DPRD Makassar Minta Pemkot Maksimalkan Upaya Tekan Angka Pengangguran
Sabtu, 02 Mei 2026 15:29
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (2/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menekan angka pengangguran mendapat 'rapor merah' dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, memaparkan dari data laporan terbaru, penurunan angka pengangguran di tahun 2025 tercatat sangat minim, yakni hanya sebesar 0,1%, dari 9,7% pada tahun 2024 menjadi 9,6%.
"Itu miris. Apa kerja-kerja SKPD dinas terkait ini? Mungkin juga disebabkan oleh sarapan anggaran yang tidak maksimal dengan banyaknya SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran)," paparnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, penurunan yang hanya 0,1 persen sangat jauh dari harapan, mengingat target ideal yang seharusnya dikejar adalah penurunan hingga ke level 5 persen.
"Lebih mengedepankan warga Makassar jangan yang lebih mudah warga di luar kota Makassar. Misalnya mewajibkan perusahaan untuk mempersyaratkan KTP lokal. Ada prioritas atau ada kuota yang diberikan," terang Azwar kepada wartawan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu meyakini Kota Makassar tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian dan kompetensi untuk mengisi dunia kerja
"Sama halnya dengan kebijakan di Lutim (Luwu Timur) yang memprioritaskan warga pribumi. Mestinya kita (Pemkot Makassar) juga bisa," tutupnya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mendorong dinas terkait untuk membuat misi program terbaru untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Daeng.
"Apalagi banyak program pelatihan di Makassar yang mana diselenggarakan oleh banyak dinas atau OPD," katanya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar (Ex Kantor Perumnas Regional VIl), Jalan Hertasning.
Ray sapaan karibnya itu menegaskan perlunya perampungan basis data yang komprehensif agar klasifikasi tenaga kerja hasil pelatihan dapat terorganisir dengan baik.
"Lalu diklasifikasi seperti misalnya hari ini dilakukan namanya pelatihan otomotif, lalu pekan depan manajemen dan berkelanjutan terus menerus," tegasnya.
Ia pun menyarankan adanya klasifikasi khusus dalam setiap penyelenggaraan job fair untuk menyinkronkan kebutuhan industri dengan latar belakang pelatihan yang telah diikuti peserta.
"Misalnya menggaet (kolaborasi) tenaga kerja bidang manajemen, mereka yang diundang adalah mereka yang pernah ikut pelatihan," sarannya.
Melalui sistem yang terintegrasi, ia berharap kerja-kerja yang dilakukan oleh dinas-dinas di lingkup Pemkot Makassar dapat lebih terakomodasi dan tepat sasaran dalam menyerap tenaga kerja.
"Tidak sekadar mengadakan pelatihan tetapi mereka yang pernah ikut mendapatkan kesempatan bekerja di pelatihan bidang yang sama," katanya.
Ray menilai, langkah tersebut merupakan upaya nyata untuk menempatkan tenaga kerja pada bidang yang relevan dengan keahlian yang telah mereka miliki.
"Sehingga orang yang dilatih akan ada pekerjaannya, jangan sudah dilatih tidak dapat itu sama saja jadi pengangguran lagi," pungkasnya.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, memaparkan dari data laporan terbaru, penurunan angka pengangguran di tahun 2025 tercatat sangat minim, yakni hanya sebesar 0,1%, dari 9,7% pada tahun 2024 menjadi 9,6%.
"Itu miris. Apa kerja-kerja SKPD dinas terkait ini? Mungkin juga disebabkan oleh sarapan anggaran yang tidak maksimal dengan banyaknya SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran)," paparnya, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, penurunan yang hanya 0,1 persen sangat jauh dari harapan, mengingat target ideal yang seharusnya dikejar adalah penurunan hingga ke level 5 persen.
"Lebih mengedepankan warga Makassar jangan yang lebih mudah warga di luar kota Makassar. Misalnya mewajibkan perusahaan untuk mempersyaratkan KTP lokal. Ada prioritas atau ada kuota yang diberikan," terang Azwar kepada wartawan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu meyakini Kota Makassar tidak kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian dan kompetensi untuk mengisi dunia kerja
"Sama halnya dengan kebijakan di Lutim (Luwu Timur) yang memprioritaskan warga pribumi. Mestinya kita (Pemkot Makassar) juga bisa," tutupnya.
Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mendorong dinas terkait untuk membuat misi program terbaru untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Daeng.
"Apalagi banyak program pelatihan di Makassar yang mana diselenggarakan oleh banyak dinas atau OPD," katanya saat ditemui di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar (Ex Kantor Perumnas Regional VIl), Jalan Hertasning.
Ray sapaan karibnya itu menegaskan perlunya perampungan basis data yang komprehensif agar klasifikasi tenaga kerja hasil pelatihan dapat terorganisir dengan baik.
"Lalu diklasifikasi seperti misalnya hari ini dilakukan namanya pelatihan otomotif, lalu pekan depan manajemen dan berkelanjutan terus menerus," tegasnya.
Ia pun menyarankan adanya klasifikasi khusus dalam setiap penyelenggaraan job fair untuk menyinkronkan kebutuhan industri dengan latar belakang pelatihan yang telah diikuti peserta.
"Misalnya menggaet (kolaborasi) tenaga kerja bidang manajemen, mereka yang diundang adalah mereka yang pernah ikut pelatihan," sarannya.
Melalui sistem yang terintegrasi, ia berharap kerja-kerja yang dilakukan oleh dinas-dinas di lingkup Pemkot Makassar dapat lebih terakomodasi dan tepat sasaran dalam menyerap tenaga kerja.
"Tidak sekadar mengadakan pelatihan tetapi mereka yang pernah ikut mendapatkan kesempatan bekerja di pelatihan bidang yang sama," katanya.
Ray menilai, langkah tersebut merupakan upaya nyata untuk menempatkan tenaga kerja pada bidang yang relevan dengan keahlian yang telah mereka miliki.
"Sehingga orang yang dilatih akan ada pekerjaannya, jangan sudah dilatih tidak dapat itu sama saja jadi pengangguran lagi," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkot Makassar Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Tamalate
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Sultan Alauddin 3, RT 001/RW 005, Kelurahan Manggasa, Kecamatan Tamalate, Kamis (18/6/2026) sore.
Kamis, 18 Jun 2026 19:38
News
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) lewat kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Hotel Claro Makassar, Kamis (18/6/2026).
Kamis, 18 Jun 2026 17:33
News
PPDB Makassar, SMPN 3 Siagakan Verifikator hingga Malam untuk Percepat Verifikasi
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Makassar memasuki tahap akhir verifikasi. Disdik Kota Makassar terus mendorong percepatan validasi data sebelum pengumuman.
Kamis, 18 Jun 2026 10:54
Makassar City
Pemkot Makassar Tambah Verifikator untuk Antisipasi Lonjakan PPDB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 6 dan SMPN 3 Makassar, Rabu (17/6/2026).
Rabu, 17 Jun 2026 19:49
Makassar City
Kominfo Makassar Bekali Aparatur Kelurahan Melalui Bimtek Satu Data Indonesia
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar terus memperkuat tata kelola data hingga tingkat kelurahan.
Rabu, 17 Jun 2026 14:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
3
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
4
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
5
Laba Bersih PJM Wilayah 2 Lampaui Target hingga 206 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
3
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
4
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
5
Laba Bersih PJM Wilayah 2 Lampaui Target hingga 206 Persen