PU Makassar Genjot Pembangunan 18 SPAM, Anggaran Rp9 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 21:49
PU Makassar Genjot Pembangunan 18 SPAM, Anggaran Rp9 Miliar
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, saat ditemui di halaman Baruga Anging Mamiri, Rabu (2/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar terus menggenjot pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

Setelah membangun 13 titik pada tahun lalu, tahun ini Dinas PU kembali mengalokasikan pembangunan 18 titik SPAM baru yang dipusatkan di wilayah Utara Kota Makassar, khususnya di Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengungkapkan bahwa proyek yang mencakup penggalian sumur bor, pemasangan instalasi jaringan perpipaan, hingga pembuatan tower reservoir ini saat ini tengah berada dalam proses konstruksi dan pengadaan (on process).

"Tahun lalu dibangun 13 titik, dan tahun ini kita alokasikan lagi 18 titik. Semua di wilayah Utara," ungkapnya, saat ditemui di halaman Baruga Anging Mamiri, Rabu (2/9/2026).

Untuk merealisasikan 18 titik SPAM tersebut, Dinas PU mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar. Seluruh rangkaian pengerjaan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Desember mendatang.

"18 dikali Rp800 juta, jadi kurang lebih Rp9 miliar. SPAM itu Sistem Penyediaan Air Minum, itu merupakan satu bagian dari rangkaian kegiatannya yaitu penggalian sumur bor, kemudian pemasangan instalasi jaringan perpipaan, kemudian jaringan pembuatan tower reservoirnya," sebutnya.

Terkait kapasitas layanan, Zuhaelsi menjelaskan bahwa satu titik SPAM mampu melayani 60 hingga 120 Sambungan Rumah (SR), tergantung pada kebutuhan warga di lokasi tersebut.

"Satu-satu titik SPAM itu bisa sampai 100-120 sambungan rumah, bervariasi. Ada 80 SR atau sambungan rumah," paparnya kepada SINDO Makassar.

Sementara kedalaman sumur bor disesuaikan dengan kondisi kontur tanah di wilayah Utara yang rata-rata berada di kedalaman 100 hingga 170 meter.

"Kedalaman juga bervariasi, tergantung dari kondisi tanah. Di mana di wilayah Utara ini memang rata-rata di atas 150 meter. Di atas 100-170," sambungnya.

Menanggapi keluhan warga Rappokalling mengenai kondisi sumur bor yang dikabarkan mengeluarkan air berwarna hitam dan berbau, Zuhaelsi menegaskan bahwa hasil pengecekan di lapangan menunjukkan air tidak berwarna hitam maupun berbau.

"Kita sudah mengecek, memang itu aduan dari warga. Tapi memang mungkin dari segi sisi teknisnya mereka belum mengetahui. Tapi setelah aduan masuk kami terima, teman-teman dari PU dari Bidang Sanitasi langsung turun mengecek apa yang menjadi kerusakan dari SPAM ini, sehingga tim juga langsung turun memperbaiki. Walaupun mereka mungkin melihat secara kasat bahwa masih asin, tapi setelah dilakukan pengetesan itu alhamdulillah memenuhi syarat," tegasnya.

Terkait aspirasi warga Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea yang membutuhkan pengeboran ulang sumur bor, Zuhaelsi menyatakan bahwa pihaknya siap menerima dan menindaklanjuti aduan tersebut.

"Untuk pengeboran ulang itu kan aduan masyarakat memang kita harus terima dan harus kita tindak lanjuti. Dan kami akan melakukan pengeboran ulang, akan kami lakukan supaya masyarakat di Parangloe," katanya.

Elsi sapaan karibnya itu menuturkan, seluruh warga berkesempatan mendapatkannya karena kegiatan konstruksi ini mengacu pada petunjuk teknis dari pusat.

"Semua bisa. Tadinya karena memang sebelum konstruksi itu ada pra-konstruksi, yaitu perencanaan di mana memang ada juknis yang memang kita ikuti dari pusat terkait dengan kegiatan konstruksi yang berbasis pemberdayaan masyarakat," tuturnya.

Zuhaelsi menjelaskan bahwa sebelum tahap konstruksi dimulai, pihaknya rutin menerjunkan tim untuk melakukan survei lokasi.

"Di situlah perannya masyarakat nanti. Siapa yang berminat, misalkan RW 10, beberapa warga yang yang kita survei dan menyatakan memberikan satu pernyataan bahwa mereka berminat untuk dilakukan penyambungan ke ke rumah mereka, sampai depan rumah mereka," imbuhnya.

Terkait kapasitas produksi air harian dari setiap titik SPAM, Elsi menyampaikan bahwa volume air yang dihasilkan bervariasi sesuai dengan perencanaan kapasitas reservoir.

"Tergantung pada saat konstruksi memang sudah dalam perencanaan itu kapasitas reservoir yang kita buat itu bervariasi. Ada 18 kubik, ada 10 kubik dan 20 kubik, bervariasi," urainya.

Zuhaelsi juga mengklaim bahwa sebagian besar penerima manfaat SPAM telah menikmati air bersih.
"Alhamdulillah kita lihat warga yang merasakan dampaknya (SPAM), semua merasakan. Kan kita sudah lihat langsung semua. Insyaallah tahun depan akan diperluas lagi, ditambah. Yang jaringan yang tadi, yang tadi, akan ditambah lagi sambungannya, itu namanya perluasan jaringan lagi," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru