Proyek Riverside Makassar Dikebut, Pemkot Siap Kerja Fisik Usai Serah Lahan

Kamis, 09 Apr 2026 20:59
Proyek Riverside Makassar Dikebut, Pemkot Siap Kerja Fisik Usai Serah Lahan
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat monitoring, di Balai Kota, Kamis (9/4/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong percepatan pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Panakkukang. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan, khususnya di kawasan Antang dan sekitarnya.

Pembangunan jalan yang dikenal sebagai jalur Riverside ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan berkembang di koridor Nipa-Nipa. Selain berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, akses ini juga diharapkan mampu mendukung mobilitas warga di tengah pesatnya pembangunan permukiman.

Saat ini, Pemkot Makassar bersama Kalla Land & Property tengah mempercepat proses pembebasan lahan. Progresnya telah mencapai sekitar 60 persen, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores, mengatakan bahwa jalan alternatif tersebut dirancang sepanjang 1,3 kilometer di atas lahan sekitar 6 hektare.

"Kami menargetkan pembebasan lahan selesai bulan Juli, sehingga pada Oktober seluruh legalitas sudah 'clean and clear' sebelum diserahkan ke pemerintah kota. Jalur alternatif ini akan dibuka di area pinggir sungai Tallo dari Bukit Baruga Antang untuk mengurangi jalur kepadatan di Lalur Lemiena-Antang tembus Kecamatan Mangga," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan jalan ini seiring meningkatnya aktivitas di kawasan Nipa-Nipa. Saat ini, sedikitnya empat klaster perumahan tengah dibangun dengan total sekitar 600 unit rumah.

Menurutnya, rencana pembangunan jalan tersebut telah masuk dalam data perencanaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dokumen AMDAL, sehingga memiliki dasar legal yang kuat.

"Kami sudah menyampaikan rencana ini di BBWS Pompengan dihadiri Dinas PU dan Dinas Tata Ruang. Mereka (pihak BBWS Pompengan) akan melihat detail sinkronisasi tapi pada dasarnya mereka mendukung," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta agar proyek tersebut segera dituntaskan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

"Disampaikan saja apa yang menjadi persoalannya, apa yang dibutuhkan. Pemerintah siap support untuk percepatan," ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, setelah lahan diserahkan, Pemkot Makassar siap langsung mengerjakan pembangunan fisik jalan, termasuk pengaspalan.

"Yang penting sudah diserahkan ke pemkot, kita langsung masuk. Ini penting sekali, karena kalau tembus, akses di sana akan jauh lebih nyaman," katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar pengembang tetap memperhatikan tata ruang, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau (RTH).

"RTH, supaya jangan semuanya lagi langsung jadi ruko lagi semua samping," jelasnya.

Pembangunan jalan alternatif ini dinilai mendesak mengingat pertumbuhan kawasan hunian yang cukup pesat di wilayah tersebut. Kehadiran sekitar 600 unit rumah baru diperkirakan akan meningkatkan volume lalu lintas dalam waktu dekat.

Dari sisi perencanaan, proyek ini telah terintegrasi dalam dokumen resmi dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang. Saat ini, proses sinkronisasi teknis masih terus dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta, proyek ini diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Rapat monitoring proyek ini digelar di Balai Kota Makassar, Kamis (9/4/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat terkait, termasuk jajaran Pemkot Makassar dan pihak pengembang.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru