lomba lagu religi.
Selain itu, siswa juga menggalang donasi secara mandiri untuk membantu anak yatim dari panti asuhan yang diundang dalam kegiatan tersebut.
"Nah ini juga yang menarik setiap tahun juga itu anak-anak OSIS itu menghubungi panti asuhan ya Jadi panti asuhan mereka mencari sendiri, kemudian menggalang dana donasi sendiri juga Nah itu kegiatan-kegiatan kurang lebih hampir berapa ya terkumpul saya tidak tahu, lebih dari Rp13 juta mungkin," katanya.
Bakry berharap Ramadan dapat menjadi momentum bagi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
"Harapan, saya pesankan tadi ya momentum Ramadan ini itu menjadikan kita menjadi pribadi pemenang, pribadi terbaik, siswa terbaik Tentu ada dua indikatornya ya, itu hablum minallahnya dan hablum minal nasnya," ujarnya.
"Nah itu kalau dalam diagram karkesis itu dia bagus positif keatasnya dan positif keatasnya makanya berbagi itu momentum untuk berbaik bagi masyarakat," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
GMTD Pererat Kebersamaan Karyawan Lewat Buka Puasa Bersama
Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul seluruh insan perusahaan dalam suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan.
Rabu, 11 Mar 2026 11:15
News
OJK dan FKIJK Sulselbar Perkuat Sinergi Industri Keuangan Lewat Buka Puasa Bersama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FKIJK Sulselbar) menggelar kegiatan buka puasa bersama.
Selasa, 10 Mar 2026 21:19
Sulsel
Bupati Bantaeng Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Kebangkitan Daerah
Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menggelar buka puasa bersama tokoh masyarakat se-Kabupaten Bantaeng di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bantaeng, Minggu (8/3/2026).
Senin, 09 Mar 2026 13:35
News
Semen Tonasa Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Buka Puasa Bersama
PT Semen Tonasa menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan media.
Senin, 09 Mar 2026 05:07
Sulsel
IKA FEBI UIN Alauddin Gelar Mubes dan Buka Puasa, Perkuat Konsolidasi Alumni
IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar menggelar Musyawarah Besar (Mubes) yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama, Sabtu (6/3/2026).
Sabtu, 07 Mar 2026 09:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler