Andi Makmur Apresiasi Komitmen Pemkot Makassar Pertahankan PPPK
Sabtu, 04 Apr 2026 20:26
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin untuk tidak melakukan pemangkasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapat apresiasi dari DPRD Kota Makassar.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah bijak di tengah tekanan kebijakan fiskal dan pembatasan belanja pegawai.
Menurutnya, keputusan untuk tetap mempertahankan PPPK menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada efisiensi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan pelayanan publik.
“Kami melihat ini sebagai kebijakan yang tepat. Di tengah berbagai keterbatasan, pemerintah tetap menempatkan keberlangsungan tenaga PPPK sebagai prioritas. Ini menunjukkan keberpihakan pada pelayanan publik dan pada para pegawai itu sendiri,” ujar Andi Makmur Burhanuddin.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa tidak akan ada pengurangan maupun pemangkasan tenaga PPPK. Ia menyebut PPPK sebagai bagian penting dalam roda pemerintahan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Andi Makmur menilai, peran PPPK memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam banyak sektor, mereka menjadi ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Kalau kita bicara pelayanan publik, maka kita bicara tentang orang-orang yang bekerja di lapangan. PPPK ini adalah bagian dari itu. Karena itu, keberadaannya harus dijaga dan diperkuat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan mempertahankan PPPK perlu diiringi dengan langkah lanjutan, seperti peningkatan kapasitas, kepastian kerja, serta dukungan sistem yang memungkinkan mereka bekerja secara optimal.
Menurutnya, keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan pelayanan publik harus menjadi perhatian bersama, sehingga kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat sistem pemerintahan ke depan.
“Yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Efisiensi tetap penting, tetapi pelayanan publik juga tidak boleh terganggu. Di sinilah pentingnya kebijakan yang bijak dan terukur,” ujarnya.
Ia berharap, komitmen pemerintah kota tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkuat tata kelola kepegawaian yang lebih baik, sekaligus memberikan rasa aman bagi para tenaga PPPK dalam menjalankan tugasnya.
“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik, dan para pegawai juga memiliki kepastian dalam bekerja. Itu yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah bijak di tengah tekanan kebijakan fiskal dan pembatasan belanja pegawai.
Menurutnya, keputusan untuk tetap mempertahankan PPPK menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada efisiensi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan pelayanan publik.
“Kami melihat ini sebagai kebijakan yang tepat. Di tengah berbagai keterbatasan, pemerintah tetap menempatkan keberlangsungan tenaga PPPK sebagai prioritas. Ini menunjukkan keberpihakan pada pelayanan publik dan pada para pegawai itu sendiri,” ujar Andi Makmur Burhanuddin.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar menegaskan bahwa tidak akan ada pengurangan maupun pemangkasan tenaga PPPK. Ia menyebut PPPK sebagai bagian penting dalam roda pemerintahan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Andi Makmur menilai, peran PPPK memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam banyak sektor, mereka menjadi ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Kalau kita bicara pelayanan publik, maka kita bicara tentang orang-orang yang bekerja di lapangan. PPPK ini adalah bagian dari itu. Karena itu, keberadaannya harus dijaga dan diperkuat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan mempertahankan PPPK perlu diiringi dengan langkah lanjutan, seperti peningkatan kapasitas, kepastian kerja, serta dukungan sistem yang memungkinkan mereka bekerja secara optimal.
Menurutnya, keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan pelayanan publik harus menjadi perhatian bersama, sehingga kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga memperkuat sistem pemerintahan ke depan.
“Yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Efisiensi tetap penting, tetapi pelayanan publik juga tidak boleh terganggu. Di sinilah pentingnya kebijakan yang bijak dan terukur,” ujarnya.
Ia berharap, komitmen pemerintah kota tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkuat tata kelola kepegawaian yang lebih baik, sekaligus memberikan rasa aman bagi para tenaga PPPK dalam menjalankan tugasnya.
“Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik, dan para pegawai juga memiliki kepastian dalam bekerja. Itu yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Permudah Akses Warga, Pemkot Makassar Hadirkan Layanan Adminduk di Kelurahan
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, dalam menghadirkan layanan publik yang semakin dekat, cepat, dan mudah terus diperkuat di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Selasa, 19 Mei 2026 14:55
Makassar City
15 Tahun Gunakan Fasum-Fasos Berdagang, PKL di Tallo Ditertibkan
Pemerintah Kecamatan Tallo kembali melakukan penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima yang menguasai fasilitas umum, fasilitas sosial, serta berdiri di atas saluran drainase, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 20:32
Makassar City
Pemkot Makassar Benahi SPMB 2026, Server Terpisah hingga Helpdesk Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar terus mematangkan persiapan tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Senin, 18 Mei 2026 15:58
Makassar City
Wali Kota Minta ASN Makassar Punya Buku Karya Sendiri
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar dengan mengajak aparatur sipil negara (ASN) menghasilkan karya tulis berupa buku.
Senin, 18 Mei 2026 15:43
Makassar City
Pemkot Makassar Bantah Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Konsumsi Wali Kota
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membantah sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait anggaran Rp10 miliar untuk konsumsi Wali Kota Makassar.
Minggu, 17 Mei 2026 18:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
4
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun
5
MDA Perluas Program Air Bersih di Latimojong, Jangkau Warga Dusun Nase
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
2
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
3
Wakil Rektor IV UMI Jadi Narasumber Seminar Komunikasi dan Dakwah KPI FAI UMI
4
Asrama Mahasiswa dan Dosen Kampus Vokasi Unhas di Selayar Mulai Dibangun
5
MDA Perluas Program Air Bersih di Latimojong, Jangkau Warga Dusun Nase